Gigitan anjing rabies apakah bisa sembuh? Pertanyaan timbul ketika mengetahui ada kasus pendaki Gunung Batukaru yang digigit anjing rabies ketika mendaki hari Minggu (21/9) kemarin.
Dampak gigitan anjing rabies cukup serius dan fatal sebab langsung menyerang sistem saraf dan otak. Bahkan dampak paling paranya bisa menyenggut nyawa.
Oleh sebab itu, kalau kamu memelihara hewan peliharaan mamalia, khususnya anjing, sangat disarankan untuk segera melakukan vaksin anti rabies (VAR) pada hewan peliharaan. Untuk informasi selengkapnya, mari simak artikel berikut ini.
Gigitan Anjing Rabies Apakah Bisa Sembuh?
Virus rabies adalah jenis virus yang menginfeksi langsung sistem saraf pusat mamalia hingga menyebabkan timbulnya penyakit di otak dan berujung kematian. Ketika anjing terinfeksi virus rabies, akan sulit menyembuhkan dan menghilangkan virus tersebut dari tubuh anjing.
Meski masih bertahan hidup beberapa hari pasca terinfeksi virus rabies, akan tetapi dalam dua minggu ke depan anjing tersebut akan mati. Karenanya anjing yang terinfeksi rabies biasanya langsung segera dieliminasi atau diisolasi terlebih dulu. Bagaimana bila terjadi pada manusia?
Cara Mengobati Infeksi Rabies pada Manusia
Di tengah kepanikan, sulit memperkirakan apakah anjing tersebut terinfeksi virus rabies atau tidak. Pada saat bagian tubuh Anda digigit anjing, identifikasi gejala infeksi rabies terhadap luka digigit anjing, yaitu:
- Luka berwarna kemerahan.
- Mengalami pembengkakan di sekitar area yang terluka.
- Semakin lama luka semakin sakit untuk waktu yang cukup lama.
- Terlihat cairan atau nanah keluar dari luka gigitan anjing.
- Tubuh menggigil dan demam.
Apabila sudah terlanjur digigt anjing yang terinfeksi rabies, kamu bisa melakukan pertolongan pada korban dengan langkah-langkah berikut ini:
- Langsung membersihkan luka gigitan anjing rabies menggunakan kapas atau kain bersih yang sudah disiram air hangat terlebih dulu.
- Kemudian perhatikan luka tersebut. Kalau belum keluar darah, pegang luka tersebut dan usahakan sampai mengeluarkan darah. Tujuan mengelukarkan darah untuk mencegah potensi bakteri masuk ke dalam luka yang menginfeksi.
- Untuk meredakan sakit dan pembengkakan, kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri seperti parasetamol ataupun ibuprofen.
- Ketika darah sudah keluar, bersihkan dengan mengoleskan salep antibiotik di atas luka tersebut.
- Biarkan beberapa saat agar salep mengering dan meresap sempurna, baru kemudian tutup luka dengan kain kasa atau perban bersih.
Setelah melakukan pertolongan pertama pasca digigit anjing rabies, kamu tetap harus melakukan pemeriksaan lanjutan di pusat kesehatan seperti puskesmas, klinik ataupun rumah sakit.
Mengutip dari Mayo Clinic, sebenarnya virus rabies yang bersarang ditubuh manusia tidak bisa disembuhkan secara total. Namun, untuk mengurangi risiko kematian, kamu bisa mengantisipasinya dengan melakukan vaksin anti rabies.
Tujuan pemberian vaksin untuk mencegah virus menyebar ke seluruh tubuh dan menyebabkan infeksi rabies berkepanjangan. Berikut ini jenis vaksin anti rabies untuk manusia, yaitu:
- Vaksin Rabies Immunie Globulin yang diberikan untuk orang yang belum pernah mendapatkan VAR. Suntikan vaksin ini di sekitar gigitan anjing rabies tadi. Tujuan awal penyuntikan vaksin Rabies Immunie Globulin untuk mencegah infeksi virus rabies. Biasanya vaksin untuk mengatasi rabies pasca digigit sebanyak 3 kali.
- Rangkaian vaksin anti rabies lainnya diberikan kepad aorang yang belum pernah menerima VAR. Manusia akan disuntikan vaksin sebanyak empat kali dalam kurun waktu 14 hari. Tujuan pemberian vaksin ini untuk membantu tubuh mengidentifikasi sekaligus melawan vaksin rabies.
Gejala Anjing Terinfeksi Virus Rabies
Sementara itu, cara mengenali anjing yang terinfeksi virus rabies di antaranya anjing terlihat lebih gelisah, gampang tersinggung, hingga berperilaku agresif. Perilaku anjing terlihat sangat bersemangat, bisa jadi saat ini anjing rabies itu sedang mencari tempat gelap untuk bersembunyi.
Gejala anjing terinfeksi lainnya yang paling mudah kamu deteksi adalah anjing berjalan sempoyongan, sulit menelan dan memiliki air liur berlebihan. Beberapa anjing akan mengeluarkan busa dari mulutnya. Tapi beberapa kasus lainnya mungkin saja mulut anjing tidak berbusa, namun mengeluarkan air liur berlebihan.
Gejala-gejala di atas merupakan tanda bahwa virus rabies sudah mulai berkembang. Hingga pada akhirnya, anjing mengalami demam, kejang, dan kelempuhan. Anjing kesulitan mengontrol ototnya, khususnya di bagian kepala dan tenggorokannya sampai akhirnya mati.
Sebelum akhirnya menyebabkan celaka untuk kamu dan hewan peliharaan, alangkah lebih bijaksananya untuk melakukan vaksin anti rabies lengkap untuk hewan peliharaan kesayangan kamu.





