You are here
Home > Kesehatan >

Sering Disepelekan, Ternyata Ini 9 Penyebab Terjadinya Insomnia

Penyebab terjadinya insomnia
Bagikan

Insomnia adalah suatu kondisi di mana seseorang mengalami kesulitan untuk memulai tidur, sering terbangun di malam hari, atau bangun terlalu pagi dan tidak bisa kembali tidur. Hal ini sering disepelekan, karena mereka tidak mengetahui dengan pasti penyebab terjadinya insomnia. Akibat dibiarkan terus-menerus, akhirnya menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Tak hanya fisik, insomnia juga dapat mengganggu suasana hati, lho. Agar bisa segera diatasi dengan tepat, kamu perlu tahu penyebab terjadinya insomnia tersebut. 

Penyebab terjadinya insomnia 

Penyebab terjadinya insomnia
Penyebab terjadinya insomnia. (Gambar: http://pexels.com)

Dilansir dari laman Mayo Clinic, insomnia yang parah bisa menimbulkan komplikasi, seperti prestasi kerja yang memburuk, dan meningkatkan risiko kecelakaan, penyakit mental, hipertensi, serta penyakit jantung. Oleh sebab itulah, insomnia tidak boleh disepelekan.

Untuk mengatasinya, dokter dan kamu akan bekerja sama mencari tahu penyebab kenapa mengalami kesulitan untuk tidur. Ketika sudah mengetahui penyebabnya tersebut, hal itulah yang akan membuat dokter akan mempertimbangkan cara paling tepat untuk menyembuhkan insomnia. Berikut ini ada beberapa penyebab insomnia, yang salah satunya mungkin kamu rasakan: 

1. Mengalami stres

Kekhawatiran tentang pekerjaan, sekolah, kesehatan, keuangan, atau keluarga dapat membuat pikiran tetap aktif di malam hari, sehingga sulit untuk tidur. Peristiwa kehidupan yang penuh tekanan atau trauma seperti kematian atau penyakit orang yang dicintai, perceraian, atau kehilangan pekerjaan juga dapat menyebabkan insomnia.

2. Jadwal perjalanan atau pekerjaan

Ritme sirkadian bertindak sebagai jam internal, memandu hal-hal seperti siklus tidur-bangun, metabolisme, dan suhu tubuh. Mengganggu ritme sirkadian tubuh dapat menyebabkan insomnia. Penyebabnya termasuk jet lag karena bepergian melintasi beberapa zona waktu, bekerja di shift akhir atau awal, atau sering berganti shift.

3. Kebiasaan tidur yang buruk

Kebiasaan tidur yang buruk termasuk jadwal waktu tidur yang tidak teratur, merangsang aktivitas sebelum tidur, lingkungan tidur yang tidak nyaman, dan menggunakan tempat tidur  untuk bekerja hingga makan atau menonton TV. Perlu kamu ketahui bahwa pemakaian komputer, TV, video game, smartphone, atau layar lain sebelum tidur dapat mengganggu siklus tidur.

Baca Juga:  Waspada! Muncul Jenis 'Long Covid', Ini Gejalanya

4. Makan terlalu banyak di malam hari

Konsumsi makanan ringan sebelum tidur boleh-boleh saja, tetapi makan terlalu banyak dapat menyebabkan merasa tidak nyaman secara fisik saat berbaring. Banyak orang juga mengalami mulas, aliran balik asam dan makanan dari lambung ke kerongkongan setelah makan, yang mungkin membuat kamu tetap terjaga. Insomnia kronis juga dapat dikaitkan dengan kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu. Mengobati kondisi medis dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, tetapi insomnia dapat bertahan setelah kondisi medis membaik.

5. Gangguan kesehatan jiwa.

Gangguan kecemasan, seperti gangguan stres pasca-trauma, dapat mengganggu tidur. Bangun terlalu dini bisa menjadi tanda depresi. Insomnia sering terjadi dengan gangguan kesehatan mental lainnya juga.

6. Konsumsi obat-obatan

Mengonsumsi banyak obat resep dapat mengganggu tidur, seperti antidepresan tertentu dan obat untuk asma atau tekanan darah. Banyak obat yang dijual bebas seperti beberapa obat nyeri, alergi dan obat flu, dan produk penurun berat badan yang mengandung kafein dan stimulan lain yang dapat mengganggu tidur.

7. Memiliki atau menderita kondisi medis tertentu

Contoh kondisi yang terkait dengan insomnia termasuk nyeri kronis, kanker, diabetes, penyakit jantung, asma, penyakit refluks gastroesofagus (GERD), tiroid yang terlalu aktif, penyakit Parkinson, dan penyakit Alzheimer.

8. Gangguan terkait tidur

Sleep apnea menyebabkan berhenti bernapas secara berkala sepanjang malam, dan mengganggu tidurmu. Sindrom kaki gelisah menyebabkan sensasi tidak menyenangkan di kaki dan keinginan yang hampir tak tertahankan untuk menggerakkannya, yang dapat mencegah kamu tertidur.

9. Kafein, nikotin, dan alkohol

Kopi, teh, cola, dan minuman berkafein lainnya adalah stimulan. Meminumnya di sore atau malam hari bisa membuat kamu tidak tertidur di malam hari. Nikotin dalam produk tembakau adalah stimulan lain yang dapat mengganggu tidur. Alkohol dapat membantu tertidur, tetapi alkohol mencegah tahap tidur yang lebih dalam dan sering menyebabkan terbangun di tengah malam. 

Baca Juga:  5 Bahan Alami Ini Ampuh Mengatasi Jerawat Batu

Itulah beberapa penyebab terjadinya insomnia yang seringkali dianggap sepele oleh kebanyakan orang. Sehingga jika tidak segera diobati, justru akan berbahaya bagi kesehatan tubuh. 

Baca juga: 5 Cara Ampuh Agar Bisa Tidur Cepat, Hanya Dalam Hitungan Detik!


Bagikan
Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top