SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Thursday, July 11, 2024
spot_imgspot_img
HomeKesehatanTak Hanya Sekadar Umur, Ini Tanda-Tanda Seseorang Sudah Menjadi Dewasa

Tak Hanya Sekadar Umur, Ini Tanda-Tanda Seseorang Sudah Menjadi Dewasa

Banyak orang beranggapan bahwa semakin bertambahnya usia pasti akan menjadi dewasa. Padahal hal itu belum tentu selalu benar. Seseorang bisa saja memiliki kecerdasan luar biasa, namun secara emosi masih tertinggal dan mengakibatnya dirinya belum dewasa. Berikut ini tanda-tanda seseorang sudah menjadi dewasa. 

Tanda-tanda seseorang sudah menjadi dewasa

Tanda-tanda seseorang sudah menjadi dewasa
Tanda-tanda seseorang sudah menjadi dewasa. (Gambar: http://pexels.com)

Trauma masa kecil hingga faktor lingkungan bisa menghambat seseorang menjadi dewasa. Memang tanda-tanda kedewasaan adalah hal yang berbeda-beda maknanya bagi setiap orang. Namun yang pasti, karakter orang yang matang akan lebih siap menghadapi kehidupan dan segala tantangannya.

Kedewasaan terlihat ketika bisa mengelola emosinya, apapun situasi yang tengah dihadapi. Terlebih dalam hidup, mustahil ada perjalanan yang mulus-mulus saja. Namun bagi orang yang matang secara emosi, naik turunnya kehidupan bisa dihadapi dengan tenang. Seperti dilansir dari laman SehatQ, berikut ini beberapa tanda-tanda seseorang telah dewasa: 

1. Berani bertanggung jawab

Keberanian memikul tanggung jawab adalah karakteristik pertama orang yang dewasa. Artinya, ketika situasi berjalan tidak sesuai ekspektasi, mereka tidak melimpahkan kesalahan pada orang lain. Dengan berani, kedewasaan secara emosional akan membuatnya berani menerima konsekuensinya.

Dengan rendah hati, orang dengan karakter seperti ini akan memutar otak demi menemukan solusi. Tanpa ragu mereka akan menawarkan apa yang bisa dilakukan agar situasi menjadi lebih baik. Mengeluh tentang situasi yang tak sesuai harapan tidak ada dalam kamus hidup sosok yang dewasa.

2. Penuh empati

Ketika seorang individu telah memiliki kematangan emosi, secara alami akan menunjukkan empati kepada orang di sekitarnya. Mereka tahu bagaimana bersikap dengan mempertimbangkan sudut pandang orang lain. Dengan demikian, rasa empati akan membangun koneksi serta menggerakkan untuk menolong orang lain.

3. Tak harus selalu tampak sempurna

Tanda-tanda seseorang sudah menjadi dewasa
Tak harus selalu sempurna. (Gambar: http://pexels.com)

Lihat bagaimana media sosial membuat setiap orang seakan berlomba-lomba menampakkan hidup yang sempurna? Orang yang matang secara emosi adalah kebalikan dari hal itu. Mereka tak akan segan menunjukkan kekurangan dengan jujur.

Tak hanya itu, orang yang emosinya matang juga akan percaya kepada orang-orang di sekitarnya. Mereka tak akan ragu berbagi apa yang tengah diperjuangkan sehingga orang lain tak merasa sendiri. Namun, ini bukan berarti mereka mudah mengeluh.

4. Tahu kapan harus minta bantuan

Sebagai makhluk sosial, manusia perlu hidup berdampingan dengan orang lain. Orang yang matang secara emosi tahu betul kapan harus minta bantuan orang lain atau merasa kewalahan. Di sisi lain, mereka juga tidak akan mengarang cerita demi mendapat bantuan atau belas kasihan dari orang lain.

Jadi, orang yang dewasa adalah perpaduan antara mereka yang menuntaskan tanggung jawab sekaligus tahu batasan diri sendiri. Ketika sudah merasa butuh bantuan, cara meminta pertolongan pun disampaikan dengan sopan, baik, dan juga jelas.

5. Beri batasan yang sehat

Menjadi dewasa juga bisa dicapai dengan mengetahui apa batasan yang tak boleh dilewati orang lain. Namun, penerapannya tidak berlebihan dan “sehat”. Lebih jauh lagi, ini merupakan bentuk self love dan respek kepada diri sendiri.

Dengan mengetahui batasan mana yang diterapkan, seseorang bisa tahu bagaimana memberikan respons yang tepat. Sebagai contoh ketika seseorang sudah melewati batas, orang dengan kematangan emosi yang cukup tak akan segan menolak dan memberikan argumen dengan gamblang.

Apakah usia menentukan kedewasaan?

Ada banyak faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kedewasaan seseorang. Menariknya, dari sebuah penelitian diketahui bahwa otak remaja yang merokok dan mengonsumsi alkohol akan terpengaruh dalam prosesnya menjadi dewasa. Utamanya, hal ini berkaitan dengan daya ingat seseorang.

Bagian penting otak seperti prefrontal cortex yang terletak di bagian depan tidak berkembang sempurna hingga usia 25 tahun. Ini adalah bagian otak yang berkaitan erat dengan proses menjadi dewasa karena perannya dalam mengambil keputusan dan mempertimbangkan risiko.

Dalam hal ini, usia 25 tahun turut berperan dalam kedewasaan seseorang. Meski demikian, kematangan yang berkaitan dengan emosi tidak semata-mata ditentukan oleh usia. Itulah mengapa banyak orang yang sudah tua bertingkah laku tidak dewasa, sebaliknya ada anak muda yang sudah tahu bagaimana bersikap dewasa.

Baca juga: 7 Manfaat Membaca Buku Bagi Kesehatan Otak

CopyAMP code
Arianti
Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular