HomeOtomotifTips Berkendara Aman saat Berwisata ke Alam Terbuka

Tips Berkendara Aman saat Berwisata ke Alam Terbuka

MediaGoKondisi kendaraan yang sehat sangat penting saat melakukan wisata ke alam terbuka. Bukan hanya itu, mengemudinya pun harus dengan cara yang aman. Maka dari itu, pengemudi harus mengetahui bagaimana teknik berkendara aman terutama saat berwisata di alam terbuka.

Salah satu destinasi yang banyak dituju oleh warga Jakarta adalah kawasan Puncak Bogor yang yang berjarak sekitar 90 km dan menghabiskan waktu sekitar 2 jam. Medan jalanan yang cukup ekstrim, berkelok-kelok, tanjakan curam, dan badan jalan yang sempit tentunya membutuhkan dukungan kendaraan yang mumpuni dan kemampuan mengemudi yang andal.

Baca juga: Honda All-new ZR-V SUV Mulai Dipasarkan April 2023 di Jepang

Hankook Tire memberikan beberapa tips berkendara aman bagi pengendara yang ingin melakukan perjalanan destinasi alam terbuka.

Membuat Estimasi Jarak Tempuh

Dengan mengetahui jarak, Anda dapat mempersiapkan kebutuhan bahan bakar, kondisi ban, tool kit maupun peralatan darurat lainnya. Khusus ban, Anda membutuhkan karakteristik ban dengan desain tapak yang kasar dan lebih renggang agar lebih aman dan nyaman melewati berbagai jenis medan. Ban harus memiliki kemampuan pengereman yang baik di kondisi jalanan basah atau kering.

Menjaga Konsentrasi

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi menjelaskan bahwa sebesar 61% penyebab kecelakaan dipicu oleh faktor manusia. Oleh sebab itu, hindari penggunaan handphone, multitasking dengan kegiatan lainnya dan rasa kantuk ketika berkendara serta pastikan untuk beristirahat dengan cukup dan hindari mengkonsumsi obat obatan yang dapat memicu badan lemas pada saat menyetir.

Menjaga konsentrasi menjadi faktor penting berkendara aman.
Menjaga konsentrasi menjadi faktor penting berkendara aman.

Menentukan Muatan Kendaraan

Untuk muatan kendaraan jenis MPV atau SUV disarankan maksimal delapan orang dan sudah termasuk pengemudi, dengan bobot maksimal 3.500 kilogram. Anda dapat melihat kombinasi kode angka dan huruf pada ban yang menandakan load index per ban mobil.

Kendaraan yang overload muatan kerap berujung pada insiden pecah ban dan rem blong karena tekanan yang diterima oleh ban lebih besar sehingga mengakibatkan gesekan yang melebihi kapasitas ban.

Mengecekan Kendaraan Sebelum Berangkat

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi juga memaparkan bahwa sebesar 9% penyebab kecelakaan dipicu karena faktor kendaraan secara teknis. Cek mesin kendaraan, kondisi air radiator hingga tekanan angin pada ban. Tekanan angin yang ideal pada ban sekitar 32 hingga 35 psi (per square inch).

Baca juga: Simulasi UMP 2023: DKI Jakarta Tertinggi, Jateng Terendah

Waktu pengisian angin pada ban mobil sebaiknya dilakukan pada saat ban dalam keadaan dingin. Karena jika dilakukan pada saat ban keadaan panas, tekanan udara meningkat dan akan terjadi pemuaian yang mengakibatkan ban dapat mengempis. Periksa juga apakah ada objek atau kerikil yang melekat pada ban agar kendaraan tidak selip pada saat melakukan perjalanan.

National Sales Manager Passanger Car Radial PT. Hankook Tire Sales Indonesia Apriyanto Yuwono menjelaskan bahwa ban merupakan salah satu komponen yang penting ketika melakukan perjalanan.

Baca juga: Suzuki Luncurkan Skutik Avenis 125 Seharga Rp 29 Jutaan

“Ban berfungsi sebagai penggerak, menopang muatan dan mendukung kestabilan pada saat melewati berbagi medan. Ban pecah atau ban bocor menjadi salah satu pemicu kecelakaan yang sering terjadi di Indonesia. Oleh sebab itu pastikan Anda memilih ban yang sesuai dan lakukan pengecekan kendaraan secara menyeluruh sebelum melakukan perjalanan,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here