Mediago – Siapa yang hobi naik gunung atau justru baru ingin memulai pendakian? Tidak bisa dipungkiri jika mendengar cerita naik gunung teman selalu seru, menyenangkan, dan sangat menarik karena menjadi lebih dekat dengan alam.
Namun memang untuk para pemula, kegiatan ini akan dipenuhi tantangan. Oleh karena itu, butuh perencanaan dan persiapan yang matang. Hal ini bukan hanya diperuntukkan untuk pendaki pemula saja, namun kadang pendaki yang sudah sering mendaki sering lupa dan lalai.

Bagaimana tips naik gunung yang baik dan benar? Tentu setiap pendaki memiliki tips dan pengalaman sendiri ketika mempersiapkan untuk naik gunung. Begitu pula dengan tim Kembara Sunyi, Mas Itank, Mas Indris, dan Mas Remon membagikan tips naik gunung dalam channel youtubenya @KembaraSunyi. Simak penjelasannya berikut ini!
1. Tentukan gunung mana yang akan didaki
Ini akan berhubungan dengan estimasi biaya, fisik, spot-spot yang harus diantisipasi, jaga tingkah laku dan hati-hati. Karena banyak cerit pendaki yang terjebak karena tidak memperhitungkan waktu pendakian.

Estimasi biaya di sini mulai dari sewa perlengkapan gunung yang dibutuhkan, apalagi untuk untuk para pendaki pemula yang ingin merasakan sensasi naik gunung.
2. Observasi gunung tersebut
Cek jalur pendakian karena setiap gunung akan memiliki jalur pendakian. Observasi dengan browser di google, terutama akses transportasi dan kearifan lokal setempat. Ini karena gunung memiliki kultur dan budaya yang berbeda, misalnya pantangan yang harus diketahui dan di hindari ketika pendakian.
Meskipun kita mempercayai bahwa itu hanya mitos, namun ini ditujukan untuk menghormati warga di area gunung tersebut.
3. Siapkan fisik dan metal
Untuk menyiapkan fisik, bisa 1 minggu sebelum pendakian bisa jogging atau bersepeda. Bagi yang perokok, dikurangi intensitas merokoknya. Intinya olahraga kecil, karena biasanya bagian tubuh yang lelah adalah bagian kaki dan pundak.

Selain fisik, mental juga harus dipersiapkan. Menurut Mas Itank, justru mental menjadi lebih penting yang harus dimiliki setiap pendaki. Jangan sampai punya pikiran jauh, dan lelah. Ini yang akan menurunkan mental dan akibatnya fisik akan lemah .
Saran Mas Itank, untuk antisipasi nya adalah harus fokus dulu tujuan naik gunung itu apa. Pastikan hati dan pikiran harus selalu senang. Jangan sampai ketika proses pendakian muncul penyesalan karena otomatis mempengaruhi fisik.
4. Perlengkapan Naik Gunung
a. Sepatu
Peralatan yang paling penting adalah sepatu. Banyak para pendaki yang meremehkan soal ini. Jangan samakan sepatu untuk naik gunung dengan sepatu yang digunakan dalam beraktivitas. Jalur pendakian untuk naik gunung sudah pasti berbeda dengan jalan biasa. Bayangkan saja, sepatu gunung yang sudah safety, nyaman terkadang itu juga jebol, apalagi tidak menggunakan sepatu gunung.
b. Tas Carrier

Untuk carrier sendiri, Mas Remon lebih memprioritaskan menggunakan produk local khususnya carier SNI. Namun menurut Mas Itank, untuk produk kebutuhan outdoor tidak bisa dibandingkan produk local dan produk luar yang memang didesain dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan.
c. Perlengkapan untuk menghadapi hiportemia
Seperti dikutip dari Halodoc, jika Hipotermia merupakan sebuah kondisi tubuh yang menurun drastis di bawah 35 derajat Celsius. Ketika terjadi kondisi ini, harus segera dilakukan penanganan secara cepat dan tepat. Karena jika tidak, ini akan mengakibatkan terjadinya gangguan pada sistem saraf dan fungsi organ lain dalam tubuh. Akibat paling parah, seseorang yang mengalami hiportemia ada terjadi kegagalan pada sistem pernapasan, sistem sirkulasi (jantung), bahkan hingga kematian.

Ketika proses pendakian tentu yang dirasakan panas. Namun ketika posisi tidur, tentu tubuh diam dan dingin akan lebih cepat masuk karena tidak ada aktivitas. Perlengkapan minimalnya adalah membawa baju ganti yang basah karena terkena keringat dan hujan di pendakian.
Namun jika punya modal lebih, menggunakan pakaian yang berlapis. Seperti baselayer,kaos biasa, jaket polar, dan ditambah jaket waterproof dan winproof. Ketika tidur, masuk ke sleeping bag.
d. Cangkul mini
Ini berhubungangan urusan buang besar. Mungkin banyak pertanyaan bagaimana buang air besar di gunung? Mas Itank memberikan solusi ketika ingin buang air besar ketika pendakian, carilah tempat atau semak-semak yang nyaman dan bukan menjadi jalur pendakian atau memang bukan jalur yang digunakan warga untuk mencari kayu.
Galilah lubang layaknya kucing buang air besar menggunakan cangkul. Pastikan aman, dan segera buang air besar di lubang tersebut. Setelah selesai, tutup kembali dan jangan pernah meninggalkan sampah di tempat itu. Kumpulkan sampah dan bawa kembali pulang.
Urusan buang air besar, Mas Idris memberikan saran jangan pernah ditahan ketika ingin BAB karena akan beresiko pada perut.
5. Logistik
Logistik ini berhubungan dengan makanan dan tidak kalah penting dari peralatan. Banyak pendaki yang lebih memilih mie instan karena lebih simpel. Namun Mas Itank menyarankan untuk temen-temen pendaki untuk membawa keju, dan kesukaan Mas Itank sering membawa madu, dan kurma yang membantu mengembalikan stamina. Alternatif bisa membawa gula jawa, cokelat.

Untuk Mas Indris cenderung lebih nyaman ketika perut aman, tenang tidak mulas maka dirinya lebih suka mengonsumsi jelly atau agar-agar sebelum makan berat. Ini dilakukan untuk memperlancar pencernaan.
Untuk kebutuhan logistik makanan, Anda harus mengatur porsi ketika mengonsumsinya sehingga pas dan tidak kekurangan. Bayangkan jika kekurangan logistik makanan, namun perjalanan masih belum mencapai puncak gunung.
6. Jangan buang hajat sembarangan atau di aliran sungai
Ini lebih karena takutnya air sungai tersebut masih dikonsumsi oleh warga dan juga hewan untuk minum.
7. Tentukan ketua rombangan
Dalam sebuah perjalanan pendakian, harus ditentukan siapa ketua rombangan. Tugasnya menentukan dan mengambil keputusan kelompok atau regu, mulai berangkat kapan, summit attack jam berapa, dan lain-lain yang diambil secara musyawarah.

Ketika naik gunung harus bisa menjaga sifat egois masing-masing, sehingga butuh juga managemen kelompok yang bagus. Inilah manfaatnya adanya ketua rombongan sehingga bisa tetap bersama-sama.
8. Berhubungan dengan hal mistis
Banyak kejadian dan cerita mistis ketika pendakian, seperti :
a. Kesurupan
Jangan panik, pastikan dulu teman pendaki tersebut benar-benar kerusupan atau justru masalah hanya depresi karena ada masalah di rumah. Mas Itank menyarankan untuk menghindari perjalanan ketika menjelang magrib dan lebih baik berhenti.
b. Melihat penampakan di gunung
Tentu perjalanan mendaki gunung banyak pengalaman mistis, salah satunya melihat penampakan dan hal-hal yang aneh. Jika melihat hal yang ganjil, simpan cerita itu sampai pulang dan jangan diceritakan kepada teman-teman yang akan membuatnya menjadi takut.

9. Antisipasi Hipotermia
Ada beberapa titik di tubuh yang harus diwaspadai untuk mengantisipasi kedinginan atau hipotermia. Titik-titik tersebut adalah telinga, telapak tangan dan telapak kaki. Usahakan bagian-bagian tubuh tersebut aman sehingga tetap hangat.
10. Track ketika naik gunung

Track pendakian tentu berbeda-beda disetiap gunung, ada yang terjal, pasir, dan bebatuan. Tips dari Mas Itank, Mas Remon, dan Mas Idris :
- Jangan terlalu terburu-buru. Naik dan turun gunung itu harus dinikmati setiap langkahnya, saran Mas Itank biasa coba setiap 10 langkah berhenti sejenak untuk menikamti pemandangan sambil memuji kebesaran Tuhan.
- Fokus dan jangan melamun. Usahakan untuk selalu fokus dan jangan melamun, karena kita tidak tahu tracknya seperti apa.
- Jangan takut kotor. Jangan gengsi dan berusahan menyatu dengan alam. Itulah esensi dari kegiatan pendakian gunung.
- Pastikan langkahnya santai. Mas Idris menjelaskan untuk berbagai track. Jika medannya pasir atau tanah, pilih tracking nanjak, jangan menggunakan langkah panjang karena bisa menyebabkan tenaga akan terkuras dan cepat lelah.
Jika tracknya berbentu tangga, usahakan tumpuan kaki harus pas untuk menghindari cidera keseleo di engkel. Kedua kali harus tetap bergerak bersamaan.
11. Saling care dan membantu sesama pendaki
Semua pendaki bertanggung jawab untuk berani menegur pendaki yang menyalahi aturan, sepeti buang sampah atau puntung rokok sembarangan, memetik bunga edelwish yang memang dilarang, mengganggu kenyamanan pendaki lainnya, dan lain-lainnya. Ini dilakukan demi kebaikan bersama.
Itulah sebelas tips naik gunung dari tim Kembara Sunyi, untuk melihat langsung penjelasan silahkan tonton langsung channel Youtube @Kembari Sunyi. Jangan lupa untuk subscribe ya!