Mediago.id- Sahdan Arya Maulana adalah seorang Gen Z yang berasal dari Jakarta Utara, terpilih sebagai Ketua RT 07 RW 08, Rawa Badak Selatan, Koja. Kisahnya tidak hanya viral, tapi juga jadi bukti nyata bahwa generasi muda bisa memimpin lingkungan dengan aksi konkret dan berdampak bukan hanya sekadar wacana.
Sahdan, yang juga merupakan mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), mulai menjabat sejak 25 April 2025. Pada usianya yang baru sekitar 19–20 tahun, ia berhasil memenangkan pemilihan dengan raihan 126 suara, mengungguli pesaingnya menunjukkan stamina dukungan warga atas figur muda.
Dikenal luas usai videonya viral karena merespon cepat laporan warga, Sahdan langsung tancap gas. Dalam dua bulan menjabat, ia memprakarsai pengecoran jalan sendiri menggunakan dana BOP RT dan iuran warga, tanpa bergantung pada bantuan pemerintah. Hal ini lalu memancing respons positif, sekaligus mematahkan stigma “Gen Z malas.”
Sejumlah program sosial yang telah dibuat mulai dijalankan oleh dirinya seperti;
- Distribusi sembako menjelang Ramadan.
- Pemasangan CCTV di titik rawan kejahatan.
- Pembelian hewan kurban untuk Iduladha.
- Bantuan Rp 200.000 untuk warga sakit, dan Rp 500.000 untuk keluarga yang berduka — lengkap dengan kain kafan, papan nisan, dan ongkos gali kubur. Pembiayaannya berasal dari iuran hanya Rp 10.000 per KK per bulan.
Motivasi Sahdan sangat jelas: “Prinsip saya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Fenomena Sahdan juga mendapat komentar politisi. Ketua DPP PKS Bidang Pelatihan Kepemimpinan, Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa kiprah Sahdan menepis stigma Gen Z sebagai generasi pasif, justru sebaliknya menunjukkan “semangat melayani” yang dibutuhkan kepemimpinan modern.
Dukungan juga datang dari warga beberapa sempat meragukan kemampuan pemimpin muda, namun kini banyak yang terpikat oleh aksi dan komitmen nyata Sahdan.
Meski menduduki jabatan RT, Sahdan memilih untuk tidak aktif di organisasi kampus agar bisa fokus memimpin dan mengabdikan dirinya kepada masyarakat. Ia banyak belajar dari aktivis mahasiswa menerapkan nilai musyawarah, program kerja, dan semangat pelayanan dalam kiprah sehari-harinya.
Lebih jauh, Sahdan menyebut jabatan Ketua RT bagi dirinya hanya batu loncatan. Ia bercita-cita menjadi Gubernur Jakarta, dan berencana melanjutkan studi S2 di bidang ilmu politik agar bisa membawa manfaat lebih luas.
Menurut analisis di UrbanOffice, fenomena Gen Z menjabat sebagai RT bukan sekadar isu unik atau sensasional. Ia mencerminkan trend baru: pembaruan kepemimpinan lokal yang lebih dinamis, inklusif, dan responsif.
Hal ini sinyal positif bagi ruang partisipasi publik dan regenerasi kepemimpinan di tingkat akar rumput. Kesediaan warga memilih calon muda yang memperlihatkan transparansi, inovasi, dan pelayanan konkret menandai pergeseran pola pikir masyarakat.
Kisah Sahdan Arya Maulana membuktikan bahwa generasi Gen Z bisa lebih dari sekadar wacana. Mereka siap turun tangan, memimpin dengan integritas, dan menciptakan perubahan nyata. Harapannya, kiprah seperti ini bukan sekadar fenomena, tapi jadi dorongan bagi generasi muda lainnya untuk aktif berkontribusi dalam lingkungan mereka.




