You are here
Home > Kesehatan >

Terbukti, Menurut Penelitian Ingatan Wanita Lebih Tajam daripada Pria

Ingatan wanita lebih tajam daripada pria

Diketahui bahwa ingatan wanita lebih tajam daripada pria. Hal itu terbukti melalui sebuah penelitian resmi yang diterbitkan dalam jurnal Menopause, wanita berusia 45-55 tahun tampil lebih baik dalam semua ukuran memori, meski mengalami penurunan saat menopause.

Penelitian tentang memori ingatan wanita yang lebih baik

ingatan wanita lebih tajam daripada pria
Ingatan memori wanita. (Gambar: http://pixabay.com)

Melansir penjelasan dari laman Medical News Today, sekitar 75 persen orang mengalami masalah ingatan seiring bertambahnya usia. Penyebabnya termasuk demensia dan penyakit Alzheimer. Wanita lebih mungkin terkena penyakit Alzheimer dan demensia daripada pria.

Saat wanita mencapai menopause, mereka juga berjuang dengan kelupaan dan “kabut otak”, dan bagi sebagian orang, penipisan memori ini berlanjut setelah menopause. Beberapa peneliti telah menemukan bahwa wanita juga mengalami kesulitan dengan kefasihan verbal pada saat-saat ini.

Namun demikian, wanita dengan otak penuaan yang sehat terus memiliki keunggulan dibandingkan dengan pria dalam hal fungsi memori, bahkan di usia paruh baya dan lebih tua.

Memang, beberapa penelitian menunjukkan bahwa, bahkan sejak masa kanak-kanak, wanita mengungguli pria dalam ingatan memori. Hal ini terutama berlaku untuk memori verbal. Perbedaannya menjadi lebih signifikan setelah pubertas, dan berlanjut hingga dewasa.

Penelitian telah menunjukkan bahwa aspek verbal dan asosiatif memori lebih mungkin terganggu daripada fungsi nonverbal seiring bertambahnya usia. Tampaknya juga orang yang mengalami masalah dengan memori verbal sebelum usia 50 tahun lebih mungkin menghadapi gangguan kognitif tambahan setelah usia 65 tahun.

Bagaimana hormon memengaruhi memori?

Para peneliti dari Boston, MA yang seperti dilansir dari Medical News Today, juga telah menyelidiki bagaimana menopause dan kadar steroid seks dapat mempengaruhi aspek memori tertentu.

Hormon steroid seks neuroaktif, termasuk estradiol, diyakini mempengaruhi pembelajaran dan memori pada wanita, hal itu pun yang mungkin juga mendasari perbedaan jenis kelamin dalam pembelajaran serta kinerja memori.

Estradiol mempengaruhi struktur dan fungsi daerah otak yang berhubungan dengan memori. Ketika tingkat berfluktuasi selama siklus menstruasi, kinerja memori kerja verbal juga dapat berubah.

Untuk mengetahui lebih lanjut, tim memutuskan untuk menyelidiki fungsi memori yang berkaitan dengan tingkat estradiol di awal usia paruh baya. Mereka berhipotesis bahwa perbedaan jenis kelamin, hormon, dan status reproduksi mungkin berkorelasi dengan perubahan kinerja memori.

Meskipun mengalami penurunan saat menopause, wanita mengungguli pria dalam tes memori. Partisipannya adalah 212 pria dan wanita berusia antara 45-55 tahun.

Fakta singkat tentang kehilangan memori

Ingatan wanita lebih tajam daripada pria
Kehilangan memori ingatan. (Gambar: http://universityhealthnews.com)

Dalam 12,6 persen rumah tangga di Amerika, satu atau lebih orang mengalami kebingungan atau kehilangan ingatan. Kemudian di angka 6 persen rumah tangga, semua orang dewasa mengalami kebingungan atau kehilangan ingatan. 

Penyebabnya antara lain kekurangan vitamin B12, alkoholisme, tumor, infeksi atau pembekuan darah di otak. Tes memori yang menantang digunakan untuk menilai memori episodik, fungsi eksekutif, dan pemrosesan semantik. Tes kognitif digunakan untuk mengukur kecerdasan verbal. Tim membandingkan kinerja antara pria dan wanita, dan juga antara wanita pada tahap yang berbeda, sebelum, selama, dan setelah menopause.

Hasil menunjukkan bahwa wanita mengungguli pria, dan wanita yang premenopause atau perimenopause memiliki skor lebih baik daripada wanita yang pascamenopause. Kinerja dikaitkan dengan tingkat estradiol, terlepas dari usia kronologis.

Ketika estradiol menurun selama menopause, wanita merasa lebih sulit untuk mempelajari sesuatu untuk pertama kalinya dan untuk mengambil informasi. Namun, mereka terus mempertahankan dan mengkonsolidasikan kenangan yang tersimpan secara efektif. Temuan menunjukkan bahwa bagian otak yang berbeda juga ikut terpengaruh.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa wanita dengan periode reproduksi yang lebih lama, dan oleh karena itu lebih banyak terpapar estrogen, memiliki memori verbal yang lebih cepat dan lebih lambat di pertengahan hingga akhir kehidupan.

Penurunan kadar estradiol selama menopause juga ditemukan berhubungan langsung dengan perubahan aktivitas otak di hipokampus, yang berperan dalam fungsi memori. Itulah penelitian yang membuktikan bahwa ingatan wanita memang lebih tajam daripada pria menurut penjelasan dari laman Medical News Today

Baca juga: 5 Penyebab Utama Mudah Lupa di Usia Muda yang Tak Boleh Disepelekan

Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

Leave a Reply

Top