You are here
Home > Travel >

4 Fakta Bunga Edelweis, Tumbuhan Abadi yang Tidak Boleh Dipetik

bunga edelweis

Mediago.id – Kenapa bunga edelweis tidak boleh dipetik? Pertanyaan itu seringkali dilayangkan oleh beberapa orang di forum media sosial.

Karena yang kita tahu, banyak orang yang suka mengoleksi bunga untuk dijadikan hiasan di rumah atau untuk diberi pada seseorang yang terkasih.

Tak terhindari bunga edelweis ini, bunga ini tumbuh di beberapa gunung Indonesia dan pasti dijumpai oleh orang yang melakukan pendakian

Dengan itu pasti banyak pendaki yang mempunyai hasrat agar bisa memetik bunga yang dikenal tumbuhan abadi segala musim tersebut untuk dibawa pulang.

Namun memetik bunga abadi ini merupakan tindakan terlarang saat melakukan kegiatan pendakian, bahkan ada tindakan tegas bagi yang melanggar aturan itu.

Hukuman yang diberikan juga tidak tanggung-tanggung, mulai dari dimasukkan ke dalam penjara paling lama lima thaun hingga bayar denda paling banyak Rp.100 juta.

4 Fakta Bunga Edelweis, Tumbuhan Abadi yang Tidak Boleh Dipetik

Berikut ini adalah fakta-fakta dari bunga edelweis yang mungkin belum Anda ketahui. Silahkan Anda simak!

1.     Tanaman Yang Terkenal di Kalangan Pendaki

Bunga edelweis ini sangat familiar bagi kalangan pendaki karena memang tumbuh kembangnya berada di gunung-gunung Indonesia.

Bahkan ada beberapa gunung Indonesia yang memiliki hamparan luas bunga abadi ini, mulai dari gunung Gede Pangrango, Gunung Sumbing, Gunung Lawu hingga Gunung Merbabu.

2.     Mendapat Julukan Bunga Abadi

Mengapa bunga edelweis dijuluki bunga abadi? Hal ini dikarenakan bunga ini dapat mekar hingga sepuluh tahun lamanya.

Bahkan meskipun melewati berbagai musim bunga edelweis tetap kuat menjaga kelopak bunganya agar tidak rontok dan tetap mekar dalam kurun waktu yang lama.

3.     Ada Sejak 200 Tahun yang Lalu

Bunga ini ditemukan pertama kali oleh Georg Carl Reindwardt yakni seorang naturalis berkebangsaan Jerman saat berada d Gunung Gede, Jawa Barat.

Baca Juga:  Bunga Berdasarkan Bulan Kelahiran dan Makna di Baliknya, Apa Saja?

Beliau menemukan bunga edelweis ini pada tahun 1819 yang artinya sudah sekitar 200 tahun yang lalu.

4.     Terancam Punah

Meski sudah dilayangkan ancaman dengan sanksi berat namun banyak sekali para pendaki yang tidak mencintai kekayaan alam dan melakukan eksplorasi ilegal.

Hal ini tentu membuat keberadaan edelweis terancam. Serta jumlahnya jadi semakin berkurang.

Tentu saja ini menjadikan ancaman punah bagi tumbuhan yang dimiliki asli oleh Indonesia ini jika tidak didukung dengan kesadaran masing-masing.

Demikian di atas merupakan fakta dari bunga edelweis. Mari saling memberi kesadaran agar bunga abadi ini bisa tetap hidup dan tidak pernah mati akibat kerakusan tangan Negeri kita sendiri.

Bagikan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top