Update Terbaru Kasus Gigitan Anjing Rabies Gunung Batukaru

Sejak Minggu (21/9) terdapat 9 korban pendaki Gunung Batukaru yang digigit anjing rabies. Pemerintah segera menangani para korban dan anjing liar tersebut

0
138
gunung batukaru
(Gambar: Shutterstock)

Akhir pekan kemarin (21/9) media sosial sempat dihebohkan dengan tragedi 15 pendaki Gunung Batukaru, Bali, diserang dan digigit anjing yang diduga mengidap virus rabies.

Hingga 4 hari berlalu, jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan berhasil menyelematkan para korban sekaligus mengamankan anjing yang telah dibuktikan mengidap virus rabies tersebut. Pertanyaan kemudian muncul, Gigitan Anjing Rabies Apakah Bisa Sembuh? Ini Penjelasannya.

Kronologi Para Pendaki Gunung Batukaru, Bali

Kasus pendaki Gunung Batukaru yang diteror, diserang dan digigit anjing rabies muncul di media sosial sejak Minggu (21/9) kemarin. Sejak kemunculannya sudah menarik perhatian para penggiat media sosial dan juga pemerintah daerah setempat.

Saat mendengar kabar tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan Ida Bagus Surya Wira Andi langsung berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, RSUD Tabanan, RSUD Singasana sampai rumah sakit swasta untuk menangani para korban tersebut.

Tak dipungkiri memang ada beberapa anjing liar di puncak gunung tersebut lantaran ada banyak bekas sisa makanan yang ditinggalkan para pendaki terdahulu yang memancing para anjing untuk mencari sumber makanan ke sana.

Penanganan Korban Gigitan Anjing Rabies di Gunung Batukaru

Kepala Desa Pujungan I Made Rimayasa memberikan keterangan bahwa sejak hari pertama mendapat kabar tersebut sudah langsung berkoordinasi dengan instansi terkait, terutama pusat kesehatan.

Fakta terbaru, ternyata hanya 9 dari 15 pendaki yang yang digigit anjing rabies tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan memberikan vaksin antirabies (VAR) kepada 9 korban tersebut sebanyak tiga kali.

Kesembilan korban ini sudah mendapatkan perawatan lengkap di Puskesmas Pupuan, khususnya pencegahan risiko rabies. Penanganan tersebut termasuk juga memberikan VAR yang pertama.

Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Tabanan menyebutkan kalau para korban harus melengkapi vaksin anti rabies ini dengan VAR khusus manusia sebanyak tiga kali pemberian.

Ida Bagus melanjutkan bahwa para korban ini bisa melengkapi kedua vaksin lainnya agar lengkap menjadi tiga VAR melalui fasilitas rumah sakit yang dekat dengan tempat tinggal mereka.

Mengingat beberapa korban gigitan anjing rabies ini berasal dari wilayah di Bali selain Tabanan. Maka Ida Bagus segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Bali untuk memberikan dosis VAR lainnya yang dibutuhkan para korban.

Penanganan Anjing di Sekitar Gunung Batukaru

Sementara itu, untuk anjing yang telah terdiagnosis memiliki virus rabies ini telah dieliminasi guna tidak menyebarkan virus rabies kepada anjing-anjing liar di sekitar kawasan Gunung Batukaru.

Sebelumnya pemerintah daerah belum bisa memutuskan apakah anjing tersebut mengidap virus rabies atau tidak tanpa ada hasilnya data yang akurat.

Sejak Senin (22/9) diadakan uji laboratorium oleh Dinas Pertanian di Balai Besar Veteriner, Denpasar. Hasil uji laboratorium tersebut akan keluar di hari selanjutnya yakni hari Selasa (23/9).

Di hari Selasa (23/9) itu, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Tabanan Gede Eka Partha Ariana mengatakan bahwa hasil uji laboratorium menyatakan bahwa anjing yang mengigit para pendaki Gunung Batukara pada Minggu (21/9) dinyatakan positif rabies.

Berdasarkan data itulah, Dinas Pertanian Tabanan segera melakukan penyisiran anjing liar dan anjing peliharaan di sekitar lokasi kejadian. Fokus utama penyisiran di kawasan Banjar Tibu Dalem, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan.

Penyisiran secara masif dan menyeluruh akan dilaksanakan pada Kamis (25/9) pagi bersama tim yang dikirim dari Kabupaten Tabanan. Kegiatan penyisiran bertujuan untuk memberikan vaksin darurat pada seluruh anjing, baik liar maupun peliharaan.

Kemudian anjing liar tak bertuan akan dibawa para relawan ke shelter atau tempat penampungan sementara guna meminimalisir risiko meluasnya kasus.

Himbauan Bagi Warga

Meski gigitan anjing rabies ini merupakan insiden pertama yang terjadi di Gunung Batukaru, akan tetapi warga tidak perlu panik. Waspada dan lebih hati-hati memang perlu, namun tak perlu panik sebab kondisi sudah terkendali oleh pemerintah setempat.

Bila ada warga yang menemukan kasus gigitan serupa, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian meminta warga untuk segera melaporkan serta melakukan penanganan awal sesuai prosedur.

Kemudian bagi warga yang memiliki anjing sebagai hewan peliharaan, dianjurkan untuk segera melakukan vaksin anti rabies untuk mengurangi risiko kasus serupa.

Dengan begitu, Anda tetap bisa melindungi diri sendiri dan hewan peliharaan kesayangan tanpa harus saling berisiko serius satu sama lain. Segera bawa hewan peliharaan untuk mendapatkan vaksin anti rabies, ya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.