You are here
Home > Kuliner >

Bahaya! Ini 6 Kandungan Fast Food yang Tak Baik untuk Tubuh

kandungan fast food

Kandungan Fast food sangat beraneka ragam, mulai dari burger, fried chicken, onion ring, hingga permen seperti lolipop. Rasanya yang enak dan mudah didapatkan membuat deretan makanan ini membuatnya digemari banyak orang.

Padahal, jika kita mengonsumsi makanan ini terlalu sering bisa menjadi bahaya bagi tubuh kita. Hal ini disebabkan karena fast food mengandung kadar sodium yang tinggi, kalori, gula, hingga kolesterol yang dapat memicu munculnya sejumlah penyakit serius, seperti kardiovaskular atau obesitas.

Untuk itu, kamu harus perhatikan apa aja kandungan berbahaya apa yang bisa membuat fast food menjadi tidak baik untuk dikonsumsi. Berikut deretan kandungan fast food yang berbahaya dan terdapat dalam balutan lezatnya fast food. Simak yuk!

6 Kandungan Fast Food yang Berbahaya Bagi Tubuh

1. Propilen Glikol

Propilen glikol biasanya ditemukan di dalam kandungan minuman ringan, saus, bumbu, hingga produk susu yang berfungsi untuk menjaga tekstur. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menggolongkan propilen glikol sebagai zat untuk mencegah penggumpalan.

Walaupun dinilai aman, pemakaian propilen glikol yang berlebihan tidak disarankan oleh para ahli gizi. Selain itu, jika dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak dan di jangka waktu berkepanjangan, kandungan ini akan berbahaya untuk seseorang dengan riwayat penyakit hati dan ginjal.

2. Fosfat

Fosfat adalah mineral dalam tubuh yang penting bagi regulasi dalam tubuh kita. Biasanya, fosfat berfungsi sebagai kesehatan tulang. Tubuh manusia akan mengonsumsi fosfat di usus lalu membuangnya melalui ginjal. Namun, untuk orang dengan gangguan ginjal, fosfat tidak bisa dikeluarkan dan akan menyebabkan penumpukan yang bisa membahayakan tubuh.

kandungan fast food

Fosfat seringkali ada pada minuman soda atau produk olahan seperti nugget. Mengonsumsi fosfat dengan kadar yang tinggi akan berpengaruh pada darah manusia, yakni menurunnya performa fisik tubuh kita saat bekerja.

Baca Juga:  4 Kuliner Enak Khas Lamongan yang Harus Dicoba

3. Kalium Bromat

Lebih dikenal dengan sebutan bromat, kandungan ini merupakan senyawa aditif yang digunakan sebagai campuran tepung untuk meningkatkan proses pengembangannya.

Sama seperti kandungan yang lain, bromat juga akan berbahaya jika digunakan terlalu banyak. Karena, kalium bromat ditemukan dapat menimbulkan kanker. Untuk kandungan ini sebetulnya telah dilarang di beberapa negara seperti Inggris, Kanada, dan Uni Eropa. Namun, di negara bagian lain ada yang masih menggunakan bromat dalam produk roti yang mereka sajikan.

4. Kalsium Sulfat

Selanjutnya ada kalsium sulfat, hampir sama dengan propilen glikol, kandungan ini digunakan untuk membuat hasil adonan tidak menggumpal dan menjadi lebih tebal. Biasanya kandungan ini akan digunakan ketika sedang membuat roti atau sejenis makanan panggang.

Untuk penggunaanya, di negara paman sam, Belanda ada batasan tersendiri yang harus diikuti. Jika melebihi takaran yang telah ditentukan, dikhawatirkan akan mempengaruhi kondisi medis tertentu. Walaupun, kandungan ini menampilkan kalsium dalam namanya, bukan berarti kamu acuh begitu saja dan tidak mencari tahu lebih lanjut tentang ini.

5. Kadar Gula yang Tinggi

Kandungan gula pasti ada di hampir semua jenis makanan fast food, bahkan kadarnya terhitung cukup tinggi. Seperti contohnya untuk minuman bersoda, dalam setiap kaleng minuman tersebut setidaknya dituangkan 10 sendok teh gula di dalamnya.

kandungan fast food

Makanan dengan kandungan gula yang tinggi bisa menyebabkan diabetes dan obesitas. Jadi, untuk kamu yang memutuskan untuk diet, perhatikan lagi jumlah konsumsi gula kamu ya!

6. Phthalate

Selain kandungan dari makanan fast food yang kamu konsumsi, memperhatikan kemasan makanan juga tidak kalah penting. Seperti penggunaan kemasan yang mengandung bahan kimia phthalate yang cukup berbahaya ini misalnya.

Baca Juga:  Enak dan Nagih! Ini 5 Jajanan Ala Minimarket Korea

Menurut para peneliti, sekian banyak bungkus makanan yang digunakan oleh restoran fast food biasanya memiliki kadar phthalate yang tinggi. Senyawa dalam kandungan ini dapat menyebabkan gangguan kerja endokrin, dimana bisa memicu masalah tiroid, kanker payudara, hingga organ reproduksi.

Itu dia bahaya kandungan fast food, walau mengonsumsinya bukanlah suatu hal yang salah, namun ada baiknya jika kamu mulai mengurangi jumlah konsumsinya dan mencari alternatif makanan sehat lainnya. Keep healthy, ya!

Bagikan
Fitrianingsih
Hi, i love writing and love my job as content writer, editor, or copywriting.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top