You are here
Home > Kesehatan >

9 Bahaya Penggunaan Headset Bagi Kesehatan Telinga

Bahaya penggunaan headset bagi kesehatan telinga

Umumnya, banyak orang saat ini mendengarkan musik dengan menggunakan headset. Bahkan sebagian orang ada yang menggunakannya sepanjang hari. Namun perlu kamu tahu bahwa sebagus dan seaman apapun kualitas dari sebuah produk headset tidak menjamin kesehatan telingamu, lho. Berikut ini beberapa bahaya penggunaan headset bagi kesehatan telinga yang wajib kamu tahu. 

Bahaya penggunaan headset bagi kesehatan telinga

Bahaya penggunaan headset bagi kesehatan telinga
Bahaya penggunaan headset bagi kesehatan telinga. (Gambar: http://pexels.com)

Melansir penjelasan dari laman Hello Sehat, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa mendengarkan musik yang terlalu besar akan membuat Anda kehilangan pendengaran. WHO juga melaporkan bahwa lebih dari 1,1 juta orang berusia 12-35 tahun berisiko kehilangan pendengaran (tuli) karena hal ini.

Headset menghasilkan gelombang suara yang sampai ke telinga kita sehingga membuat gendang telinga bergetar. Getaran ini kemudian menyebar ke telinga bagian dalam melalui tulang-tulang kecil dan mencapai koklea (rumah siput). Ketika sampai di koklea, getaran tersebut membuat rambut di sekitarnya ikut bergerak. Semakin kuat getarannya, semakin banyak rambut yang bergerak.

Paparan musik keras yang terus menerus dan dalam jangka panjang dapat membuat sel-sel rambut kehilangan kepekaan terhadap getaran. Sel-sel rambut mungkin bisa pulih, tetapi bisa juga tidak. Meskipun dapat pulih, telinga mungkin tidak lagi berfungsi secara normal sehingga menyebabkan gangguan pendengaran atau tuli permanen.

Kondisi ini hampir tidak mungkin dipulihkan. Itu sebabnya, kamu perlu mengetahui tentang bahaya headset untuk kesehatan telinga dan pendengaran. Berikut deretan bahaya penggunaan headset bagi kesehatan telinga”

1. NIHL (noise-induced hearing loss)

Bahaya berupa NIHL (noise-induced hearing loss) atau tuli akibat kebisingan dapat terjadi tidak hanya karena volume suara di headset terlalu keras, tetapi juga seberapa lama atau sering kamu menggunakannya.

Penelitian yang dipublikasikan oleh Noise & Health menemukan bahwa 10% dari 280 remaja yang diteliti memiliki kebiasaan mendengarkan musik melalui headset dalam waktu yang lama, bahkan saat tidur. Kebiasaan yang dilakukan ini membuat seseorang lebih berisiko terkena NIHL di kemudian hari.

2. Tinnitus

Sel-sel rambut koklea yang rusak dapat menyebabkan suara berdenging, berdengung, atau menderu di telinga maupun kepala Anda. Kondisi ini disebut dengan tinnitus. Hasil penelitian yang dipublikasikan Noise & Health menunjukkan bahwa remaja yang mendengarkan musik lebih dari 3 jam dengan menggunakan headset lebih sering mengalami tinnitus.

3. Hiperakusis

Situs Columbia Asia Hospital India menyebutkan bahwa 50% orang yang menderita tinnitus cenderung mengembangkan kepekaan tinggi terhadap suara di lingkungan yang normal. Kondisi ini disebut dengan hiperakusis.

4. Kehilangan pendengaran

Seperti yang telah disebutkan, menggunakan headset untuk mendengarkan musik dengan keras dan dalam waktu yang lama dapat membuat sel-sel rambut lebih sensitif. Ini dapat menyebabkan gangguan pendengaran sementara atau permanen.

5. Infeksi telinga

Bahaya penggunaan headset bagi kesehatan telinga
Pemeriksaan telinga. (Gambar: http://pexels.com)

Bahaya lain yang dapat ditimbulkan akibat pemakaian headset adalah infeksi telinga. Ini karena headset yang ditempatkan langsung ke dalam liang telinga menghalangi aliran udara. Di samping infeksi telinga, pemakaian headset juga dapat meningkatkan pertumbuhan bakteri. Kuman ini mungkin tertinggal di headset dan akan menginfeksi penggunanya. Risiko tersebut semakin parah ketika kamu meminjamkan headset ke orang lain.

6. Pusing

Peningkatan tekanan di saluran telinga akibat suara keras juga dapat menyebabkan pusing. Itu sebabnya, kadang kamu mungkin pernah merasakan pusing setelah cukup lama menggunakan headset.

7. Penumpukan kotoran telinga

Penggunaan headset dalam waktu yang lama bisa menimbulkan bahaya lain, yaitu penumpukkan kotoran telinga. Jika kotoran telinga sudah menumpuk atau dikenal dengan nama serumen prop, kamu mungkin akan merasakan kondisi lain, seperti tinnitus, kesulitan mendengar, sakit telinga, dan infeksi telinga.

8. Sakit di dalam telinga

Penggunaan headset dalam waktu yang lama dan tidak pas saat dipakai dapat menyebabkan sakit. Rasa sakit ini sering kali meluas ke telinga bagian dalam sehingga menyebabkan nyeri di sekitar telinga.

9. Efek pada otak

Gelombang elektromagnetik yang dihasilkan headphone dapat mengakibatkan masalah pada otak dalam jangka panjang. Infeksi telinga juga dapat memengaruhi otak.

Itulah beberapa bahaya penggunaan headset bagi kesehatan telinga yang perlu kamu waspadai. Tak ada salahnya untuk membatasi penggunaan headset agar tidak menimbulkan dampak yang parah pada sistem pendengaranmu, ya. 

Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Telinga yang Wajib Diketahui

Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

Leave a Reply

Top