SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Thursday, December 4, 2025
spot_imgspot_img
HomeKulinerSeblak Viral Jadi Tren Mukbang di Thailand, Kok Bisa?

Seblak Viral Jadi Tren Mukbang di Thailand, Kok Bisa?

Fenomena kuliner kerap menghadirkan kejutan, dan salah satunya datang dari Thailand. Baru-baru ini, seblak tiba-tiba mendadak viral dan digemari oleh masyarakat Negeri Gajah Putih. Tidak hanya warga biasa, bahkan selebriti serta influencer Thailand ikut mencicipi dan mengunggah pengalaman mereka menikmati sajian pedas gurih tersebut. Fenomena ini sontak menjadi sorotan publik, terutama di Indonesia, yang bangga melihat salah satu kuliner khasnya bisa mendunia.

Seblak sendiri merupakan hidangan berkuah yang terkenal dengan aroma kencur serta cita rasa pedas gurihnya. Awalnya, makanan tersebut hanyalah makanan sederhana dengan bahan utama kerupuk yang direndam dan dimasak bersama bumbu halus bawang putih, cabai rawit, dan kencur.

Namun seiring berkembangnya waktu, variasi seblak semakin beragam. Kini, semangkuk makanan tersebut bisa berisi cilok, mie, sosis, ceker ayam, telur, hingga aneka sayuran. Popularitas seblak mulai melonjak sekitar tahun 2015 di Indonesia, dan hingga kini tetap menjadi jajanan favorit karena murah, mengenyangkan, serta punya rasa yang khas dan nagih.

Influencer Thailand Makan Seblak

image 24
@thechanisara / @joinjoy89

Popularitas seblak di Thailand mulai terlihat ketika sejumlah influencer membagikan pengalaman mereka mencicipi kuliner ini di media sosial. Salah satunya adalah selebriti sekaligus TikToker The Chanisara, atau yang akrab disapa Oon.

Dalam sebuah video pada 4 September 2025, ia tampak bersemangat membuka kemasan seblak instan yang dibelinya dari sebuah toko online di Thailand. Oon mengaku rasa makanan tersebut enak, meskipun menurutnya bumbu kencurnya kurang terasa dan lada terlalu dominan. Menariknya, sang suami justru sangat menyukai sajian tersebut hingga lantang berkata, “I love seblak!”

Unggahan itu kemudian viral dan memicu tren mukbang seblak di kalangan masyarakat Thailand. Banyak orang membagikan pengalaman serupa lewat TikTok, membuat laman FYP netizen Indonesia penuh dengan konten orang Thailand yang sedang mukbang makanan khas sunda itu. Sebagian besar mencoba variasi instan asal Indonesia, sementara yang lain membeli di warung makan Indonesia atau bahkan membuatnya sendiri di rumah.

Contohnya, seorang kreator dengan akun TikTok @joinjoy89 memasak seblak buatan sendiri. Ia menyiapkan kerupuk, bumbu bawang merah, bawang putih, cabai, serta kencur, lalu menambahkan isian pelengkap sesuai selera. Setelah mencicipi, ia menggambarkan rasa makanan khas sunda ini sebagai pedas gurih dengan aroma mirip jahe dan lengkuas, dan menegaskan bahwa rasanya enak.

Netizen Indo Kaget, Tapi Bangga

seblak

Fenomena ini tidak hanya mengundang rasa penasaran di Thailand, tetapi juga kebanggaan di Indonesia. Banyak warganet mengungkapkan keterkejutan mereka melihat seblak yang awalnya dianggap makanan sederhana kini naik kelas hingga disukai di luar negeri.

Seorang pengguna media sosial bahkan menuliskan, “Sekarang udah naik level loh. Semoga makanan remeh lainnya menyusul naik level.” Ada juga komentar senang karena akhirnya seblak benar-benar “go international.”

Selain faktor tren media sosial, ada alasan lain mengapa seblak mudah diterima masyarakat Thailand. Cita rasa pedas, gurih, serta penggunaan bumbu rempah seperti kencur dan cabai memang cukup dekat dengan karakter masakan Thailand. Tidak heran jika lidah orang Thailand bisa dengan cepat beradaptasi dengan makanan khas Sunda ini.

Fenomena viral ini juga menunjukkan potensi besar kuliner Indonesia untuk menembus pasar global. Jika selama ini makanan Indonesia yang dikenal dunia lebih banyak terbatas pada rendang, sate, atau nasi goreng, kini makanan khas sunda itu pun memberi warna baru. Sajian kaki lima yang dulu dianggap makanan sederhana ternyata mampu menarik perhatian internasional berkat keunikan rasa dan dukungan media sosial.

Ke depan, bukan tidak mungkin tren ini mendorong semakin banyak makanan khas Indonesia yang ikut mendunia. Netizen Indonesia berharap jajanan lokal lain seperti cilok, cireng, atau nasi uduk bisa menyusul jejak seblak. Sebab, dalam era globalisasi dan kekuatan media sosial, makanan yang dianggap biasa saja di negara asal bisa saja menjadi fenomena kuliner di negara lain.

Dengan semakin banyaknya influencer dan artis luar negeri yang ikut mempopulerkan seblak, popularitasnya diperkirakan akan terus meningkat. Hal ini tidak hanya membawa kebanggaan, tetapi juga membuka peluang bisnis baru bagi UMKM kuliner Indonesia untuk mengekspor produknya. Kini bukan sekadar makanan jalanan khas Sunda, melainkan sudah menjadi ikon kuliner yang menunjukkan betapa kayanya cita rasa Nusantara.

Fenomena ini menjadi pengingat bahwa kuliner bisa menjadi jembatan budaya yang menyatukan dua negara. Melalui semangkuk seblak pedas gurih, masyarakat Indonesia dan Thailand kini punya kesamaan dalam selera, sekaligus mempererat hubungan lewat cita rasa yang sederhana namun penuh makna.

CopyAMP code
Fajria Anindya Utami
Fajria Anindya Utami
A passionate content writer who has eagerly enhance her skill everyday. And a journalist background with strong economic experience.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img
spot_img

Most Popular

spot_img