You are here
Home > Gaya Hidup > Hobi >

Hati-hati! Cara Antisipasi Cedera yang Paling Sering Dialami Ketika Bersepeda

Cedera yang Paling Sering Dialami Ketika Bersepeda
Bagikan

MediaGo – Ketika masa new normal, kini bersepeda menjadi sebuah trend yang banyak dipilih masyarakat di Indonesia. Selain aktivitas yang menyenangkan, bersepeda memiliki banyak manfaat kesehatan untuk tubuh, seperti yang dikutips dari halaman Better Health bahwa bersepeda mampu meningkatkan kinerja kardiovaskular, kekuatan massa otot. Bahkan tidak hanya untuk kesehatan secara fisik, bersepeda bisa juga untuk menunrunkan tingkat stres, kecemasan dan juga depresi.

Hobi Bersepeda

Di sisi lain, hobi bersepeda ternyata memiliki sisi negatif untuk kesehatan lho. Salah satunya adalah rentan cedera pada tubuh! Apa saja cedera yang paling sering dialami ketika melakukan aktivitas bersepeda?

1. Memar dan Luka

Memar dan Luka

Ketika memutuskan untuk bersepeda tentu Anda harus berani menghadapi risiko terjatuh yang biasanya akan mengakibatkan memar dan juga luka. Memar dan luka ini sifatnya sementara dan bisa diobati menggunakan obat antiseptik. Namun jika parah, Anda butuh perawatan medis seperti  dijahit atau operasi pada luka.

2. Lecet di area selangkangan

Ketika bersepeda, ada risiko lecet pada area selengkangan. Biasanya ini terjadi apabila sadel sepeda keras. Selain itu durasi bersepeda pun akan bisa menimbulkan lecet pada area selangkangan, jika dilakukan selama berjam-jam. Efeknya tentu akan merasa tidak nyaman ketika bersepeda, duduk maupun berjalan. Ada tiga tahapan lecet yang terjadi, mulai dari abrasi kulit, folikulitis dan abses.

Lecet di area selangkangan

Sebagai antisipasinya, segera ganti sadel sepeda dengan memilih bahan yang lebih empuk. Selain itu, gunakan celana khusus untuk bersepeda yang memang memiliki bantalan busa empuk pada bagian selangkangan. Pilihlah busa yang lentur dan lembut untuk melindungi area selangkangan.

3. Fraktur atau Patah Tulang

Patah tulang atau dalam istilah medis disebut fraktur ini merupakan salah satu cedera yang bisa terjadi pada pesepeda. Ada sebuah jurnal 2013 yang berjudul “”The Epidemiology of Cycling Fractures in Adults” menyebutkan sebesar 90,5% kasus fraktur yang dialami oleh pesepeda adalah ekstremitas atas. Sedangkan datadari Royal Infirmary of Edinburgh menyebutkan bahwa 259 dari 7.100 kasus fraktur atau patah tulang disebabkan karena bersepeda.

Fraktur atau Patah Tulang

Disebutkan juga rata-rata usia dari pasien patah tulang akibat bersepeda adalah 39 tahun. Lebih lanjut, sebanyak 64,5% kasus patah tulang ini disebabkan karena kecelakaan lalu lintas saat bersepeda.

Baca Juga:  Cerita Sedih Nino Kayam Positif Covid-19: Mohon Doanya...

4. Otot bagian atas tubuh melemah

Manfaat dari bersepeda yang disebutkan di atas adalah memperkuat masa oto tubuh khususnya untuk oto bagian bawah tubuh termasuk otot betis dan juga paha. Namun untuk otot atas tubuh justru diabaikan dan pada akhirnya akan melemah, ungkap dari halaman di YesCycling.com. Info lainnya menurut Robert Hicks dari Cycling Weekly, bahwa akibat bersepeda ini akan membuat punggung atas menjadi tidak sehat dan membungkuk.

Nyeri pada Pinggang

Supaya seimbang, maka Anda juga harus melakukan aktivitas untuk melatih otot tubuh atas dengan cara angkat beban di gym, atau bisa dengan rutin berenang. It will works!!

5. Nyeri Lutut

Sumber lain yakni Bicycling menyebutkan, bahwa 23 – 33 % pesepeda pasti pernah mengalami nyeri pada bagian lutut. Nyeri lutut akan sering dirasakan pada bagian depan lebih sering terjadi daripada di bagian belakang. Kondisi ini diakibatkan karena durasi bersepeda yang cukup lama. Ketika mengayuh sepeda, jaringan ikat akan tegang, yang kemudian menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada lutut. Untuk ciri-cirinya, Anda akan merasakan sakit pada bagian tempurung lutut.

Nyeri Lutut

Untuk mengatasinya, Anda disarankan untuk menurunkan sadel dan memajukan sadel lebih dekat ke setang sepeda. Untuk mencegahnya, lakukan pemanasan selama 15 menit sebelum menhayuh sepeda, terlebih jika Anda hendak bersepeda dengan durasi lama atau jarak jauh.

6. Pergelangan kaki terkilir

Memang bisa pergelangan kaki terkilir ketika bersepeda? Tentu bisa dong! Cedera ini bisa terjadi ketika saat mengayuh sepeda, kemudian otot tertarik ke arah yang salah. Penyebab lainnya yaitu bentuk kaki yang datar, namun ini bisa diatas dengan menggunakan sepatu orthotic.

Pergelangan kaki terkilir

Menurut laman Live Strong, cedera terkilirnya pergelangan kaki ini disebabkan karena mengayuh pedal yang terlalu tinggi untuk kaki atau bersepeda di tempat yang agak curam dan terlalu memaksakan diri. Untuk mengatasinya, gunakan es dan kompres es pada bagian yang sakit. Untuk mengurangi rasa sakit, Anda juga bisa minum obat antiinflamasi untuk meredakan nyeri.

Baca Juga:  5 Hobi Kekinian yang Bisa Menghasilkan Banyak Cuan!

7. Disfungsi seksual

Disfungsi seksual

Ini mungkin terdengar seperti mimpi buruk bagi laki-laki. Namun, apakah benar bersepeda bisa menyebabkan disfungsi seksual? Faktanya, ternyata itu benar lho! Menujut informasi yang ada di halaman Healthline menyebutkan bahwa laki-laki yang menghabiskan waktu terlalu banyak untuk bersepeda, lebih rentan mengalami masalah ereksi. Akan semakin parah jika sadel sepeda terlalu keras dan terjadi goncangan saat bersepeda.

Sebagai penjelasannya, duduk di atas kursi sepeda dalam waktu yang lama akan memberi tekanan pada perineum, area yang membentang antara anus dan penis. Padahal, di dalam perineum ada arteri dan saraf yang memasok darah layaknya oksigen ke penis. Alhasil, disfungsi seksual bisa terjadi!


Bagikan

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top