You are here
Home > Bisnis >

Industri Desain Produk Kemasan Berpotensi Sumbang Ekonomi

Industri desain kemasan produk
Bagikan

MediaGo – Industri desain produk kemasan punya potensi yang bagus untuk dikembangkan. Bukan hanya dalam pengembangan bisnisnya, industri ini ternyata punya sumbangan yang lumayan besar untuk perekonomian negara. Maka perlu ada langkah serius dalam pengembangan potensi industri ini desain produk kemasan.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menerangkan, industri desain produk kemasan berpotensi memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Apalagi, beragam desain produk nasional di sektor industri kreatif kian diminati di pasar global.

“Desain memiliki porsi yang cukup besar dalam penciptaan nilai tambah produk, karena berpengaruh terhadap rantai nilai sebuah produk, mulai dari bahan baku, proses produksi hingga penyampaian produk kepada konsumen,” terang Gati.

Berdasarkan Global Industrial Design Market 2020 Research Report, nilai pasar global dari desain produk industri masih cukup besar. Pada tahun 2019, nilainya mencapai USD45,38 miliar dan akan menembus hingga USD65,41 miliar pada tahun 2026.

Presiden Joko Widodo dan Iriana Joko Widodo mengunjungi pameran UMKM di JCC Jakarta.
Presiden Joko Widodo dan Iriana Joko Widodo mengunjungi pameran UMKM di JCC Jakarta.

“Tingkat pertumbuhan produk industri tersebut, diproyeksi sebesar 5,3 persen pada periode 2021-2026. Hal ini menunjukkan besarnya peluang di sektor desain produk industri yang dapat terus dioptimalkan di tengah tantangan kondisi global, termasuk dampak dari pandemi Covid-19,” ungkap Gati.

Di Indonesia, jika merujuk data dari Indonesia Packaging Federation (2020), kinerja industri kemasan di Indonesia diproyeksi tumbuh dengan kisaran 6 persen pada tahun 2020 dari nilai realisasi tahun lalu sebesar Rp98,8 triliun. Ditinjau dari materialnya, kemasan yang beredar sebesar 44 persen dalam bentuk kemasan fleksibel, 28 persen kemasan paperboard dan 14 persen kemasan rigid plastic.

Proporsi tersebut diyakini akan meningkat lebih tinggi dibandingkan dengan jenis kemasan lainnya, karena didorong oleh pesatnya peningkatan pasar digital yang membuat mobilitas produk semakin tinggi. “Karakteristik ketiga kemasan tersebut, dari sisi ekonomi dan daya tahan membuatnya menjadi pilihan yang lebih baik,” jelas Gati.

Baca Juga:  Tidak Mudik, Inilah 4 Cara Alokasikan Dana THR

Untuk memberikan apresiasi terhadap pengembangan desain produk industri di Indonesia, khususnya di sektor IKM, Kemenperin siap menggelar penghargaan Indonesia Good Design Selection (IGDS) tahun 2020. Kegiatan ini merupakan penghargaan tertinggi pemerintah dalam bidang desain produk kepada para desainer dan perusahaan industri.


Bagikan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top