SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Wednesday, May 22, 2024
spot_imgspot_img
HomeKesehatanJenis-Jenis Masker yang Disebut Efektif untuk Cegah Penularan Virus

Jenis-Jenis Masker yang Disebut Efektif untuk Cegah Penularan Virus

Demi mencegah terjadinya penularan virus COVID-19, pemakaian masker menjadi salah protokol kesehatan yang wajib dilakukan. Namun apakah kamu tau jenis-jenis masker yang efektif digunakan selama pandemi COVID-19? 

Jenis-jenis masker yang efektif digunakan saat pandemi

Melansir penjelasan dari laman Centers for Disease Control and Prevention (CDC), berikut ini 3 jenis masker yang dianjurkan demi mencegah penularan virus COVID-19: 

1. Masker kain

Masker Kain Tak Lagi Dianjurkan, Ahli Minta Warga Pakai Masker Bedah
Masker kain. (Gambar: http://detik.com)

Masker kain adalah masker non-medis yang bisa dijadikan alternatif untuk menghalau percikan air liur, ingus, dan dahak pada masa pandemi COVID-19 seperti saat ini. Umumnya masker kain ini terbuat dari berbagai jenis bahan kain.

Masker kain yang tepat untuk digunakan harus memiliki serat rapat, tapi tetap bisa membuat kamu bernapas dengan nyaman. Selain itu pastikan kain yang digunakan untuk membuat masker berasalah dari kain katun serta terdiri dari 2 hingga 3 lapis.

Kelebihan dari masker kain ini sendiri adalah: 

  • Melindungi kamu dari debu, percikan air liur, ingus, dan dahak.
  • Dapat digunakan berkali-kali. Kamu bisa mencucinya untuk digunakan kembali.

Selain memiliki kelebihan, kamu juga harus mempertimbangkan beberapa kekurangan dari masker kain yaitu:

  • Tidak dapat menyaring bakteri dan virus secara efektif.
  • Tidak efektif jika lembap atau basah.

Cara untuk mendapatkan perlindungan ekstra dan fit yang lebih baik kamu bisa pakai dua masker (masker sekali pakai di bawah dan masker kain di atasnya), atau kombinasikan masker kain dengan fitter atau brace

Jika kita lihat berbagai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing masker, masker kain merupakan pilihan yang paling tepat dan direkomendasikan untuk dipakai oleh masyarakat umum. Selain mudah untuk didapatkan, kamu juga bisa membuatnya sendiri. 

2. Masker sekali pakai 

Jenis Masker
Masker sekali pakai. (Gambar: pixabay.com)

Masker wajah sekali pakai umumnya disebut juga sebagai masker bedah. Masker jenis ini sering digunakan oleh pekerja medis, seperti dokter saat menangani pasien. Dan memiliki warna hijau atau biru yang terdiri dari tiga lapis dengan fungsi berbeda.

Kelebihan yang dimiliki dari jenis masker sekali pakai ini adalah: 

  • Ampuh melindungi dari partikel besar di udara, seperti air liur, ingus, dan dahak.
  • Masker sekali pakai juga terdiri dari tiga lapis, yakni lapisan luar untuk anti air, lapisan tengah untuk filter kuman, dan lapisan dalam untuk menyerap cairan yang keluar dari mulut

Selain itu beberapa kekurangannya yaitu: 

  • Hanya bisa sekali pakai dan harus langsung di buang. 
  • Tidak efektif jika sudah lembap atau basah.
  • Serta saat ini stok di pasaran semakin menipis.

Pemakaian masker ini sangat tepat ketika kamu berada di dalam atau di luar ruangan dengan orang-orang yang tidak tinggal satu rumah denganmu. 

Cara untuk mendapatkan perlindungan ekstra yang lebih baik saat menggunakan masker sekali pakai yaitu pakai dua masker (masker sekali pakai di bawah dan masker kain di atas), knot dan selipkan loop telinga dari masker 3 lapis.

3. Masker N95

Jenis masker
Masker N95. (Gambar: http://pixabay.com)

Sebutan N95 untuk jenis masker ini sebenarnya diambil dari fakta masker ini mampu menyaring 95 persen artikel udara berukuran besar dan kecil. Masker ini banyak digunakan oleh tenaga medis atau pekerja yang menangani bahan-bahan beracun.

Hampir sama dengan masker sekali pakai, berikut ini beberapa kelebihan masker N95:

  • Melindungi dari partikel kecil di udara, seperti virus.
  • Melindungi dari partikel besar di udara, seperti debu, percikan air liur, ingus, dan dahak.
  • Melindungi dari bahan beracun.

Kendati memiliki daya lindung yang lebih baik, masker ini lebih diutamakan untuk digunakan oleh tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 secara langsung.

Waktu yang tepat untuk menggunakan masker

Berdasarkan anjuran dari WHO, ketika kamu berada di area terbuka atau banyak virus beredar, masker harus dipakai. Contohnya saat berada di tempat ramai, di mana tidak boleh berjarak minimal 1 meter dari orang lain, dan di ruangan dengan ventilasi yang buruk. 

Memang tidak selalu mudah untuk menentukan kualitas ventilasi, yang bergantung pada laju pergantian udara, resirkulasi, dan udara segar di luar ruangan. Jadi jika kamu ragu, lebih aman memakai masker saja.

Kamu juga harus selalu membersihkan tangan sebelum dan sesudah menggunakan masker.Selama menggunakan masker, sebisa mungkin tetap menjaga jarak fisik dengan orang lain. Mengenakan masker tidak berarti kamu dapat melakukan kontak dekat dengan orang-orang.

Untuk pengaturan publik dalam ruangan seperti pusat perbelanjaan, bangunan keagamaan, restoran, sekolah dan transportasi umum, kamu tetap harus mengenakan masker jika tidak dapat menjaga jarak fisik dari orang lain.

CopyAMP code
Arianti
Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular