SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Sunday, April 7, 2024
spot_imgspot_img
HomeBisnisTiga Kendala Besar UMKM dalam Proses Pengajuan Pinjaman

Tiga Kendala Besar UMKM dalam Proses Pengajuan Pinjaman

MediaGo – Indonesia menjadi lahan subur bagi 62 juta lebih UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), di mana hampir 99 persen di antaranya masuk dalam kategori usaha mikro. Semua usaha kecil ini merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia, yang menyumbang hampir 60 persen PDB nasional dan menyerap tenaga kerja Indonesia sebesar 97 persen.

Dalam Laporan Mambu bertajuk Small Business, Big Growth pada Maret 2022 dijelaskan, UMKM masih punya kendala besar dalam mengakses dana usaha. Kondisi tersebut terjadi karena industri pinjaman dana usaha tidak mengikuti kemajuan teknologi seperti di bidang-bidang bisnis dan keuangan lainnya.

Baca juga: Kabar Gembira! 3 UMKM Indonesia Go International

Myles Bertrand selaku Managing Director APAC di Mambu mengatakan, jika pemberi pinjaman ingin menarik perhatian pangsa pasar UMKM Indonesia, mereka mesti melakukan modernisasi proses pemberian pinjaman dan menerapkan teknologi baru dalam menyediakan solusi pinjaman yang bersifat personal, sederhana, dan mudah diakses.

“Dengan layanan pinjaman digital yang lebih baik, proses pengambilan keputusan dan pengurusan pinjaman pun akan menjadi lebih cepat. Artinya, dana usaha bisa langsung cair saat pemilik bisnis benar-benar membutuhkannya,” ucapnya.

Baca juga: 2 Strategi Besar Digitalisasi Ekonomi Yang Disiapkan Jokowi

Dalam laporan itu dipaparkan bahwa Bagi UMKM di Indonesia, kendala terbesar dalam mendapatkan dana usaha terdapat pada proses pengajuan pinjaman. Ada tiga kendala terbesar yang dihadapi UMKM, yaitu proses pengajuan pinjaman yang berbelit dan menguras tenaga (51 persen), birokrasi dan administrasi yang bertele-tele (37 persen), dan minimnya modal awal (31 persen). 

Akibat dari hal tersebut, ada tiga masalah utama yang dihadapi UMKM di Indonesia antara lain kesulitan arus kas (37 persen), tidak dapat meluncurkan produk atau layanan baru (37 persen), dan kesulitan mengangsur pinjaman kepada kreditur (35 persen).

Pertimbangan Pinjaman

Ada tiga pertimbangan utama bagi UMKM di Indonesia saat memilih pemberi pinjaman, yakni suku bunga rendah (95 persen), proses pengajuan pinjaman yang singkat (93 persen), dan jadwal pelunasan yang berjangka waktu lama (86 persen).

Baca juga: 5 Bisnis Paling Menjanjikan Di Tahun 2022

Sebagian besar UMKM (93 persen) mempertimbangkan untuk berganti pemberi pinjaman jika ada institusi kredit lain yang memberikan penawaran lebih baik atau lebih berkualitas. Faktor pendorong utamanya adalah manfaat dan insentif yang lebih baik (70 persen), opsi finansial yang lebih bagus (58 persen), dan layanan dan produk yang bersifat personal (42 persen).

Dari sisi proses pengajuan pinjaman, UMKM Indonesia paling tertarik dengan proses keputusan pinjaman yang lebih cepat (92 persen), persyaratan agunan yang ringan atau bahkan tanpa agunan (90 persen), dan syarat pinjaman yang lebih fleksibel (89 persen).

CopyAMP code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular