Saturday, January 28, 2023
HomeKesehatanCath Lab Kurangi Kematian Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Baru Lahir

Cath Lab Kurangi Kematian Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Baru Lahir

MediaGo – Pemerintah sedang menyiapkan pelayanan kateterisasi dan radiologi intervensi atau cath lab untuk mengurangi Kematian Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi Baru Lahir.  Saat ini, layanan cath lab sedang disiapkan di 514 Kabupaten/kota.

Penyakit jantung bawaan merupakan penyebab kematian tersering dari seluruh kelainan bawaan. Terjadi sekitar delapan dari 1.000 kelahiran hidup. Angka Kematian terjadi dalam enam bulan pertama kehidupan, dan 80 persen kematian terjadi pada usia satu tahun.

Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan: Cegah Risiko Penyakit Jantung, Kurangi Konsumsi Garam

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi G. Sadikin menyampaikan, sekitar 12.500-15.000 bayi baru lahir mengalami penyakit jantung bawaan atau kelainan jantung bawaan. Sementara kapasitas operasi baru 1.600 maksimal setahun.

“Jadi ini adalah salah satu upaya untuk mencegah anak-anak kita meninggal karena tidak bisa tertangani karena tidak ada alat dan dokter spesialisnya,” kata Menkes Budi dalam keterangan resmi Kementerian Kesehatan di laman resmi Kementerian Kesehatan, Kamis (5/1/2023).

Baca juga: 6 Nutrisi Penting MPASI Bayi Usia 6 Bulan

Saat ini, layanan cath lab sedang disiapkan di 514 Kabupaten/kota dan diprioritaskan untuk pemasangan ring jantung, karena penyakit jantung menjadi penyebab kematian paling tinggi di Indonesia dengan beban pembiayaan paling tinggi. Lebih dari 200 ribu orang meninggal tiap tahun dengan biaya lebih dari Rp9 Triliun.

Direktur Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional (PKIAN) RS Anak dan Bunda Harapan Ockti Palupi Rahayuningtyas mengatakan, dengan operasionalnya layanan cath lab, maka perawatan bayi baru lahir dengan PBJ di NICU dapat dipangkas dari yang sebelumnya membutuhkan waktu perawatan selama dua bulan menjadi hanya 10 hari.

Baca juga: Alasan Bayi Diberi MPASI Setelah 6 Bulan

Layanan cath lab akan mulai beroperasi pada januari 2023 setelah mendapatkan izin Bapeten. “Dengan adanya cath lab, bayi lahir bisa langsung dilakukan kateterisasi pada usia bayi tujuh hari, sehingga outcome lebih baik dan cepat. Waktu Perawatan di nicu juga lebih singkat,” ujar Ockti

Ke depannya, cath lab akan dikembangkan untuk radiologi intervensi anak untuk prosedur diagnostik dan terapi minimal invasif dengan dibantu modalitas NICU lain seperti USG CT Scan, dan MRI.

CopyAMP code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -spot_img

Most Popular