Nama Lisa BLACKPINK memang tidak pernah lepas dari sorotan. Kali ini MV “Dream” nya sukses buat penggemar terhanyut. Pada 14 Agustus 2025, Lisa merilis music video (MV) “Dream”, salah satu lagu B-side dari album solo perdananya Alter Ego. Album tersebut sebenarnya sudah dirilis pada 28 Februari 2025 lalu, namun Lisa sengaja memberikan sentuhan istimewa untuk “Dream” karena lagu ini memiliki makna personal yang cukup dalam baginya.
Berbeda dengan beberapa lagu di Alter Ego yang penuh energi dan rap khas Lisa, “Dream” hadir dengan nuansa ballad yang melankolis. Liriknya bercerita tentang kerinduan, cinta yang tersisa, dan harapan untuk mendapat kesempatan kedua—meski pada akhirnya perasaan itu tak terbalas. “Dream” bukan sekadar lagu cinta, melainkan refleksi tentang kehilangan dan bagaimana seseorang mencoba berdamai dengan takdir.
Lisa menggambarkan rasa cinta yang masih tertinggal untuk seseorang yang sudah tidak ada. Ia mendambakan kesempatan untuk kembali, meskipun dalam hatinya ia tahu bahwa harapan itu hanyalah sebuah mimpi. Justru, perasaan tak terbalas inilah yang membuat “Dream” begitu menyentuh.
Kolaborasi dengan Kentaro Sakaguchi

Yang membuat MV “Dream” semakin spesial adalah kehadiran aktor sekaligus model ternama Jepang, Kentaro Sakaguchi. Nama Kentaro bukanlah asing di industri hiburan Asia. Ia dikenal lewat film Color Me True, drama Jepang Signal, Beyond Goodbye, hingga popularitasnya makin meroket setelah debut di drama Korea What Comes After Love pada 2024.
Dalam MV ini, Lisa dan Kentaro dipasangkan sebagai sepasang kekasih. Nuansa hitam-putih yang digunakan membuat visual terasa klasik sekaligus emosional. Dari sorotan mata, tawa, hingga sentuhan sederhana, keduanya berhasil menciptakan chemistry yang begitu natural. Banyak penggemar yang menganggap bahwa kolaborasi Lisa dan Kentaro adalah sebuah “dream pairing” yang jarang terjadi di industri musik.
Cerita dan Visual MV “Dream”

MV “Dream” dibuka dengan adegan Lisa duduk di sebuah gereja dengan pakaian serba hitam. Wajahnya murung, seolah tenggelam dalam kesedihan mendalam. Ia melantunkan monolog lirih tentang kebahagiaan, kesedihan, dan malam-malam yang pernah ia habiskan di Tokyo.
Dari sana, alur cerita bergerak mundur ke masa-masa indah. Lisa dan Kentaro ditampilkan berkendara melewati jalan pedesaan, tertawa bersama, hingga berbagi momen sederhana seperti berhenti di pom bensin tengah malam. Semua adegan terekam dalam filter hitam-putih yang memperkuat kesan nostalgia.
Namun, seiring berjalannya cerita, penonton mulai menyadari kenyataan pahit: Kentaro telah tiada. Salah satu adegan paling emosional terjadi ketika Lisa membawa guci abu Kentaro ke tengah danau. Dalam percakapan mereka sebelumnya, Lisa mengatakan ingin menjadi pohon, sedangkan Kentaro ingin menjadi danau. Adegan Lisa menebarkan abu ke permukaan air menjadi simbol cinta abadi yang tidak bisa bersatu dalam kehidupan, namun tetap saling melengkapi dalam ingatan.
Visual yang puitis, narasi yang dalam, serta penghayatan emosional Lisa menjadikan MV “Dream” bukan hanya sekadar video musik, melainkan potongan film pendek yang sarat makna.
Respons Penggemar
Tak butuh waktu lama, MV “Dream” langsung memuncaki trending YouTube global. Kolom komentar dipenuhi dengan curahan hati penggemar yang mengaku menangis saat menyaksikan ceritanya.
Ada yang menulis, “Saat aku menyadari ending-nya, aku menangis sejadi-jadinya.” Ada pula yang menyoroti detail kecil, seperti saat Lisa memanggil Kentaro dengan sebutan “Oppa”. Walaupun sederhana, momen itu membuat banyak penonton merasa tersentuh.
Di media sosial, tagar #LisaDream pun merajai trending topic di berbagai negara. Banyak yang memuji keberanian Lisa untuk keluar dari zona nyaman dan mempersembahkan karya dengan genre ballad yang penuh penghayatan.
Lisa di Tengah Kesibukan Solo dan BLACKPINK

Rilisnya MV “Dream” juga menjadi bukti bahwa Lisa tidak hanya seorang performer, tapi juga seorang seniman yang tahu bagaimana menyampaikan cerita lewat musik. Jarang sekali idol asal Thailand ini menggarap lagu dengan nuansa balada mendalam. Hal ini menunjukkan sisi lain Lisa yang selama ini jarang ditampilkan di panggung.
Meski sedang sibuk dengan karier solonya, Lisa tetap aktif bersama BLACKPINK. Grup ini tengah menjalani tur dunia bertajuk Deadline, yang sudah mencapai benua Eropa. Bahkan, BLACKPINK baru saja tampil di Stadion Wembley, London, pada 15 dan 16 Agustus 2025. Keberhasilan mengatur waktu antara tur dunia dengan proyek solonya semakin menegaskan profesionalisme Lisa sebagai artis global.
“Dream” bukan hanya sebuah lagu atau MV biasa. Dengan visual memikat, akting memukau, serta cerita yang menyayat hati, Lisa berhasil menghadirkan pengalaman sinematik yang membekas di hati penonton. Chemistry antara Lisa dan Kentaro, dipadukan dengan narasi tentang cinta, kehilangan, dan mimpi yang tak tersampaikan, membuat karya ini terasa begitu nyata.
Bagi banyak Lillies, Lisa Dream adalah sebuah karya yang akan selalu mereka kenang. Lagu ini bukan hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenung tentang arti cinta dan kehilangan dalam hidup.
Seiring perjalanan kariernya yang semakin cemerlang, “Dream” menjadi bukti bahwa Lisa mampu melampaui batas sebagai penyanyi, penari, maupun performer. Ia adalah seorang storyteller sejati, yang mampu menyulap sebuah lagu menjadi pengalaman emosional yang tak terlupakan.




