You are here
Home > Gaya Hidup > Hiburan >

Wawancara Billboard dengan BTS Bikin Fans Geram, Begini Jawaban Cerdas RM

Wawancara Billboard dengan BTS

Baru-baru media sosial dihebohkan dengan unggahan foto terbaru member BTS di majalah Billboard. Tak hanya sekadar foto, ternyata juga ada beberapa artikel yang mengulik kisah dari para member. Namun, tulisan-tulisan tersebut justru mendapatkan tanggapan buruk dari para penggemar lantaran dinilai kurang pantas. Berikut ini selengkapnya terkait wawancara Billboard dengan BTS.

Wawancara Billboard dengan BTS

Wawancara Billboard dengan BTS
Pemotetan BTS untuk majalah Billboard. (Gambar: http://cnnindonesia.com)

Billboard baru saja merilis cover story dan pemotretan eksklusif dengan BTS (Bangtan Boys) yang ditampilkan dalam majalah edisi Agustus. Setelah membaca isi wawancara, ARMY (penggemar BTS) berang dan mengajak rekan-rekan sesama penggemar untuk memboikot Billboard dan menuntut permintaan maaf.

Melansir penjelasan dari laman WowKeren, wawancara Billboard dengan BTS tersebut diberikan pertanyaan umum seperti pemikiran mereka tentang pandemi COVID-19, tapi juga ada pertanyaan yang lebih kontroversial dan dianggap menyinggung sebagian ARMY. Mereka ditanya tentang manipulasi chart, dan lebih khusus lagi, keterlibatan penggemar.

“Melalui cara-cara cerdas, ARMY telah lama mengeksploitasi celah dalam aturan chart musik (termasuk Billboard) untuk mendorong kinerja single BTS,” demikian tulis Billboard. Dugaan “manipulasi” ARMY melibatkan peningkatan penjualan, pembelian, dan streaming beberapa versi dari lagu yang sama (seperti remix “Butter”), dan memilih hari khusus untuk streaming dan/atau membeli lagu tertentu untuk sangat memengaruhi kinerja tangga lagunya.

Namun, “manipulasi” ini sebenarnya adalah bentuk kegiatan terorganisir dan, seperti yang ditulis Billboard, sesuai dengan aturan. Pernyataan ini pun dijawab dengan tegas dan lugas oleh RM (Rap Monster) sang leader BTS. 

Wawancara Billboard dengan BTS
RM BTS. (Gambar: http://grid.id)

“Ini pertanyaan yang wajar. Tapi jika ada percakapan di dalam Billboard tentang apa yang harus diwakili oleh No. 1, maka terserah mereka untuk mengubah aturan dan membuat streaming lebih membebani peringkat,” ujarnya.

Ia melanjutkan, “Menghina kami atau penggemar kami karena mencapai No. 1 dengan penjualan fisik dan unduhan, aku tidak tahu apakah itu (hal yang) benar… Rasanya kami adalah sasaran empuk karena kami adalah boy band, artis K-pop, dan kami memiliki loyalitas penggemar yang tinggi ini.”

Kecaman dari fans BTS untuk Billboard

Wawancara Billboard dengan BTS
Kecaman fans untuk Billboard. (Gambar: http://idntimes.com)

Akibat dari wawancara tersebut, fans saat ini mengecam Billboard karena menanyakan tentang manipulasi chart daripada bertanya kepada BTS terkait pencapaian mereka di chart. Beberapa juga mempertanyakan apakah Billboard akan menanyakan artis No.1 mereka yang lain tentang manipulasi chart.

Namun, ini bukan satu-satunya masalah yang dimiliki ARMY dengan artikel tersebut. Hal lain yang diperdebatkan adalah penyertaan kutipan dari penggemar penyanyi Olivia Rodrigo dan Dua Lipa. Para penggemar ini mendiskreditkan kesuksesan lagu BTS, “Butter.”

“Pada chart 24 Juli, ‘Permission to Dance’ debut di No 1 dengan 140.100 total penjualan, menurut MRC Data, dengan ‘Butter’ turun enam peringkat ke No 7 dan ‘good 4 u’ milik Rodrigo bertahan di No 2. Tapi kemudian, sesuatu yang sangat tidak biasa terjadi: Minggu berikutnya, ‘Butter’ kembali ke No. 1 (melompati Rodrigo dan lainnya) dan bertukar tempat dengan ‘Permission’ yang merosot ke No. 7,” tulis Billboard.

Seperti yang dinyatakan Billboard, penggemar dua solois tersebut mengklaim bahwa itu bukan kebetulan. ARMY menuduh Billboard mencatut kutipan yang tidak perlu dan berpotensi memunculkan fan war dalam sebuah artikel yang mereka harapkan akan fokus pada kesuksesan BTS.

Selain manipulasi chart dan memicu terjadinya saingan antar fandom, majalah itu menyebutkan topik kontroversial lainnya seperti dinas militer. Secara khusus, penggemar mempermasalahkan bagaimana pendaftaran BTS disebutkan berkaitan dengan keuntungan HYBE, serta gagasan bahwa “apa pun bisa menggantikan BTS di neraca perusahaan.

“[Wajib militer adalah] berita buruk bagi HYBE. BTS adalah mesin dominan di balik pendapatan perusahaan, menghasilkan sekitar 85% dari 796,3 miliar won ($680 juta) dari total pendapatan 2020. Meskipun HYBE telah mulai mendiversifikasi portofolio bakatnya menandatangani aksi K-pop baru dan, mulai tahun depan, bermitra dengan Universal Music Group (UMG) dalam pertunjukan bakat boyband yang berbasis di AS — masih belum jelas apakah ada sesuatu yang bisa menggantikan BTS di neraca perusahaan,” tulis Billboard.

Sekarang, sebagian ARMY mendorong sesama penggemar untuk tidak membeli majalah tersebut, dengan alasan masalah yang disebutkan di atas. Serta yang lain mengunggah tweet #BillboardApologizeToBTS dan tagar terkait, menuntut permintaan maaf atas nama BTS.

Baca juga: Bikin Penggemar Terkejut, Benarkah Selena Gomez Follow BTS di Instagram?

Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

Leave a Reply

Top