SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Monday, July 15, 2024
spot_imgspot_img
HomeNewsKementerian Kominfo dan Komisi I DPR RI Sosialisasikan Analog Switch Off

Kementerian Kominfo dan Komisi I DPR RI Sosialisasikan Analog Switch Off

MediaGo – Program Analog Switch Off (ASO) atau migrasi dari siaran televisi (TV) analog ke TV digital tengah gencar dilakukan pemerintah. Rencananya, tahun ini siaran TV analog akan dimatikan dan digantikan oleh siaran TV digital.

Menyikapi hal tersebut, Kresna Dewanata Phrosakh, Anggota Komisi I DPR RI mengatakan, di era digital seperti saat ini, masyarakat memang sudah sepatutnya mengikuti perkembangan yang ada. Tak terkecuali dengan peralihan siaran TV analog ke digital. Diakuinya, dalam menyukseskan program ini, dibutuhkan sosialisasi yang tepat agar berjalan dan bisa menjangkau seluruh kalangan masyarakat.

“Kehadiran Komisi I DPR dalam sosialisasi ASO ini memastikan Kominfo menjalankan program ini secara lancar dan bisa menjangkau seluruh kalangan masyarakat,” tutur Kresna dalam diskusi publik virtual Sosialisasi Analog Switch Off sekaligus penyerahan Set Top Box (STB) Kementerian Kominfo bersama Komisi I DPR RI, Rabu (20/4/2022).

Baca juga: Berkencan Di Ruang Digital, Farah Puteri Nahlia: Harus Diwaspadai!

Dia melanjutkan, peralihan siaran TV analog ke digital ini sejalan dengan UU Cipta kerja yang membahas tentang penghentian siaran TV Analog di Indonesia paling lambat pada 2 November 2022. Sebagai upaya merealisasikan program tersebut, Kementerian Kominfo dan Komisi I DPR RI memberikan STB kepada masyarakat, seperti halnya di Kota Batu, Jawa Timur.

“Masyarakat Kota Batu akan menerima Set Top Box (STB) untuk memaksimalkan penggunaan TV digital namun di perangkat TV biasa. STB ini bisa didapatkan secara gratis dengan beberapa persyaratan,” ujarnya.

“Pemerintah juga telah menyiapkan pendistribusian STB ini untuk masyarakat miskin yang memiliki perangkat TV biasa atau analog. Sekitar 6,7 juta STB akan didistribusikan ke masyarakat,” tambah Kresna.

Di kesempatan yang sama, Onny Ardianto Kepala Dinas Kominfo Kota Batu memaparkan Kota Batu masuk pada tahap tiga migrasi televisi digital dan pembagian STB gratis batas terakhir pada 2 November 2022 dengan Kota Malang dan kabupaten Kota Malang. Untuk mendapatkan STB gratis, data DTKS Kemensos digunakan oleh Kominfo sebagai acuan dalam menentukan penerima Set Top Box (STB) gratis.

“Kota Batu sudah berada dalam cakupan TV digital. Untuk mendapatkan STB gratis dari pemerintah, calon penerima harus mencocokkan terlebih dahulu data NIK dan KTP yang dimiliki dengan data yang ada dalam sistem DTKS Kemensos,” ungkapnya.

Di sisi lain, Geryantika Kurnia, Direktur Penyiaran Kominfo menjelaskan, mengenai urgensi perpindahan dari TV analog menjadi digital. Karena banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat terkait migrasi ini, yang paling utama adalah kualitas siaran. “Siarannya jadi lebih bersih dan memiliki suara jernih dapat dinikmati secara gratis oleh masyarakat,” jelasnya.

Baca juga: Menanti Disahkannya RUU Perlindungan Data Pribadi

Selain itu, lanjutnya, siaran digital juga lebih efisien dalam biaya infrastruktur dan operasional lebih murah. Siaran TV Digital juga memiliki spectrum frekuensi radio berdampak pada peningkatan akses internet. “Hal ini juga akan berdampak pada berkembangnya ekonomi digital. ASO juga bisa menghindari adanya intervensi frekuensi dari negara lain,” jelasnya.

Dalam mendukung hal ini diperlukan perangkat STB. TV biasa bisa dipasangkan STB untuk menangkap siaran digital. Sedangkan penghentian siaran TV analog atau ASO akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan pada 30 April 2022, 25 Agustus 2022, dan tahap ketiga 2 November 2022. “Saya berharap berharap sosialisasi ini bisa meratakan seluruh rakyat Indonesia untuk beralih dari siaran analog ke TV digital pada tahun ini,” harapnya.

CopyAMP code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular