Mediago.id- Alba adalah primata orang utan albino pertama di dunia yang berhasil di evakuasi keberadaannya pada April 2017 oleh Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF) bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) di sebuah desa Tanggirang, Kapuas, Kalimantan Tengah.
Alba memiliki fisik seperti bulu putih keemasan dan mata biru pucat. Alba ditemukan dengan usia 5 tahun dengan keadaan yang lemas, dehidrasi dan menderita stress. Pada saat itu, Alba diselamatkan untuk dibawa kembali pada habitatnya di alam yang bebas. Alba menjadi simbol keajaiban alam sekaligus pengingat pentingnya menjaga satwa liar dari ancaman kepunahan.

Alba termasuk dalam spesies orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus), salah satu dari tiga spesies orangutan yang ada. Dan Alba memang belum pernah ditemukan sebelumnya pada orangutan. Fakta ini menjadikan Alba sebagai orangutan albino pertama yang diketahui di dunia.
Apa Itu Albino?
Albinisme adalah kelainan genetik langka yang menyebabkan tubuh tidak bisa memproduksi melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit, rambut, dan mata. Pada hewan, kondisi ini membuat mereka tampak berbeda dari individu normal dan sering kali lebih rentan terhadap lingkungan.
Alba memiliki bulu putih pucat, kulit sensitif terhadap sinar matahari, dan penglihatan yang lebih lemah dibanding orangutan pada umumnya. Hal ini membuatnya harus mendapatkan perhatian khusus dari para ahli konservasi.
Tantangan Hidup Alba
Kondisi albino membuat Alba menghadapi risiko kesehatan yang besar. Ia lebih mudah mengalami masalah pada kulit karena paparan sinar matahari. Selain itu, penglihatannya yang terbatas juga bisa menyulitkan Alba untuk bertahan hidup di alam liar.
Jika dilepas tanpa pengawasan, Alba berisiko menjadi sasaran predator atau bahkan perburuan ilegal, karena penampilan uniknya bisa memancing perhatian manusia yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, keputusan tentang masa depan Alba harus melalui pertimbangan matang.
Konservasi dan Perlindungan
BOSF dan BKSDA berkomitmen memberikan yang terbaik untuk Alba. Setelah menjalani rehabilitasi intensif, Alba dipindahkan ke kawasan hutan konservasi yang dilindungi. Ia tidak sendirian, karena ditemani oleh orangutan lain agar tetap bisa berinteraksi secara sosial.
Untuk menjaga kesehatannya, tim konservasi rutin memantau kondisi fisik dan perilaku Alba. Mereka juga memastikan ia mendapat makanan bergizi serta perlindungan dari risiko penyakit. Upaya ini dilakukan agar Alba bisa tetap hidup alami meski dalam kondisi albino.
Sejak penemuannya, Alba langsung menjadi sorotan internasional. Banyak media global menulis kisahnya, dari National Geographic hingga BBC. Alba kini dianggap sebagai ikon konservasi orangutan Kalimantan, yang habitatnya semakin terancam oleh deforestasi, perburuan, dan alih fungsi lahan.
Kehadirannya memberi pesan kuat: jika kita tidak segera bertindak, keajaiban alam seperti Alba bisa hilang selamanya. Ia menjadi wajah kampanye pelestarian satwa liar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mata dunia.
Kisah Alba bukan sekadar cerita tentang seekor orangutan albino, melainkan tentang pentingnya melindungi keanekaragaman hayati. Ia adalah simbol perjuangan ribuan orangutan lain yang habitatnya terus tergerus oleh aktivitas manusia.
Penemuan Alba harusnya menginspirasi generasi muda untuk peduli pada satwa langka. Menjaga hutan berarti menjaga rumah bagi Alba dan seluruh makhluk yang hidup di dalamnya.




