You are here
Home > Bisnis >

Suzuki Marine Ciptakan Alat Pengumpul Plastik Mikro Pertama Di Dunia

Suzuki Marine
Bagikan

MediaGo – Sampah menjadi masalah serius yang mengancam kerusakan ekosistem laut. Salah satu jenis sampah yang perlu diwaspadai adalah plastik mikro. Berangkat dari permasalahan tersebut, Suzuki Marine sebagai salah satu unit bisnis Suzuki berinisiatif menciptakan alat pengumpul plastik mikro pertama di dunia yang dapat dipasang di mesin tempel.

“Alat ini terpasang ke mesin tempel dan tidak mempengaruhi kinerja mesin sama sekali. Di saat yang bersamaan, alat ini mampu menyedot plastik-plastik kecil yang ada di jalur kapal,” terang Kensuke Ikeda, Departement Head of Suzuki Marine PT Suzuki Indomobil Sales.

Cara Kerja Alat

Cara kerja alat pengumpul sampah plastik mikro pertama di dunia ini mengikuti mesin tempel. Saat mesin dihidupkan dan kapal melaju, mesin tempel akan memompa air laut untuk mendinginkan mesin.

Air laut tersebut akan melewati saringan yang ada di dalam alat pengumpul plastik mikro, sehingga mampu menyaring sampah dan membersihkan air yang akan mengalir kembali ke laut. Diproduksi di Jepang, alat ini dikembangkan untuk dapat mengumpulkan limbah plastik mikro di sekitar permukaan laut hanya dengan menyalakan mesin kapal.

Melalui berbagai penelitian yang dilakukan dalam membersihkan limbah laut melalui gerakan Suzuki Clean Ocean Project, Suzuki mengembangkan alat ini dengan melakukan uji coba di 4 lokasi di Jepang yaitu Danau Hamana, Mikawa Mito, Kumamoto, dan Toyama, serta 3 negara lain yaitu Cina, Filipina, dan juga Indonesia.

Meski kapasitas jumlah plastik mikro yang dapat dikumpulkan oleh alat tersebut masih terus dikembangkan, namun Suzuki lebih berfokus untuk memberikan kontribusi bagi perbaikan lingkungan dengan menggunakan mesin dan alat yang diproduksi saat ini.

Suzuki Clean Ocean Project

Suzuki Clean Ocean Project merupakan gerakan inisiasi Suzuki sebagai salah satu kontribusi dan komitmen terhadap lingkungan dan masyarakat yang telah berlangsung selama 10 tahun. Selain melalui pengembangan alat pengumpul plastik mikro, Suzuki Clean Ocean Project juga mencakup beberapa komitmen salah satunya adalah Clean-Up the World Campaign, yaitu kampanye untuk membersihkan laut, sungai, danau, dan perairan lainnya.

Baca Juga:  Industri Desain Produk Kemasan Berpotensi Sumbang Ekonomi

Dimulai pada 2010 di Hamamatsu, Jepang, saat ini sudah lebih dari 8.000 orang dari 26 negara yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Di Indonesia sendiri, gerakan Clean Up The World sudah dilaksanakan sebanyak 7 kali sejak tahun 2014. Pada tahun 2019, pelaksanaan kegiatan tersebut dilakukan di 2 tempat, yaitu pulau Bali dan pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta.

Baca juga: AVK Fusion Indonesia Tawarkan Katup Berkualitas Garansi 10 Tahun

Selain itu, Suzuki Marine juga berkomitmen mengurangi plastik untuk kemasan material dan suku cadang mesin dengan mengadopsi bahan kemasan alternatif atau kertas. Pengurangan penggunaan plastik ini diestimasi mampu mengurangi sekitar 2,3 ton plastik setiap tahunnya jika semua kemasan suku cadang asli Suzuki Marine diganti dengan bahan yang lebih ramah lingkungan.

“Alat pengumpul sampah plastik mikro ini adalah bagian dari Suzuki Clean Ocean Project untuk membantu menyelesaikan masalah sosial yang tercantum dalam SDGs (Sustainable Development Goals). Kami berharap pengembangan alat pengumpul plastik mikro ini dapat membawa dampak positif terhadap lingkungan dan juga masyarakat Indonesia,” tutup Ikeda.  


Bagikan
GP

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top