You are here
Home > Kesehatan >

Gizi Mendukung Prestasi, Mitos atau Fakta?

Gizi Mendukung Prestasi, Mitos atau Fakta?
Bagikan

MediaGo – Jika anak mudah untuk marah, terlihat lesu, sering menangis berlebihan atau sulit berkonsentrasi dengan baik? Hati-hati, terdapat kemungkinan anak mengalami gejala kurang gizi.

Setiap orang tua tentunya ingin memiliki anak yang sehat dan berprestasi. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, orang tua membutuhkan upaya yang tidak main-main. Selain melatih kemampuan kognitif, konsumsi gizi merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang prestasi anak.

Memasuki usia sekolah, kegiatan anak pun akan bertambah. Selain itu, anak telah memiliki preferensi makanan yang beragam. Anak mulai dapat menentukan makanan yang ingin dia konsumsi.

Baca juga: Kurikulum 2013, Keunikan Anak di Kelas Bukan Masalah

Peran orang tua untuk memperhatikan asupan gizi anak sangat dibutuhkan, terutama ketika lingkungan sekolah tidak dapat mendukung perhatian tersebut. Sebab, pada usia tersebut perkembangan kognitif anak, perkembangan fisik anak, serta hal lainnya sedang berjalan.

Banyak penelitian yang telah membuktikan bahwa konsumsi gizi seimbang sangat berpengaruh terhadap tingkat kecerdasan anak. Berdasarkan penelitian dari WHO, anak yang memiliki status gizi kurang mempunyai risiko kehilangan kecerdasan atau intelligence quotient (IQ) sebesar 1.015 poin.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menambahkan komponen tumbuh kembang anak dalam rapor di sekolah dasar, yang berisikan berat badan, tinggi badan, kesehatan gigi, kesehatan mata, dan kesehatan penglihatan. Namun, dalam penerapannya, belum diketahui sejauh mana sekolah bertanggung jawab atas data tersebut.

Baca juga: 6 Nutrisi Penting MPASI Bayi Usia 6 Bulan

Dokter Spesialis Anak dr. Dimple Nagrani, Sp.A dalam webinar GREDU berjudul “Sehat Itu Cerdas: Bangun Kebiasaan Makan Sehat, Yuk!” mengatakan, perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi anak. Oleh sebab itu, konsumsi gizi seimbang berperan pada prestasi anak bukanlah sebuah mitos.

Baca Juga:  Orangtua sebagai Tonggak Pemenuhan Gizi Anak

“Pada 1000 hari pertama atau usia nol hingga dua tahun, perkembangan otak sangat pesat dan didukung oleh konsumsi gizi seimbang. Ini adalah masa keemasan yang harus diperhatikan oleh orang tua. Kebiasaan makan anak juga dimulai dari sini,” jelas pendiri akun Instagram @happykids_id.


Bagikan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top