SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Sunday, May 26, 2024
spot_imgspot_img
HomeGaya HidupTiger Parenting, Pola Asuh Anak yang Keras dan Tegas

Tiger Parenting, Pola Asuh Anak yang Keras dan Tegas

MEDIAGO – Jika berbicara tentang pola asuh, pastinya orang tua memiliki cara yang berbeda-beda untuk mengasuh anaknya. Tiger parenting adalah salah satu pola pengasuhan yang sering diterapkan oleh para orang tua.

Dilansir dari laman Healthline, istilah tiger parenting ini merujuk pada pola asuh yang keras dan ketat. Pola asuh seperti ini dilakukan agar mendorong anak menjadi seseorang yang berhasil di masa mendatang.

Baca juga: 5 Kunci Jadi Figur Orang Tua Cerdas Untuk Buah Hati!

1. Munculnya Pola Asuh Tiger Parenting

Ilustrasi hubungan anak dan ibu. (Sumber: Pexels)
Ilustrasi hubungan anak dan ibu.

Pola asuh yang keras dan ketat ini pertama kali diperkenalkan oleh Amy Chua dalam buku berjudul Battle Hymn of Tiger Mother. Melalui bukunya ini, ia membagikan bagaimana dirinya mengasuh kedua anaknya. Ibu dua anak itu pun mengklaim, bahwa metode ini berhasil membuat putri-putrinya sukses karena gaya pengasuhan yang keras, menuntut, dan penuh emosional.

Menurut psikolog klinis, Souzan Swift, gaya pengasuhan ini lebih menekankan kesuksesan atau keberhasilan pada anak. Mereka kerap dituntut memiliki keberhasilan yang tinggi, terutama dalam bidang akademik.

“Anak-anak seringkali menuruti permintaan orang tua mereka. Sebab, mereka merasa takut akan hukuman dan respon dari orang tuanya tersebut,” ujarnya dilansir dari laman Healthline.

Baca juga: Pemerintah Tanggung Biaya Persalinan Ibu Hamil Lewat Program Jaminan Persalinan

2. Ciri-ciri Tiger Parenting

Ilustrasi pola asuh tiger parenting. (Sumber: Pexels)
Ilustrasi pola asuh tiger parenting.

Dikutip dari laman Choosing Therapy, ada beberapa ciri dari tiger parenting, sebagai berikut:

  • Pertama, orang tua akan mendorong anak memprioritaskan sekolah di atas hal lainnya. Dengan begitu, tindakan tersebut dapat meningkatkan peluang kesuksesan anak di masa depan.
  • Setelah dibentuk agar fokus terhadap akademik, mereka dituntut mendapatkan hasil pencapaian yang tinggi.
  • Kemudian, mereka dilatih menjadi seseorang yang disiplin dengan penuh penekanan.
  • Terakhir, tiger parenting ini memiliki hukuman bila anak melanggar perintah yang dibuat oleh orang tuanya.

Tentunya, niat dari pola asuh ini memang tampak positif demi kemajuan sang anak. Akan tetapi, pola asuh yang cenderung otoriter ini ternyata bisa memberikan dampak negatif untuk sang buah hati.

Tiger parenting ini dianggap tidak efektif dan berbahaya bagi kesejahteraan mental anak-anak. Sebab, mereka dituntut untuk mencapai keberhasilan dengan pola asuh yang keras.

Anak-anak pun akan merasa tertekan dengan tuntutan tersebut. Hingga akhirnya mereka mengalami depresi dan kecemasan yang lebih tinggi. Hal ini tentu dapat mengganggu kondisi psikologi mereka.

Baca juga: 5 Alasan Hidup Mandiri Sejak Dini yang Penting Diketahui


Meski pola asuh ini berniat baik, ternyata belum tentu akan menghasilkan output yang berhasil juga. Sebab, pola asuh seperti ini memiliki efek samping pada psikologis anak yang dapat berdampak hingga dewasa. Maka dari itu, orang tua perlu kembali memilah pola asuh yang tepat bagi sang anak tanpa mengganggu mentalnya.

Baca juga: Moms Wajib Tahu, Ini Tips Membentuk Anak yang Cerdas dan Pintar

CopyAMP code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular