SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Tuesday, July 16, 2024
spot_imgspot_img
HomeGaya HidupHati-Hati Jadi Toxic di Kantor, Ini 5 Tanda Orang Pemalas dalam Bekerja

Hati-Hati Jadi Toxic di Kantor, Ini 5 Tanda Orang Pemalas dalam Bekerja

Banyaknya tuntutan pekerjaan yang membuat seseorang menjadi workaholic sebenarnya sangat tidak bagus untuk kesehatan fisik dan mental. Singkatnya, workaholic bisa membuat kamu menjalani pekerjaan hingga melupakan istirahat maupun kehidupan pribadi. Boleh saja santai saat menyelesaikan pekerjaan, tetapi bukan berarti jadi pemalas. Dan berikut ini pembahasan tanda orang pemalas dalam bekerja yang bisa menimbulkan toxic di kantor.

Perlu diperhatikan bahwa tidak apa-apa bekerja keras, tetapi jangan sampai membuat diri kamu kelelahan secara mental maupun fisik. Tahu batasannya, kapan harus bekerja, kapan harus berhenti. 

Setiap orang memiliki keluarga, teman, kehidupan pribadi, dan waktu istirahat yang tak boleh dikorbankan. Hal-hal tersebut juga sama pentingnya dengan bekerja. 

Jadi, usahakan untuk mengatur keduanya agar tetap berjalan seimbang, ya. Namun, kadang orang salah mengartikan bahwa kerja harus santai dan berujung malah jadi pemalas. 

Lebih banyak santai, ketimbang produktifnya. Sikap seperti ini kebalikannya workaholic. Simak yuk tanda orang pemalas dalam bekerja seperti apa.  

Tanda orang pemalas dalam bekerja

Tanda-tanda orang pemalas dalam bekerja
Tanda-tanda orang pemalas dalam bekerja. (Gambar: http://pexels.com)

Berikut tanda-tanda orang pemalas dalam bekerja, seperti dikutip dari Cermati.com: 

1. Kamu hobi menunda pekerjaan 

Orang pemalas sering sekali menunda pekerjaan. Itulah hobinya setiap hari. 

Ingin mulai bekerja saja, rasanya berat sekali. Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu. Daftarkan email Padahal mereka tahu pekerjaan tersebut harus diselesaikan. Tetapi sukanya mengulur waktu. 

Terlalu menggampangkan, atau keseringan mengucap “nanti saja lah, masih ada banyak waktu.” Namun, akibat dari menyepelekan pekerjaan utama, kamu justru jadi kebanyakan istirahat. 

Membuang waktu untuk sesuatu yang tidak penting, seperti bermain media sosial, hingga nonton film berjam-jam dan pekerjaan kantor malah dinomorduakan. 

2. Banyak alasan untuk menghindari pekerjaan 

Setelah waktu terbuang percuma, mereka tetap mengerjakan tugas kantor hanya sekadar kewajiban. Di hari deadline tiba, pekerjaan belum selesai. Namun mereka tetap santai, karena sudah punya seribu alasan yang akan diutarakan ke atasan. 

Apalagi kalau ternyata bosmu adalah orang yang mudah untuk diberikan alasan, dan tipe orang yang tidak enakan. Alasan saja, seperti laptop eror, sakit, saudara hajatan, dan alasan lain akan mudah diterima. 

Buruknya, jika dibiarkan terus menerus hal ini menjadi kebiasaan yang menjengkelkan rekan kerja lainnya. Karena bisa jadi rekan kerjanya yang ketimpa sial dengan mengerjakan tugasnya. Sikap yang sangat tidak profesional.

3. Lebih banyak mengeluh dibanding berusaha 

Pekerjaan seorang pemalas, tiada hari tanpa mengeluh. Termasuk kalau mendapat tugas kantor yang sulit. Daripada waktu terbuang untuk mengeluh, lebih baik dikerjakan saja agar cepat selesai. 

Jika mengalami kesusahan di tengah pekerjaan yang sedang dilakukan, bertanya pada atasan, minta solusi atau jalan keluarnya. Bukannya mengeluh, sehingga pekerjaan tidak tersentuh dan tidak selesai. 

Sementara rekan kerjamu yang lain mampu menyelesaikan pekerjaan yang sama sesuai tenggat waktu yang ditentukan. Itu berarti kamu yang malas, dan tidak mau berusaha. 

4. Tidak mandiri 

Dalam dunia kerja kamu harus memiliki rasa inisiatif yang tinggi atau mampu bekerja secara mandiri. Terus mengandalkan bantuan orang lain dalam dunia pekerjaan akan menyusahkan diri sendiri dan rekan kerja, lho. 

Apabila sekali dua kali meminta bantuan, tidak masalah. Tapi jangan sampai membebankan rekan kerjamu.  

5. Betah di zona nyaman dan tidak berusaha  mengembangkan potensi diri 

Gaya hidup orang pemalas sudah biasa santai, termasuk dalam bekerja. Kalau sudah nyaman di satu posisi atau lingkungan kerja, malas untuk keluar dari zonanya. 

Mereka enggan belajar hal-hal baru yang dapat meningkatkan potensi diri, serta memajukan kariernya. Bagi mereka, cukup dengan apa yang sudah diraih saat ini. 

Mereka berpikiran, untuk apa capek-capek meningkatkan keahlian dan keterampilan atau pindah ke perusahaan lain, karena belum tentu hasilnya sesuai harapan. 

Hat-hati, sifat pemalas bisa jadi orang yang toxic di kantor 

Melansir dari laman Kompas.com, sikap malas dapat mengakar dalam diri seseorang. Menjadi kebiasaan jelek dan membuat orang sekeliling kesal dengan perilaku tersebut. Di kantor pun demikian. 

Orang yang malas bekerja dengan tanda-tanda seperti di atas kemungkinan besar menjadi toxic di tempat kerja. Mereka akan dijauhi rekan kerja. 

Tidak ada lagi yang ingin berkawan atau bekerja sama dengannya, kecuali orang-orang yang memiliki sifat dan sikap yang sama. 

Perusahaan lambat laun juga akan mengetahui kinerjanya yang buruk. Karena tidak perform, maka si pemalas bakal menerima akibatnya. Dipecat secara tidak hormat. 

Perilaku malas dapat menghancurkan karier seseorang di masa kini maupun masa depan. Jadi, buang jauh-jauh rasa malas dalam bekerja. 

Berubah menjadi orang yang rajin dan pekerja keras, tanpa harus gila kerja atau workaholic agar sukses dalam karier maupun kehidupan pribadi.

Baca juga: Tak Boleh Disepelekan, Ini Dampak Hustle Culture Bagi Kesehatan

CopyAMP code
Arianti
Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular