SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Sunday, April 14, 2024
spot_imgspot_img
HomeKuliner5 Tips Siapkan Makanan Sehat ala Ahli Gizi dan Masterchef Indonesia (Bagian...

5 Tips Siapkan Makanan Sehat ala Ahli Gizi dan Masterchef Indonesia (Bagian II)

MediaGo – Setelah mengetahui tiga tips menyiapkan makanan sehat ala ahli gizi dan Masterchef Indonesia, ini tips keempat dan kelima yang perlu kamu ketahui dan pahami agar hidup lebih sehat.  

4. Pangan Lokal Lebih Keren

Sepotong salmon memang terlihat menggiurkan, karena warna jingganya tampak segar. Apalagi, ikan ini disebut-sebut mengandung omega 3 yang sangat tinggi. Masalahnya, harga salmon terbilang mahal.

Relakah kita mengeluarkan banyak uang untuk belanja salmon, padahal ada ikan lokal yang lebih hebat? Kata Puteri, Indonesia punya beberapa jenis ikan kembung yang kandungan omega 3-nya tiga kali lipat lebih tinggi daripada salmon. 

Aziz dan Puteri sepakat, salah satu keuntungan belanja bahan lokal adalah harganya yang rata-rata jauh lebih terjangkau. Soalnya, bahan pangan itu tersedia di Indonesia, mudah diakses, dan jumlahnya berlimpah. 

Baca juga: 5 Tips Siapkan Makanan Sehat ala Ahli Gizi dan Masterchef Indonesia (Bagian I)

“Makin cepat dipanen dan makin cepat dikonsumsi, suatu bahan pangan akan lebih baik bagi tubuh kita, dibandingkan makanan beku. Produk impor umumnya dipetik atau dipanen sebelum waktunya, dikemas sedemikian rupa agar nilai gizinya tidak berkurang. Bahan lokal di negara kita sudah sangat mencukupi, karena Indonesia kaya banget. Hanya tinggal bagaimana mengelola ekosistem agar produk lokal bisa diakses masyarakat lokal pula,” kata Aziz. 

Puteri menambahkan, memilih produk lokal berarti juga meminimalkan carbon footprint. Mengurangi dampak perubahan iklim bisa dilakukan dengan mengurangi asupan makanan impor. Selain itu, memilih pangan lokal akan membantu melindungi bumi agar lingkungan kita lebih lestari.

CEO Food Sustainesia Jaqualine Wijaya mengakui, saat mendapati bahwa kualitas produk impor lebih baik, akan sulit bagi konsumen untuk memilih produk lokal. Apalagi, jika harganya kompetitif atau beda-beda tipis dipasaran. Inilah yang menjadi tantangannya.

Baca juga: Rekomendasi 4 Tempat Kuliner Legendaris Nan Kaya Sejarah di Indonesia

“Selain edukasi, kita perlu bekerja sama dengan produsen lokal agar mereka memastikan produknya dibuat sebaik mungkin. Dengan begitu, orang memilih produk lokal karena kualitasnya, bukan sekadar kelokalannya. Apalagi, fresh produce. Yang jelas, dengan memilih produk lokal, berarti kita mendukung petani dan nelayan lokal. Dampak lingkungan jadi lebih minimal,” ucapnya.

5. Ubah Mindset, Ubah Perilaku

Mengubah perilaku secara drastis, apalagi ekstrem, akan terasa berat. Sebab itu berkaitan dengan mindset. Oleh Karena itu, Jaqualine menyarankan untuk melakukan langkah kecil, dimulai dari memilih makanan yang lebih baik.

“Kalau sekarang belum makan sehat, yuk, mulai makan sehat dengan konsumsi lebih banyak sayuran, misalnya. Kalau sudah, buatlah makanan itu lebih bervariasi, lebih bergizi, lebih seimbang garam, gula, dan lemaknya. Jika itu juga sudah, mungkin ini saatnya Anda pilih makanan lebih green. Contohnya, mengganti nasi putih dengan nasi merah. Jika ingin lebih sustainable, belilah beras merah organic,” sarannya.

? Aziz menyarankan, ketika belanja bahan pangan, akan lebih baik jika kita memikirkan dulu apakah kita punya waktu dan energi untuk mengolahnya. “Kalau tinggal sendiri, biasanya akan banyak food waste. Jadi, meski harganya murah, jangan beli terlalu banyak sehingga malah akan busuk dan terbuang,” jelasnya.

Baca juga: Mencicipi Kuliner Bali Tertua di Bali Timbungan

Aziz menambahkan, sebaiknya kita tidak mudah tergiur oleh makanan yang sedang tren, padahal belum tentu enak. “Bisa jadi hanya kelihatannya saja enak. Karena itu, sebelum mencoba, pikirkan dulu apakah kita bisa berkomitmen untuk menghabiskan. Kalau tidak habis, kan, ujung-ujungnya masuk tempat sampah. Kasihan petaninya. Kita perlu bertanggung jawab terhadap aksi kita sendiri,” kata Aziz.

Sependapat dengan Aziz, Brian memberi saran, pastikan makanan yang dimasak itu memang disukai oleh Anda dan keluarga, bukan sekadar ikut tren, lalu tidak ada yang memakan dan menghabiskannya.

Baca juga: Ini Makanan Penambah Berat Badan Anak yang Sehat dan Bergizi

“Kalau sudah membangun kebiasaan mengonsumsi makanan yang lebih sustainable, kita bisa beranjak mengolah food waste untuk dibuat jadi makanan baru atau dibuat kompos. Dan, membangun kebiasaan lain agar tidak membuang makanan, baik makanan matang maupun bahan mentah. Sehingga, pilihan kita akan makanan sehat bukan hanya berdampak pada diri sendiri, melainkan juga pada lingkungan,” kata Jaqualine.  

Seiring meningkatnya awareness orang tentang pentingnya menjaga lingkungan untuk mencegah dampak perubahan iklim yang semakin parah, makanan tersebut sebaiknya menyehatkan bagi tubuh sekaligus bagi lingkungan. Lalu, seperti apa makanan yang disebut makanan sehat ramah lingkungan? 

Jaqualine menerangkan, Sustainable berarti idealnya makanan tersebut dikemas dalam kemasan eco-friendly, sehingga tidak menyisakan sampah. Dampak karbon juga kecil, sehingga lebih baik pilih produk lokal dan plant base.

Baca juga: 10 Makanan Sehat yang Cocok untuk Traveling, Anti Ribet dan Kenyang

“Kami juga mengajak orang mengonsumsi berbagai jenis makanan, karena menjaga keanekaragaman hayati juga penting demi menjaga kekayaan alam. Yang tidak kalah penting, pilih produk yang musiman untuk mengurangi limbah makanan akibat over-produced saat musim-musim bahan makanan tertentu,” kata Jaqualine. 

Hygienic berarti memastikan makanan yang dikonsumsi tidak membahayakan kesehatan tubuh. Nutritious berarti menyehatkan tubuh, memakai bahan yang sealami mungkin, dan mengandung nilai gizi yang diperlukan oleh tubuh. Sedangkan Economically Feasible berarti harganya bisa diakses oleh banyak kalangan, termasuk bahan pangan organik yang selama ini masih terbilang mahal.

CopyAMP code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular