SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Monday, July 15, 2024
spot_imgspot_img
HomeNewsViral Pekerja Quiet Quitting, Fenomena Baru di Dunia Kerja

Viral Pekerja Quiet Quitting, Fenomena Baru di Dunia Kerja

Quiet quitting menjadi fenomena baru dunia kerja saat ini!

MediaGo – Quiet quitting menjadi fenomena baru di dunia kerja saat ini. Istilah ini sedang ramai dibicarakan di dunia maya.

Bukan hanya pekerja yang sudah bertahun-tahun bekerja, mereka yang baru masuk dunia kerja pun masuk dalam pusaran quiet quitting ini.

Penasaran apa itu quiet quitting? Berikut pengertian dan penyebab fenomena baru yang terjadi di dunia kerja ini!

Apa itu Quiet Quitting?

Apa itu Quiet Quitting

Apa itu quiet quitting? Sederhananya, quiet quitting adalah bekerja ‘sesuai argo’. Cara ini dilakukan pekerja untuk bekerja sesuai jatah dan jam kerja yang tidak berlebihan. Bisa dikatakan kalau istilah ini merupakan bentuk perlawanan dari quiet firing dari pemberi kerja.

Mungkin kamu juga pernah merasakan hal ini, di mana kamu tidak benar-benar ingin resign, tapi berdamai dengan keadaan dengan berhenti mencurahkan kemampuan ekstra dalam bekerja. Artinya, kamu bekerja seadanya dan sesuai job desk saja.

Baca juga: Survei: Pekerja Indonesia Masih Rentan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Kerja  

Banyak pihak mengatakan fenomena ini bedampak buruk bagi pekerja. Karena pekerja dianggap sudah tidak mau lagi berkembang dan cenderung dimaknai masuk dalam situasi zona nyaman. Mereka menjadi seperti robot yang bekerja seadanya, masuk dan pulang kantor tepat waktu, dan diakhir bulan terima gaji.

Namun ada pihak lain yang menerangkan bahwa hal ini tidaklah selalu buruk. Quiet quitting merupakan bentuk upaya seseorang untuk menciptakan work-life balance yang ideal, serta menerapkan batas antara kehidupan pribadi dan profesional.

Ilustrasi fenomena quiet quittingdi dunia kerja.
Ilustrasi fenomena quiet quitting,di dunia kerja.

Secara ideal, sebenarnya fenomena ini dapat memberikan kesempatan bagi pekerja untuk menikmati hidup di luar dunia kerja yang merupakan kewajibannya. Selain itu juga dapat memperbaiki kualitas hidup tenaga kerja, sehingga nilai kinerjanya di dunia profesional pun bisa meningkat dan ekosistem kantor juga bisa terasa lebih positif.

Penyebab Quiet Quitting

Penyebab Quiet Quitting

Ada banyak sumber yang mengungkapkan kenapa fenomena ini bisa muncul. Dugaan terbesar pemicunya adalah perubahan pola pikir yang dialami pekerja terutama pekerja muda selama masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Hak Pekerja Perempuan di Tempat Kerja

Hal itu berkaitan dengan adanya perubahan budaya tempat kerja dan system work from home atau hybrid. Dugaan lainnya adalah pekerja merasa bosan tidak mendapatkan pengakuan dan kompensasi karena bekerja ekstra sejak pandemi.

Sebagian besar pekerja menyatakan tidak masalah dengan pekerjaan, melainkan mereka ingin ada keseimbangan kehidupan sehari-hari dengan bekerja. Sikap ini berpusat dengan “bertindak sesuai upah Anda”.

Baca juga: Inilah Karakter Talenta yang Dibutuhkan Industri Pasca Pandemi

Banyak alasan besar kenapa quiet quitting ini akhirnya hinggap. Salah satunya, Banyak pegawai yang mulai bosan dengan pekerjaan yang terasa stagnan dan pekerja menganggap bahwa jerih payahnya hanya menguntungkan perusahaan.

CopyAMP code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular