You are here
Home > News >

Asal Nama Jakarta dari Zaman Kerajaan hingga Sekarang

Asal Usul Nama Jakarta dari Zaman Kerajaan hingga Sekarang

MediaGo – Jakarta atau yang saat ini secara resmi bernama Daerah Khusus Ibukota Jakarta atau DKI Jakarta punya sejarah panjang dalam perubahan namanya. Asal muasal nama Jakarta Nama kota Jakarta dapat kita telusuri mulai abad ke-14.

Sebelum menjadi DKI Jakarta, setidaknya ada 13 nama lain yang pernah disandang oleh Jakarta. Salah satu yang tidak asing didengar dalam pelajaran sejarah saat sekolah dulu adalah nama Sunda Kelapa, Jayakarta, dan Batavia.

Baca juga: Pekan Raya Jakarta Dari Masa Ke Masa

Nah, selain memeriahkan HUT Jakarta 2022, kita kilas balik dahulu nama-nama yang pernah disematkan oleh Kota Jakarta. Berikut 13 nama lain kota Jakarta dikutip dari berbagai sumber.

1. Sunda Kelapa

Pada abad ke-14, kota ini masih bernama Sunda Kelapa, yakni sebuah pelabuhan kerajaan Padjajaran yang menjadi pusat perdagangan. pada 21 Agustus 1522, Portugis menjalin perjanjian dengan Kerajaan Padjajaran untuk membangun perkantoran dan perumahan yang dilengkapi benteng.

2. Jayakarta

Pada tanggal 22 Juni 1527, Panglima Kerajaan Demak- Cirebon Fatahillah menyerbu Sunda Kelapa dan berhasil menguasai kawasan tersebuu. Nama Sunda Kelapa pun diganti oleh Fatahillah menjadi Jayakarta.

Baca juga: Sejarah Sarinah, Bentuk Penghormatan Presiden Soekarno Untuk Pengasuhnya

3. Stad Batavia

Belanda mulai masuk dan berhasil menguasai Jayakarta. Pada 30 Mei 1619, kota ini pun jatuh ke tangan Belanda. Kota ini dihancurkan dan diganti kota baru dengan nama Batavia. Pada 4 Maret 1621, Belanda membentuk pemerintahan kota bernama Stad Batavia yang artinya Kota Batavia.

4. Gemeente Batavia

Setelah pemerintah Belanda membentuk Stad Batavia pada 4 Maret 1621, pemerintah Kolonial Belanda kembali mengubah namanya. Nama Stad Batavia diubah pada 1 April 1905 oleh pemerintah Kolonial belanda menjadi Gemeente Batavia atau Kotamadya Batavia.

5. Stad Gemeente Batavia

Setelah mengubah nama dari Stad Batavia ke Gemeente Batavia, Belanda kembali mengubahnya menjadi Stad Gemeente Batavia pada 8 Januari 1935.

Baca juga: 5 Kota Paling Macet Di Indonesia, Jakarta Bukan Yang Pertama

6. Jakarta Toko Betsu Shi

Kekalahan perang Belanda atas Jepang membuat berbagai nama berbau Belanda diubah. Begitu pula dengan nama kota Jakarta menjadi Jakarta Toko Betshu Shi pada 8 Agustus 1942.

7. Pemerintah Nasional Kota Jakarta

Setelah kemerdekaan Indonesia, tepatnya pada September 1945, Pemerintah Indonesia mengganti nama kota Jakarta menjadi Pemerintah Nasional Kota Jakarta.

8. Stad Gemeente Batavia

Ketika Indonesia kembali dijajah oleh Belanda, nama Pemerintah Nasional Kota Jakarta diubah kembali menjadi Stad Gemeente Batavia, nama yang pernah dipakai sebelum kalah perang dari Jepang.

Baca juga: Formula E 2022 Jakarta Resmi Akan Digelar Di Ancol

9. Kota Praja Jakarta

Pada 24 Maret 1950, nama Stad Gemeente Batavia kembali diubah oleh pemerintah Indonesia menjadi Kota Praja Jakarta.

10. Kota Praja Djakarta Raya

Pada 18 Januari 1958, Jakarta dinyatakan sebagai daerah Swatantra atau daerah otonom. Oleh karena itu, Kota Praja Jakarta berganti menjadi Kota Praja Djakarta Raya.

11. Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya

Sesuai dengan PP No. 2 tahun 1961 jo UU No. 2 PNPS 1961, Kota Praja Djakarta Raya berubah menjadi Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya.

Baca juga: Pendidikan Karakter Pancasila Dalam Pembelajaran Daring

12. Jakarta

UU No. 10 tahun 1964 menyatakan Daerah Khusus Ibukota Jakarta Raya tetap menjadi Ibu Kota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta pada 31 Agustus 1964.

13. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

Menurut UU No. 34 tahun 1999 tentang Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta menyatakan bahwa nama pemerintah daerah diganti menjadi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Itulah 13 nama yang pernah disandang oleh Kota Jakarta dari masa kerajaan hingga saat ini. Tepat di HUT Kota Jakarta ke-495 pada 22 Juni 2022 ini, seluruh warga berharap Jakarta bisa menjadi kota yang maju, bersih, aman, dan nyaman.

Leave a Reply

Top