SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Sunday, November 1, 2026
SPACE IKLAN TERSEDIA
Pasang Iklan di MediaGo.id
Desktop Header Banner Placement
redaksi@mediago.id
HomeKesehatanSiloam Hospitals Mampang Masuk Peta Global Pencegahan Osteoporosis, Hadirkan 7 Program Skrining...

Siloam Hospitals Mampang Masuk Peta Global Pencegahan Osteoporosis, Hadirkan 7 Program Skrining Tulang dan Sendi

MediaGo – Upaya mencegah osteoporosis dan patah tulang berulang kini menjadi perhatian serius Siloam Hospitals Mampang.

Rumah sakit ini memperkuat layanan kesehatan tulang melalui pengembangan Fracture Liaison Service (FLS) yang berhasil mengantarkannya masuk dalam peta praktik terbaik global Capture the Fracture milik International Osteoporosis Foundation (IOF).

Dalam program tersebut, Siloam Hospitals Mampang tercatat dengan status New FLS (Blue Star).

Pencapaian ini menjadi langkah awal dalam pengembangan layanan terpadu untuk membantu pasien mengurangi risiko patah tulang berulang akibat osteoporosis.

Komitmen tersebut diperkenalkan kepada masyarakat melalui kegiatan bertajuk Timeless Music, Timeless Movement di Fountain Atrium, Grand Indonesia, Jumat (30/10/2026). Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Sedunia.

Pentingnya pencegahan osteoporosis tidak terlepas dari tingginya risiko patah tulang pada kelompok usia lanjut. International Osteoporosis Foundation (IOF) mencatat, satu dari tiga perempuan dan satu dari lima laki-laki berusia 50 tahun ke atas berpotensi mengalami patah tulang akibat osteoporosis sepanjang hidup mereka.

Kondisi tersebut dapat berdampak pada kemampuan bergerak, kemandirian, hingga kualitas hidup seseorang. Karena itu, pemeriksaan kesehatan tulang dan penanganan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko komplikasi.

Siloam Hospitals Mampang Kembangkan Layanan untuk Mencegah Patah Tulang Berulang

Patah tulang akibat osteoporosis tidak boleh dianggap sebagai masalah yang selesai setelah pasien menjalani operasi atau mendapatkan tindakan medis. Pasalnya, orang yang pernah mengalami patah tulang akibat kerapuhan memiliki kemungkinan lebih besar mengalami kejadian serupa.

Risiko patah tulang berikutnya bahkan cenderung meningkat dalam satu hingga dua tahun setelah kejadian pertama. Oleh sebab itu, pasien membutuhkan pemantauan dan penanganan lanjutan agar risiko tersebut dapat dikendalikan.

Salah satu upaya yang dilakukan Siloam Hospitals Mampang adalah mengembangkan Fracture Liaison Service (FLS). Layanan ini merupakan sistem pendampingan terkoordinasi untuk mengidentifikasi pasien yang pernah mengalami patah tulang, mengevaluasi kemungkinan osteoporosis, serta menentukan langkah penanganan berikutnya.

Dr. dr. Wahyuni Dian Purwati, Sp.EM, Hospital Director Siloam Hospitals Mampang, menjelaskan bahwa pelayanan pasien patah tulang harus tetap berlanjut meskipun tindakan medis telah selesai.

Menurutnya, melalui FLS, rumah sakit ingin memastikan pasien mendapatkan perhatian menyeluruh, mulai dari identifikasi faktor risiko, pemeriksaan osteoporosis, edukasi kesehatan, hingga pemantauan lanjutan.

Dengan demikian, pasien tidak hanya memperoleh pemulihan dari cedera pertama, tetapi juga mendapatkan pendampingan untuk menekan kemungkinan mengalami patah tulang kembali.

Masuknya Siloam Hospitals Mampang dalam peta global Capture the Fracture®️ dengan status New FLS (Blue Star) menjadi bagian dari komitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan tersebut.

Osteoporosis Bisa Terjadi Tanpa Gejala, Kenali Tanda-Tandanya

Salah satu hal yang membuat osteoporosis perlu diwaspadai adalah perkembangannya yang sering tidak disertai gejala nyata. Banyak orang baru menyadari kepadatan tulangnya menurun setelah mengalami patah tulang.

Kondisi ini juga dapat terjadi pada tulang belakang. Bahkan, patah tulang akibat kerapuhan pada bagian tersebut terkadang tidak terdeteksi karena tidak selalu menimbulkan rasa sakit yang berat.

dr. Dohar A.L. Tobing, Sp.OT, Subsp.OTB(K), Dokter Spesialis Orthopaedi dan Traumatologi sekaligus Subspesialis Orthopaedi Tulang Belakang Konsultan Siloam Hospitals Mampang, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap perubahan postur dan penurunan tinggi badan sebagai proses penuaan biasa.

Kedua kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan pada tulang belakang akibat osteoporosis.

Ia menekankan pentingnya memahami faktor risiko dan melakukan konsultasi medis agar gangguan kesehatan tulang dapat diketahui sebelum berkembang menjadi patah tulang.

Sebagai bagian dari edukasi publik, Siloam Hospitals Mampang menargetkan lebih dari 200 pengunjung dalam kegiatan di Grand Indonesia untuk memperoleh informasi kesehatan tulang serta menjalani pemeriksaan kepadatan tulang secara gratis.

Kegiatan ini juga mendukung kampanye global IOF tahun 2026, yaitu Build, Protect, Strengthen Your Bones for Life. Kampanye tersebut mengajak masyarakat membangun, melindungi, dan memperkuat tulang sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sepanjang hidup.

Ini 7 Program Skrining Tulang dan Sendi yang Dikembangkan

Selain mengembangkan FLS, Siloam Hospitals Mampang turut menghadirkan tujuh program skrining kesehatan untuk membantu masyarakat mengenali gangguan tulang, sendi, dan fungsi gerak lebih awal.

Berikut tujuh program pemeriksaan yang disediakan:

1. Skrining Osteoporosis

Program ini mencakup pemeriksaan kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD) serta konsultasi dengan dokter spesialis orthopaedi untuk mengevaluasi kondisi kesehatan tulang.

2. Skrining Osteoartritis Lutut

Pemeriksaan dilakukan melalui rontgen dan konsultasi dengan dokter subspesialis panggul dan lutut. Pemeriksaan MRI juga dapat dilakukan apabila diperlukan berdasarkan pertimbangan medis.

3. Skrining Nyeri Punggung Bawah

Ditujukan bagi masyarakat yang mengalami keluhan nyeri punggung bawah. Pemeriksaan meliputi rontgen, MRI lumbal, dan konsultasi dokter subspesialis tulang belakang sesuai indikasi.

4. Skrining Nyeri Bahu

Program ini menyediakan pemeriksaan rontgen, USG, serta konsultasi dengan dokter subspesialis bahu dan siku berdasarkan kebutuhan klinis.

5. Skrining Kaki dan Pergelangan Kaki

Pemeriksaan dilakukan melalui rontgen dan konsultasi dengan dokter subspesialis terkait untuk mengetahui kemungkinan gangguan pada kaki maupun pergelangan kaki.

6. Active Life MCU

Program pemeriksaan kesehatan yang dirancang untuk individu aktif dan masyarakat yang rutin melakukan aktivitas olahraga.

7. Skrining Berbasis Komunitas

Program pemeriksaan yang dilaksanakan bersama mitra komunitas, termasuk skrining skoliosis dan bunion atau kelainan bentuk ibu jari kaki.

Melalui ketujuh program tersebut, masyarakat diharapkan memiliki akses lebih baik terhadap pemeriksaan kesehatan tulang dan sendi. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga mobilitas agar tetap optimal seiring bertambahnya usia.

Executive Director Siloam Hospitals Mampang, Ratih Hadiwinoto, menyampaikan bahwa layanan orthopaedi seharusnya tidak hanya menjadi pilihan ketika seseorang mengalami cedera atau membutuhkan operasi.

Menurutnya, berbagai gangguan pada tulang dan sendi sebenarnya dapat diantisipasi melalui pemeriksaan dini, edukasi kesehatan, serta pelayanan yang terintegrasi.

Rumah Sakit Tidak Hanya Fokus Mengobati, tetapi Juga Mencegah Penyakit

Siloam Hospitals Mampang ingin mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap kesehatan tulang sehingga tetap mampu menjalankan aktivitas sehari-hari secara aktif dan produktif.

Ratih menambahkan, keberhasilan rumah sakit tidak semata-mata diukur dari kemampuan menangani pasien yang mengalami gangguan kesehatan. Upaya mencegah masalah kesehatan sebelum terjadi juga menjadi bagian penting dari pelayanan.

Bagi pengunjung yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut berdasarkan hasil skrining dalam kegiatan di Grand Indonesia, Siloam Hospitals Mampang menyediakan arahan untuk berkonsultasi sesuai kondisi dan kebutuhan medis masing-masing.

Ke depan, rumah sakit akan terus mengembangkan layanan pencegahan patah tulang berulang melalui penguatan koordinasi tindak lanjut pasien serta peningkatan kualitas pelayanan dalam kerangka Capture the Fracture®️.

Langkah ini sejalan dengan komitmen Siloam International Hospitals untuk memberikan pelayanan kesehatan yang tepat di setiap tahapan perawatan.

Dengan penguatan deteksi dini, edukasi, dan layanan terpadu, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan tulang agar dapat mempertahankan mobilitas, kemandirian, dan kualitas hidup dalam jangka panjang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Most Popular

spot_img