SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Saturday, July 13, 2024
spot_imgspot_img
HomeTravelMenparekraf Luncurkan Program Kartu Prakerja Bagi Pelaku Parekaf di Toba

Menparekraf Luncurkan Program Kartu Prakerja Bagi Pelaku Parekaf di Toba

MediaGo – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meluncurkan Program Kartu Prakerja bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Upaya ini dilakukan untuk membantu membangkitkan semangat para pelaku parekraf agar tetap berkarya di tengah pandemi COVID-19.

Menparekaf Sandiaga Uno saat peluncuran program ini di Hotel Inna Parapat, Sumatera Utara, Jumat (26/3/2021) menjelaskan, pihaknya mengapresiasi program utama pemerintah ini dalam membantu masyarakat untuk memulihkan perekonomian khususnya pada sektor parekraf saat pandemi.

“Kami sangat mengapresiasi, ini adalah program yang diluncurkan di 5 DSP, dan kita kick off di Danau Toba untuk membangkitkan harapan dan semangat, memupuk motivasi agar masa depan kita di tengah pandemi ini kembali cerah, sekaligus untuk membangkitkan dan memulihkan sektor parekraf,” katanya.

Pemaparan Menparekraf Tentag Program Kartu Prakerja

Program Kartu Prakerja untuk Pelaku Pariwisata dan Industri Kreatif

Selain itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini juga berharap program ini tidak hanya memberikan pelatihan dan insentif, tetapi membuka peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya sekaligus meningkatkan kompetensi.

“Harapan kita juga di desa-desa wisata sekitar Danau Toba juga bisa tersentuh oleh program prakerja,” harapnya.

Direktur Eksekutif PMO Program Kartu Prakerja Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Denni Puspa Purbasari menjelaskan, terdapat 1.000 jenis pelatihan di ekosistem Program Kartu Prakerja. Pada 2020, Kartu Prakerja menjangkau 514 kabupaten/kota dengan penerima manfaat sebesar 5,5 juta masyarakat Indonesia.

Penyerahan Kartu Prakerja Bagi Pelaku Parekraf di Danau Toba

Program Kartu Prakerja Bukan Bansos

Dirinya juga menjelaskan, selain memberikan keterampilan, program ini juga menjadi sekoci untuk mendukung daya beli masyarakat. Program ini bukanlah program bantuan sosial (bansos) murni, untuk itu diharapkan masyarakat bisa mengambil manfaat untuk meningkatkan pelatihan Skiling, Reskilling, dan Upskilling.

Seperti dilansir dari website Kemenparekaf, bahwa nantinya penerima program ini dilakukan dalam beberapa gelombang. untuk gelombang 12-15 pada 2021 sebanyak 2,4 juta penerima di 34 provinsi di Indonesia. Sedangkan untuk di 5 DSP ada 78,5 ribu berada di Sumatera Utara, di Jawa Tengah ada 153 ribu, Nusa Tenggara Barat ada 52,2 ribu, Nusa Tenggara Timur ada 51,9 ribu, dan di Sulawesi Utara ada 52,6 ribu penerima.

“Di Kabupaten Toba ini sudah ada banyak penerima kartu ini. Jadi, bantulan kawan-kawan yang lain, dorong mereka untuk mendaftar Kartu Prakerja karena mendaftar Kartu Prakerja cukup mudah, hanya memerlukan waktu 20 menit,” ujarnya.

CopyAMP code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular