You are here
Home > Kesehatan >

Moms Jangan Panik, Ini 5 Jenis Tangisan Bayi yang Perlu Diketahui

Jenis tangisan bayi

Menjadi seorang ibu yang baru memiliki buah hati tentu saja bukanlah perkara mudah. Banyak kebiasaan bayi yang harus kamu pahami dan kuasai, salah satunya tangisan bayi. Umumnya, kebanyakan ibu baru akan mulai khawatir jika bayi menangis terus menerus, hal itu ternyata bisa terjadi akibat kamu tidak mengetahui maksud si Kecil. Menangis menjadi bahasa yang digunakan bayi ketika mereka merasa lapar, sakit atau tidak nyaman. Oleh sebab itu, ketahui yuk beberapa jenis tangisan bayi yang perlu Moms ketahui. Apa saja ya? 

Jenis tangisan bayi

Jenis tangisan bayi
Jenis tangisan bayi. (Gambar: http://pexels.com)

Penting untuk mengetahui jenis-jenis tangisan bayi karena hal tersebut akan memudahkan kamu untuk mengatasinya saat tahu apa yang dimaksud si Kecil. Jika kebiasaan ini tidak ditanggapi dengan respon yang tepat, bayi bisa menangis terus-menerus, lho. Perlu kamu ketahui, tangisan adalah satu-satunya ‘bahasa’ yang digunakan bayi saat mereka mearasakan sesuatu hal. 

Untuk beberapa waktu, rasanya tangisan ini terdengar sama saja. Tapi lama-kelamaan, seiring waktu yang kamu habiskan bersama dengannya, suara tangisan ini akan bisa menampilkan perbedaan sesuai dengan jenisnya. 

Untuk membedakannya pun bukan hal mudah. Diperlukan waktu agar bisa mengenalinya. Berikut adalah beberapa jenis tangisan bayi menurut Diane E. Papalia dan Sally Wendkos dalam bukunya yang berjudul Human Development seperti dilansir dari Kumparan

1. Tangisan lapar

Suara tangisan bayi yang lapar biasanya muncul secara perlahan-lahan, dan lama-kelamaan bertambah keras. Suaranya juga terdengar memiliki irama yang teratur. Apabila si Kecil menangis dengan tanda-tanda tersebut tak ada salahnya untuk coba mengatasi dengan memberikan bayi makan atau minum. 

2. Tangisan kesakitan

Tangisan bayi yang sakit biasanya berbeda dengan tangisan ketika ia lapar. Biasanya, tangisannya muncul tiba-tiba tanpa diawali tangisan “pendahuluan”. Suaranya pun terdengar sangat keras dan sesekali dia tampak menahan napas sejenak untuk menahan rasa sakit yang dirasakannya.

3. Tangisan kolik

Bila si kecil tak kunjung berhenti menangis selama 3 jam, bisa jadi ini menjadi sebuah tanda bahwa ia terkena kolik, yaitu gangguan pada saluran pencernaan. Gendonglah sambil mengayun secara perlahan-lahan untuk menghentikannya. Apabila tidak berhenti, jangan tunda terlalu lama untuk membawanya ke dokter ya, Moms.

4. Tangisan minta dipeluk

Adakalanya si kecil merasa terkejut hingga menangis keras, misalnya karena sesuatu yang terjatuh atau mendengar suara petir yang menggelegar. Tangisan seperti ini hanya bisa dihentikan dengan cara menggendong dan memeluk si Kecil. Dalam dekapan ibu atau ayah, dia akan menemukan rasa aman dan tentunya mampu menghentikan rasa tidak nyamannya. 

5. Tangisan minta ganti popok

Jenis tangisan bayi
Popok bayi lembap. (Gambar: http://pexels.com)

Tangisan karena popok basah ini akan terdengar sama seperti tangisan lapar. Namun perlu kamu tahu, bahwa yang membedakan jenis tangisan ini adalah gerakan tubuhnya, yaitu jika si Kecil digendong oleh ibunya, dia akan tetap menangis dan tidak berusaha menghisap puting payudara. Kamu juga bisa mengecek bagian popoknya apakah basah atau tidak, bisa jadi bayi merasa tidak nyaman akibat lembap. 

Hal yang perlu diperhatikan ketika bayi menangis 

Jenis tangisan bayi
Hal perluu diperhatikan ketika bayi menangis. (Gambar: http://pexels.com)

Menangis merupakan cara alami buah hati untuk berkomunikasi dan menyampaikan rasa tidak nyaman atau membutuhkan sesuatu. Sebagian besar bayi menangis karena mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar rahim.

Selama 9 bulan bayi terbiasa dengan suasana rahim. Adanya cahaya, warna, tekstur, suara, juga sensasi-sensasi baru seperti rasa lapar atau akan terasa sangat mengganggu bagi mereka. Oleh karena itu, menciptakan sensasi yang menyerupai kondisi di dalam rahim merupakan cara terbaik untuk menenangkan bayi menangis.

Suara tangisan bayi yang melengking memang sering membuat stres, tapi sebagai ibu kamu harus tetap sadar. Mengutip dari NHS, hindari menggoyangkan kepala bayi karena bisa membuat kerusakan pada otak bayi.

Namun jika si Kecil menangis terus menerus walaupun kamu telah berusaha menenangkan dengan berbagai cara yang sudah disebutkan di atas, jangan ragu untuk menghubungi dokter. Terutama apabila kamu juga mengamati beberapa tanda atau gejala yang tidak biasa pada bayi. Perlunya membawa bayi ke dokter jika tangisan tak kunjung berhenti serta menimbulkan beberapa gejala yang tak biasa agar dapat mendapatkan perawatan yang tepat. 

Baca juga: 6 Nutrisi Penting MPASI Bayi Usia 6 Bulan

Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

Leave a Reply

Top