You are here
Home > Kesehatan >

Tak Hanya Demam, Ini Gejala Virus COVID-19 Varian Delta!

Varian delta

Jumlah pasien positif COVID-19 hingga saat ini terus meningkat. Tak hanya menyerang orang dewasa, jumlah kasus pada anak-anak pun juga ikut bertambah. Apalagi saat ini virus COVID-19 varian Delta semakin menyebar di Indonesia. 

Apa itu virus COVID-19 varian Delta? 

varian delta
Varian Delta. (Gambar: http://pixabay.com)

Varian COVID-19 delta juga dikenal sebagai B.1.617.2. Virus varian baru ini pertama kali terdeteksi di India tetapi sejak saat itu ternyata langsung muncul di lebih dari 70 negara, menurut World Health Organization (WHO)

Varian ini tidak hanya menyebar lebih cepat daripada strain sebelumnya tetapi juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah. Virus ini sangat mengkhawatirkan bagi orang yang tidak divaksinasi dan mereka yang memiliki respons kekebalan yang lebih lemah terhadap virus.

Melansir penjelasan dari laman Kontan, Kepala petugas Kesehatan Queensland, Dr Jeannette Young mengatakan bahwa varian Delta diindikasi dapat menular melalui kontak dengan durasi sekitar 5-10 detik saja. 

Gejala COVID-19 varian Delta secara umum 

Gejala terinfeksi varian baru ini mirip dengan gejala virus corona yang kita ketahui selama ini. Akan tetapi, varian Delta membuat gejala-gejala tersebut menjadi lebih parah dan lebih sulit ditangani oleh tim medis. Diketahui bahwa ada beberapa gejala infeksi virus corona varian Delta yang wajib kamu ketahui, seperti:

  • Sakit perut 
  • Hilangnya selera makan 
  • Muntah 
  • Mual 
  • Nyeri sendi 
  • Gangguan pendengaran 

Tak hanya itu saja, diketahui juga menurut Profesor Epidemiologi Genetika di King’s College London, Tim Spector, mengatakan bahwa gejala yang timbul akibat infeksi varian Delta seperti flu dengan tingkat parah. Ada beberapa gejala yang paling banyak dilaporkan oleh penderita COVID-19 varian ini, yaitu: 

  • Sakit kepala 
  • Sakit tenggorokan 
  • Pilek 
  • Demam 

Kemudian gejala COVID-19 varian awal seperti batuk dan kehilangan kemampuan penciuman menjadi lebih jarang terjadi. Sementara, pada pasien usia muda yang terinfeksi varian Delta mengalami gejala pilek atau badan terasa tidak enak serta kelelahan. 

Baca juga: Saat Isolasi Mandiri Harus Bagaimana?

Gejala infeksi pada anak 

varian delta
Gejala COVID-19 varian Delta pada anak. (Gambar: http://pixabay.com)

Kasus infeksi varian ini juga banyak terjadi pada anak-anak. Seperti dilansir dari laman Kontan menurut Dokter Spesialis Patologi Forensik KSM Kesehatan Anak di RS Cipto Mangunkusumo, Prof Dr dr Rismala Dewi SpA(K) diketahui bahwa infeksi varian Delta menyebabkan gejala yang sangat bervariasi pada anak. 

Gejalanya COVID-19 pada anak memang bisa bermacam-macam tidak khas, tidak banyak yang berhubungan dengan gangguan saluran cerna atau pernapasan. Berikut ini beberapa gejala varian Delta pada anak: 

  • Demam
  •  Diare
  • Batuk 
  • Pilek 
  • Muncul ruam pada kulit 

Selain gejala tersebut, ada juga beberapa gejala COVID-19 pada anak yang umumnya terjadi, sebagai berikut: 

  • Demam 
  • Batuk 
  • Sakit tenggorokan 
  • Sulit bernapas 
  • Kelelahan 
  • Sakit kepala 
  • Nyeri otot 
  • Mual dan muntah
  • Diare 
  • Nafsu makan menurun 
  • Kehilangan kemampuan mencium bau dan mengecap rasa 
  • Sakit perut 

Jika anak mengalami beberapa gejala tersebut seperti yang dijelaskan di atas, sangat disarankan kepada orang tua agar tidak memberikan pengobatan sendiri dan segera menghubungi dokter atau fasilitas layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah. 

Kemudian jika anak belum dipastikan terinfeksi COVID-19, orangtua bisa menjaga anak agar tidak terjadi indikasi gejala yang lebih buruk lagi. Orangtua sebaiknya tidak membiarkan anak keluar rumah, kecuali kondisi mendesak, seperti melakukan pemeriksaan ke dokter. 

Baca juga: Daftar Vitamin untuk Covid, Cocok Bagi yang Isoman

Seberapa parah penyakit yang disebabkan oleh varian Delta?

Bukti awal menunjukkan varian Delta dapat meningkatkan risiko penyakit yang lebih parah dibandingkan dengan varian lainnya. 

Satu analisis oleh PHE yang dilansir dari laman Healthline terhadap lebih dari 38.000 kasus COVID-19 di Inggris menemukan bahwa orang dengan varian Delta 2,61 kali lebih mungkin merasakan penyakit yang lebih parah daripada mereka yang memiliki varian Alpha.

Hal ini menunjukkan bahwa bahkan dengan varian ini, vaksinasi penuh menawarkan perlindungan terhadap penyakit yang lebih parah.

Untuk vaksin dua dosis seperti Pfizer-BioNTech atau Moderna-NIAID, vaksinasi penuh dilakukan setidaknya 14 hari setelah dosis kedua. Untuk vaksin satu kali suntikan seperti Johnson & Johnson, vaksinasi penuh setidaknya 14 hari setelah dosis.

Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

Leave a Reply

Top