SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Thursday, December 4, 2025
spot_imgspot_img
HomeGaya HidupNenek Inggris Berusia 116 Tahun Jadi Orang Tertua di Dunia

Nenek Inggris Berusia 116 Tahun Jadi Orang Tertua di Dunia

Sejarah baru tercatat dalam Guinness World Records setelah Ethel Caterham, seorang perempuan asal Inggris, resmi dinobatkan sebagai orang tertua di dunia pada usia 116 tahun. Gelar tersebut diberikan setelah wafatnya pemegang rekor sebelumnya, Inah Canabarro, di awal tahun ini.

Ethel Caterham lahir pada 21 Agustus 1909 di sebuah desa kecil di Hampshire, Inggris. Usianya yang sangat panjang membuat ia telah melalui berbagai peristiwa bersejarah, bahkan sejak sebelum kapal Titanic tenggelam pada 1912 dan delapan tahun sebelum pecahnya Revolusi Rusia pada 1917.

Dari era Edwardian, dua perang dunia, enam masa pemerintahan monarki, hingga masa kini yang penuh dengan kecerdasan buatan, Caterham telah menyaksikan langsung perjalanan panjang umat manusia.

Rahasia Panjang Umur Orang Tertua di Dunia: Jangan Pernah Berdebat

Efek Psikologis Jangka Panjang dari Perselingkuhan

Banyak orang menduga usia panjang biasanya dipengaruhi pola makan sehat atau rutinitas olahraga. Namun bagi Caterham, jawabannya justru sederhana dan berbeda. Ia percaya rahasia panjang umurnya adalah menghindari konflik.

“Tidak pernah berdebat dengan siapa pun. Saya hanya mendengarkan, lalu melakukan apa yang saya suka,” ungkapnya dalam sebuah wawancara.

Filosofi hidup yang sederhana ini diyakininya menjadi kunci untuk tetap tenang, bebas stres, dan menjaga keseimbangan mental. Para ahli medis pun menekankan bahwa stres kronis dapat berdampak buruk pada kesehatan jantung dan otak. Sikap Caterham yang selalu terbuka pada peluang baru serta menjalani hidup dengan moderasi seakan memperkuat keyakinan bahwa ketenangan batin bisa memperpanjang usia.

Petualangan Hidup: Dari Inggris ke India dan Hong Kong

Perjalanan hidup Caterham penuh dengan pengalaman luar biasa. Pada usia 18 tahun, orang tertua di dunia ini berani meninggalkan tanah kelahirannya dan pergi ke India untuk bekerja sebagai pengasuh anak di keluarga Inggris. Keputusan ini tergolong berani, mengingat pada tahun 1920-an, bepergian jauh ke luar negeri untuk perempuan muda bukanlah hal yang lazim.

Tiga tahun kemudian, ia kembali ke Inggris dan takdir mempertemukannya dengan Norman, seorang perwira Angkatan Darat Inggris. Mereka bertemu di sebuah pesta makan malam, lalu menikah. Kehidupan pernikahan membawa Caterham semakin jauh dari rumah. Bersama Norman, ia tinggal di Hong Kong dan Gibraltar, mengikuti penugasan militer suaminya.

Di Hong Kong, Caterham tidak hanya mendampingi suami, tetapi juga aktif berkarya. Ia membuka kelas mengajar bahasa Inggris sekaligus kerajinan tangan bagi anak-anak setempat. Pengalaman ini menambah warna dalam kehidupannya sebelum akhirnya kembali menetap di Inggris dan membesarkan dua putri mereka.

Sayangnya, suami dan kedua putrinya kini telah meninggal dunia. Meski harus menghadapi kehilangan yang berat, Caterham tetap mampu menjalaninya dengan ketabahan luar biasa.

Warisan Panjang Umur dalam Keluarga

orang tertua
Shutterstock

Menariknya, usia panjang tampaknya memang ada dalam garis keluarga Caterham. Salah satu kakaknya, Gladys Babilas, hidup hingga 104 tahun. Kini, Caterham menjadi nenek dari tiga cucu dan nenek buyut dari lima cicit. Kehadirannya tetap menjadi pusat kasih sayang keluarga besar meskipun banyak anggota keluarga dekat telah tiada.

Caterham, sebagai orang tertua di dunia, juga menunjukkan daya tahan tubuh luar biasa. Pada tahun 2020, di usia 111 tahun, ia berhasil sembuh dari COVID-19, penyakit yang pada masa itu menjadi ancaman besar, khususnya bagi lansia.

Saat ini, Caterham tinggal di sebuah panti jompo di Inggris, di mana ia menikmati hari-harinya dengan ketenangan dan penuh kasih sayang. Keluarganya rutin mengunjunginya, memastikan ia selalu merasa dicintai dan tidak pernah sendirian.

Pihak panti jompo menggambarkan dirinya sebagai sosok yang penuh kebijaksanaan, keteguhan hati, sekaligus simbol ketahanan manusia menghadapi perubahan zaman. Dari kehidupan sederhana di desa Inggris awal abad ke-20 hingga dunia modern yang serba digital, sebagai orang tertua di dunia, Caterham menjadi saksi hidup perjalanan sejarah.

Penghargaan dari Guinness World Records

Di ulang tahunnya yang ke-116, Guinness World Records secara resmi mengakui Ethel Caterham sebagai orang tertua di dunia. Penghormatan ini membuat namanya disorot luas, dengan ucapan selamat berdatangan dari berbagai penjuru dunia.

Penghargaan ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga inspirasi bagi banyak orang. Kehidupan panjang Caterham menunjukkan bahwa rahasia umur panjang tidak melulu soal makanan sehat atau olahraga ketat, melainkan juga tentang bagaimana seseorang memilih untuk menjalani hidup. Dengan sikap rendah hati, tidak suka berdebat, dan selalu menjaga ketenangan, Caterham membuktikan bahwa sederhana sering kali menjadi kunci kebahagiaan.

Ethel Caterham kini berdiri tak hanya sebagai orang tertua di dunia, tapi juga sebagai simbol hidup panjang yang penuh arti. Perjalanannya dari masa pra-Titanic hingga era teknologi modern adalah bukti nyata betapa luasnya rentang kehidupan yang bisa dijalani seorang manusia. Meski tubuhnya rapuh karena usia, semangat dan filosofi hidupnya tetap memberikan pelajaran berharga bagi generasi yang lebih muda.

Dengan gelar barunya sebagai orang tertua di dunia, kisah Caterham mengingatkan bahwa panjang umur bukan hanya soal waktu yang bertambah, melainkan tentang bagaimana setiap momen dijalani dengan penuh ketenangan, kebijaksanaan, dan cinta.

CopyAMP code
Fajria Anindya Utami
Fajria Anindya Utami
A passionate content writer who has eagerly enhance her skill everyday. And a journalist background with strong economic experience.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img
spot_img

Most Popular

spot_img