You are here
Home > News >

Hati-Hati Jejak Digital, Ini 5 Hal Penting yang Tidak Perlu Diumbar di Sosial Media

Hal penting yang tidak perlu diumbar di sosial media

Semakin canggihnya teknologi saat ini, membuat semua orang mudah dalam mengakses sosial media. Namun terkadang kemudahan tersebut malah membuat beberapa orang menjadi kurang bijak dalam menggunakan sosial media. Entah itu dalam mem-posting sesuatu ataupun memberikan komentar. Oleh karena itu, kamu wajib tahu 5 hal penting yang tidak perlu diumbar di sosial media. Apa saja ya?

Apa itu jejak digital? 

Hal penting yang tidak perlu diumbar di sosial media
Jejak digital. (Gambar: http://idntimes.com)

Melansir laman Tech Terms, jejak digital atau digital footprint, adalah tapak data yang tertinggal setelah kamu beraktivitas di internet. Kegiatan seperti mengirim email, mengunjungi sebuah website, hingga posting sesuatu di media sosial sudah cukup untuk meninggalkan digital footprint.

Hal satu ini dapat kamu bandingkan dengan wisata ke pantai, di mana kamu sudah pasti akan meninggalkan jejak kaki di pasir. Masalahnya, jejak digital tak bisa hilang layaknya tapak kaki di pasir. Ia akan tetap ada meskipun sudah ditinggal untuk waktu yang lama. 

Hal ini cukup berbahaya. Pasalnya, jejak yang ditinggalkan di dunia maya merupakan informasi yang dapat menggambarkan kepribadianmu. Bila tidak segera dikelola, banyak orang tidak bertanggung jawab yang bisa menyalahgunakannya.

5 hal penting yang tidak perlu diumbar di sosial media

Hal penting yang tidak perlu diumbar di sosial media
Hal penting yang tidak perlu diumbar di sosial media. (Gambar: http://yoursay.suara.com)

1. Data dan dokumen pribadi

Sekarang ini marak sekali terjadi kasus penjualan data pribadi. Aktivitas penjualan data ini tentu saja berbahaya apalagi jika data tersebut berisikan alamat rumah kamu. Penting bagi kamu untuk tidak sembarangan membagikan data dan dokumen pribadimu kepada seseorang yang tak dikenal apalagi jika tujuannya tidak jelas.

2. Status dan komentar buruk

Mengomentari foto seseorang dengan kata-kata yang buruk ataupun menulis status yang penuh hujatan dan ujaran kebencian sebaiknya jangan sampai dilakukan di sosial media. Karena setiap tulisan yang kita posting di sosial media bisa dilihat oleh publik dan di screen capture oleh siapa saja. Jika sudah sampai di screen capture oleh orang lain, maka jejaknya akan semakin sulit dihilangkan.

Baca Juga:  Ingin Suap Tuhan Karena Takut Masuk Neraka, Koruptor Uganda Ini Dikuburkan dengan Uang Rp790 Juta

3. Foto dan video privasi

Belakangan ini seringkali terjadi kecerobohan seperti foto dan video pribadi yang seharusnya disimpan sendiri malah menjadi konsumsi publik. Jika kamu memiliki koleksi foto dan video pribadi yang sifatnya privasi, jangan sekali-kali kamu sampai mengumbarnya ke sosial media, sekalipun hanya terbatas ke orang-orang tertentu.

Hal ini dikarenakan kamu tidak pernah tau kapan foto dan video kamu sengaja disebar oleh temanmu sendiri ataupun oleh orang yang tidak menyukaimu. Jika sudah tersebar, maka akan sulit sekali untuk dicegah.

4. Kata sandi akun sosial media

Beberapa bulan yang lalu sempat muncul tren dimana orang-orang mengijinkan orang lain yang nggak mereka kenal untuk mengakses akun sosial media mereka. Caranya yaitu dengan memberikan orang yang nggak dikenal tadi kata sandi akun mereka.

Padahal hal ini sangat beresiko apalagi jika orang yang kamu beri akses tadi memiliki niat buruk, bisa-bisa bukan hanya akunmu akan diretas melainkan juga ia bisa melakukan penipuan dan niat jahat lainnya. Jadi sebaiknya jangan sampai membocorkan kata sandi akunmu ke siapapun dan usahakan untuk menyimpan catatan kata sandi di tempat yang benar-benar aman.

5. Masalah pribadi

Menceritakan masalah pribadi di sosial media memanglah tidak dilarang, tapi belum tentu semua orang yang mendengar ceritamu mau memahami situasimu. Ada baiknya masalah pribadi yang kamu punya di ceritakan saja kepada orang terdekatmu ataupun kepada orang yang bisa memberikanmu saran dan solusi. 

Karena terkadang terlalu sering menceritakan masalah pribadi di sosial media bukannya bisa membantu mengurangi masalah, justru sebaliknya malah hanya menambah masalahmu.

Itulah beberapa hal penting tidak perlu diumbar di sosial media. Selain tidak penting untuk dipublikasikan, kelima hal tersebut justru berisiko disebarkan ke banyak orang apalagi ke orang yang tidak kamu kenal. Jangan lupa untuk lebih bijak menggunakan media sosial, ya. 

Baca Juga:  280 Juta Orang di Dunia Sembuh dari Covid-19. Ini Rinciannya!

Cara terbaik mengelola jejak digital 

Berikut ini adalah bebearpa cara terbaik untuk mengelola jejak digital sesuai ujaran Rasmussen:

  • Hindari penyebaran data-data penting, seperti alamat rumah, rekening ATM, atau nomor handphone di internet.
  • Buatlah password yang kuat untuk tiap akun media sosialmu.
  • Jangan post sesuatu yang sifatnya terlalu personal.
  • Gunakan layanan pelindung data pada device kesayanganmu.
  • Cari namamu sendiri di Google dan hapus semua informasi sensitif yang kamu temukan. 

Baca juga: 5 Pengaruh Buruk Sosial Media Terhadap Kesehatan Mental Seseorang

Bagikan
Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top