SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Monday, July 15, 2024
spot_imgspot_img
HomeNewsDiskirminasi Wanita Indonesia di Tempat Kerja

Diskirminasi Wanita Indonesia di Tempat Kerja

Diskriminasi atau pembedaan yang kerap kali dialami wanita Indonesia di tempat kerja adalah realitas yang mengakar dan masih menjadi kenyataan pahit yang dihadapi banyak perempuan.

Diskriminasi perempuan karena berbagai latar belakang telah lama terjadi dan mendapat pengakuan di berbagai aspek kehidupan.

Bahkan, diskriminasi terhadap perempuan terjadi di berbagai sektor kehidupan dan dilakukan oleh laki-laki, perempuan, komunitas, masyarakat, etnik, agama, dan negara.

Dalam kehidupan sosial dan bernegara dikenal beberapa bentuk diskriminasi, yang semuanya  berdampak dan mengorbankan perempuan. Setiap terjadi bentuk diskriminasi, maka perempuan merupakan pihak yang paling banyak mendapatkan dampak buruk dari kondisi tersebut.

Baca Juga: 4 Wanita Indonesia Ini Masuk Ke Dalam Daftar Wanita Tercantik di Dunia, Siapa Saja?

Diskriminasi gender, khususnya terhadap perempuan, di Indonesia diakibatkan oleh banyak faktor saling terkait diantaranya, budaya patriaki yang mengakar kuat di masyarakat Indonesia menempatkan laki-laki dalam posisi superior dan perempuan dalam posisi subordinat.

Hal ini memicu norma dan nilai yang mendiskriminasi perempuan, membatasi peran dan peluang mereka dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia kerja.

Stereotip gender yang melekat pada laki-laki dan perempuan secara turun-temurun juga berkontribusi pada diskriminasi, perempuan diasosiasikan dengan sifat lemah, emosional, dan tidak mampu mengambil keputusan.

Sehingga, dianggap tidak cocok untuk pekerjaan tertentu atau posisi kepemimpinan sedangkan laki-laki diasosiasikan dengan sifat kuat, rasional, dan pemimpin, sehingga diunggulkan dalam berbagai bidang.

Diskriminasi lainnya di tempat kerja adalah perempuan yang menikah dan hamil seringkali mendapat diskriminasi dari tempat mereka bekerja karena mereka dianggap akan lebih fokus kepada keluarga dan tidak lagi berkomitmen dengan pekerjaan.

Dan yang lebih mengherankannya, mereka dianggap manusia yang tidak bisa melakukan pekerjaan karena kondisi badan yang rentan.

Masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum memiliki kesadaran dan pemahaman yang memadai tentang kesetaraan gender dan hak-hak perempuan.

Kurangnya edukasi dan sosialisasi tentang kesetaraan gender di berbagai tingkatan, mulai dari pendidikan formal, keluarga, hingga komunitas, menjadi hambatan dalam mewujudkan kesetaraan gender, dan kurangnya penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran hak-hak perempuan dan peraturan anti-diskriminasi menjadi faktor pendorong terjadinya diskriminasi.

Hal ini membuat para pelaku diskriminasi merasa aman dan tidak segan-segan untuk melakukan tindakan diskriminatif.

Diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja memiliki dampak negatif termasuk kehilangan pendapatan dan kemiskinan, ketidakadilan dan ketimpangan gender, dan hilangnya potensi dan talenta perempuan.

Terdapat upaya mengatasi diskriminasi wanita di tempat kerja, dan upaya ini melibatkan berbagai pihak termasuk Pemerintah, pengusaha, organisasi masyarakat sipil dan individu.

Adapun beberapa langkah yang dapat dilakukan mencegah adanya diskriminasi terhadap perempuan di tempat kerja yaitu:

  1. Menerapkan dan menegakkan peraturan yang melarang diskriminasi gender di tempat kerja.
22 13377645391854842522
Foto: Ilustrasi, NET

2. Meningkatkan edukasi dan kesadaran tentang kesetaraan gender di dunia kerja.

wanita karier 7jpg 20220330043209
Foto: Ilustrasi, NET

3. Mendorong perusahaan untuk menerapkan kebijakan yang ramah perempuan, seperti cuti hamil dan melahirkan yang memadai, fasilitas penitipan anak, dan kebijakan kerja yang fleksibel.

085197400 1554105446 Pentingnya Ciptakan Tempat Kerja Ramah PMS By Pressmaster Shutterstock
Foto: Ilustrasi, NET

4. Mendukung program dan pelatihan yang memberdayakan perempuan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka.

butuh 200 tahun untuk capai kesetaraan gender m
Foto: Ilustrasi, NET

5. Menciptakan budaya kerja yang inklusif dan menghargai semua orang, terlepas dari gendernya.

040651500 1585734192 group of people in a meeting 1367272
Foto: Ilustrasi, NET

Dengan komitmen dan kerjasama dari semua pihak, diharapkan diskriminasi wanita di tempat kerja dapat dihapuskan dan tercipta dunia kerja yang adil dan setara bagi semua.

Oleh: Angraini Faomasi Zebua, Ilmu Hukum Universitas Pamulang

CopyAMP code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular