SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Monday, April 20, 2026
spot_imgspot_img
HomeKesehatanGigi Bungsu vs Gigi Geraham: Mana yang Harus Dicabut?

Gigi Bungsu vs Gigi Geraham: Mana yang Harus Dicabut?

Mediago.id- Banyak orang yang mungkin hingga saat ini masih bingung untuk membedakan antara gigi bungsu dengan gigi geraham biasa dan kapan masing-masing perlu dicabut. Pada dasarnya, gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang muncul terakhir, biasanya antara usia 17–26 tahun.

Berbeda dengan gigi geraham yang tumbuh lebih awal dan biasanya mendapat ruang dari gigi susu, bungsu sering muncul di ruang yang sempit. Keduanya memang terletak di bagian belakang mulut, tetapi sebenarnya berbeda dalam fungsi dan perlakuan medisnya.

Lantas, mana yang sebenarnya lebih sering harus dicabut: gigi bungsu atau gigi geraham?

Apa itu Gigi Bungsu dan Gigi Geraham?

Gigi Geraham (Molar) berfungsi untuk mengunyah. Biasanya gigi ini akan muncul pada usia lebih muda dan kondisi ruang rahang yang telah lebih stabil. Gigi Bungsu (Wisdom Tooth) muncul paling akhir dan sering tidak memiliki “pendahulu” seperti gigi lainnya, yang menyebabkan tumbuh secara tidak sempurna.

Kapan Gigi Bungsu Harus Dicabut?

Tidak semua gigi bungsu harus dicabut. Menurut Alodokter, gigi bungsu yang tumbuh normal dan tanpa keluhan tidak perlu tindakan. Namun, pencabutan perlu dilakukan jika terjadi:

  • Impaksi atau gigi tumbuh miring/terperangkap pada gusi
  • Infeksi berulang (perikoronitis), abses, atau radang gusi kronis
  • Kerusakan gigi bungsu atau gigi tetangga akibat karies
  • Adanya kista atau tumor di sekitar gigi

Risiko dan Komplikasi

Semua pencabutan gigi memiliki risiko seperti pendarahan dan infeksi. Khusus untuk gigi bungsu impaksi, risikonya meliputi:

  • Dry socket (alveolar osteitis)
  • Cedera saraf, seperti saraf inferior alveolar atau lingual, yang dapat menyebabkan mati rasa atau kesemutan pada bibir, dagu, atau lidah
  • Sinus exposure (terutama gigi atas) atau fraktur tulang
  • Pembengkakan, memar, otot rahang kaku (trismus)

Menurut studi Cochrane, meski penggunaan antibiotik pra dan pasca operasi bisa menurunkan infeksi hingga 66%, penggunaannya tetap harus dipertimbangkan karena risiko resistensi

Lalu, Gigi Mana yang Harus Dicabut?

Jika dijelaskan secara umum, jawabannya tergantung dari kondisi masing-masing gigi. Karena Gigi bungsu lebih sering dicabut karena posisinya yang sulit dijangkau dan sering menimbulkan masalah. Dan Gigi geraham biasanya dipertahankan selama mungkin karena perannya penting dalam mengunyah dan menjaga keseimbangan rahang.

Namun, jika gigi geraham mengalami kerusakan parah, infeksi, atau tidak bisa lagi dipertahankan dengan perawatan lain, maka pencabutan menjadi solusi terakhir.

Pencabutan gigi antara bungsu dengan graham memiliki perbedaan. Jika pencabutan gigi geraham relatif sederhana, namun pencabutan gigi bungsu terutama yang impaksi, akan memerlukan evaluasi lebih dalam dan kemungkinan operasi oleh spesialis.

child 269499 1280

American Association of Oral and Maxillofacial Surgeons menyarankan pencabutan sebelum akar terbentuk penuh (usia belasan – awal 20-an), karena pemulihan lebih cepat dan risiko komplikasi lebih rendah.



Gigi bungsu dan geraham biasa sama-sama bisa dicabut, namun pertimbangan, prosedur, dan risikonya berbeda. Konsultasikanlah ke dokter gigi untuk pemeriksaan dan rontgen sebelum mengambil keputusan. Karena pencabutan antara gigi bungsu dan gigi graham memiliki perbedaan. Dan keputusan terbaik harus didasari pemeriksaan klinis, rontgen, dan diskusi dengan dokter gigi secara benar.

CopyAMP code
Rafida
Rafida
Seorang sarjana lulusan Komunikasi dan Penyiaran Islam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img
spot_img

Most Popular

spot_img