MediaGo – Kondisi politik mulai terasa hangat. Menjelang pesta demokrasi Pemilu 2024, partai-partai politik mulai memasang kuda-kuda untuk bersaing mendapatkan simpati dan dukungan masyarakat.
Pemilu 2024 mengagendakan tiga pesta demokrasi secara bersamaan, yaitu Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Umum (Pemilu) Legistatif, dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).
Tensi politik tentu akan memanas. Kondisi politik yang naik tersebut tentu berpengaruh pada kondisi ekonomi. Bagaimana pengaruh politik pada pertumbuhan ekonomi di tahun depan?
DBS Group Research berpendapat, kondisi politik nasional seperti Pemilu 2024 dan pertumbuhan ekonomi merupakan dua hal yang saling mempengaruhi.
Menjelang Pemilu 2024, ekonomi Indonesia diperkirakan akan bergerak lebih positif. Hal itu disebabkan oleh daya konsumsi masyarakat yang meningkat berkat adanya dorongan ketika mendekati masa pemilu.
Di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi di mayoritas negara adidaya, Indonesia diperkirakan menjadi salah satu negara yang akan mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi.
Data DBS Group Research mendapati Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang baik pada 2022 dan diproyeksikan akan mencapai sekitar 5,00 persen pada tahun 2023 berkat kembalinya pendorong pertumbuhan utama menjadi seperti masa pra-pandemi.
Managing Director & Chief Economist DBS Group Taimur Baig mengatakan, hal yang membedakan Indonesia dengan negara-negara lainnya adalah kondisi ekonomi Indonesia tidak serta-merta bergantung pada perdagangan global.
“Meskipun volatilitas global berpotensi terjadi, Indonesia memiliki ketahanan ekonomi secara substansial karena adanya resistansi makro ekonomi dan finansial,” katanya dalam diskusi bertajuk ‘Indonesia’s Pivotal Role to ASEAN Economy’ di Jakarta, Jumat (24/3/2023).
Pada kesempatan lain, Executive Director of Indonesian Political Indicator Burhanudin Muhtadi berpendapat, selain resesi dan inflasi, isu politik seperti kontestasi pemilihan presiden dapat mengakibatkan fluktuasi iklim ekonomi nasional.
“Di tingkat masyarakat, sebenarnya pemilu 2024 sudah selesai dengan beberapa nama calon presiden, namun ini belum selesai di tingkat elit. Masih ada ketidakpastian yang harus diputuskan oleh partai politik,” ucapnya.
Burhanudin menambahkan bahwa kandidat presiden belum merumuskan program yang konkret karena sebagian partai politik belum memutuskan pencalonan mereka. Nantinya, setiap pihak akan berupaya untuk pause terkait structure reform di tingkat nasional maupun lokal.
Kendati demikian, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir meskipun ekonomi dunia penuh dengan ketidakpastian. Secara umum, situasi pasar akan lekas membaik setelah pemilu selesai, terlepas dari hasil presiden yang terpilih.