You are here
Home > Pendidikan >

4 Lomba 17an ini Ternyata Punya Kisah Menyedihkan Dibalik Kemeriahannya

Lomba 17an
Bagikan

MediaGo – Untuk memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus ini, saya akan mengulas beberapa perlombaan tradisional yang biasanya kita rayakan setiap tahun. Dari anak-anak hingga orang dewasa, mereka begitu antusias untuk mengikuti lomba 17an tersebut.

Namun, Pernahkah gak sih terlintas dalam pikiranmu, siapa yang menciptakan perlombaan 17an ini dan ada cerita apa disetiap permainannya?

Sejarah Lomba 17an yang Harus Kamu Ketahui

Untuk menjawab itu semua, MediaGo akan membahas sejarah terciptanya lomba 17an dan kisah miris sekaligus tragis disetiap permainannya. Mengutip dari berbagai sumber, berikut 4 perlombaan hari kemerdekaan yang ternyata punya kisah menyedihkan dibalik kemeriahannya.

1. Lomba Balap Karung

lomba balap karung
Warga sangat antusias dalam mengikuti lomba balap karung / tribunnews.com

Saat 17 Agustus tiba, pasti lomba balap karung ini sering kamu ikuti. Cara bermainnya sangat mudah, Kamu hanya perlu menjaga keseimbangan dan melaju dengan cara meloncat secepat mungkin untuk bisa menang.

Namun, untuk 17-an kali ini, permainan tersebut harus kita stop dulu karena seperti himbauan pemerintah melalui PPKM yang mengharuskan kita tidak melakukan hal-hal yang sifatnya berkerumun. Ini demi memutus rantai penularan virus covid-19 yang sedang melanda Indonesia.

Untuk sedikit mengenang, ternyata ada kisah menyedihkan dibalik lomba balap karung ini. Banyak sumber yang mengatakan bahwa lomba balap karung 17-an ini memperingati saat Indonesia di jajah oleh bangsa Jepang. Saat itu, masyarakat Indonesia mengenakan karung goni sebagai pakaian kesehariannya.

2. Panjat Pinang

panjat pinang
Sejumlah warga mengikuti lomba panjat pinang / kompas.com

Siapa yang gak tahu perlombaan ini? Lomba Panjat pinang sudah menjadi icon utama dalam hari perayaan kemerdekaan Indonesia. Semua daerah memiliki aturan yang sama dalam permainannya, yaitu memanjat pohon pinang setinggi 10 meter yang sudah dihilangkan kulitnya dan dilumuri dengan oli sehingga menjadi sangat licin.

Baca Juga:  SMA Islam Al-Azhar BSD Gelar Edufair Secara Daring dan Hadirkan Youtuber

Lomba 17-an ini biasanya diikuti oleh banyak orang untuk bisa mencapai puncak. Mereka akan saling bekerjasama dengan cara saling menopang. Biasanya yang paling bawah itu orang dengan ukuran badannya yang sedikit berisi dan yang paling atas adalah orang yang paling kecil agar tidak berat dan rubuh haha. Pokoknya sangat seru deh!

Namun, dibalik keseruannya itu ternyata panjat pinang menyimpan kisah yang begitu sedih. Nama panjat pinang diambil dari bahasa Belanda. Dulu, dinamakan ‘De Klimmast yang artinya panjang tiang.

Permainan ini berasal dari Belanda, dan dibawa ke tanah air, namun tidak ada satupun orang Belanda yang ingin mengikuti perlombaan ini.

Menurut mereka hal ini sangat menjijikan, karena orang yang menopang dibawah harus rela diinjak-injak hingga sampai keatas. Kata ‘diinjak’ inilah yang membuat Belanda berinisiatif mengadakan perlombaan ini untuk menertawakan bangsa Indonesia.

Karena dulu bangsa kita sangat sulit untuk mendapatkan makanan, merekapun rela bahkan dengan senangnya mendaftarkan diri dalam perlombaan tersebut hanya untuk mendapatkan sedikit beras.

3. Tarik Tambang

Lomba 17-an
Lomba tarik tambang untuk memperingati HUT RI setiap tahunnya / kompas.com

Perlombaan ini biasanya diikuti oleh orang dewasa. Dalam peraturannya, permainan tarik tambang ini harus sama jenis kelamin antar lawan. Misalnya, Ketika para pemainnya perempuan, maka lawannya juga harus perempuan.

Untuk bisa memenangkan permainan ini, kelompok kamu harus bisa menahan dan menarik tali. Jika tali tersebut berhasil menarik kelompok lawan hingga melewati batas yang sudah ditentukan oleh panitia, maka kelompok kamu dinyatakan menang.

Lomba tarik tambang sudah dimulai sejak zaman penjajahan Belanda dahulu. Ini menggambarkan para pribumi kita yang dipaksa kerja paksa. Mereka menggunakan tali tambang untuk menarik suatu benda, seperti batu, pasir atau benda-benda berat lainnya. Sangat kejam ya bangsa Belanda dahulu!

Baca Juga:  SGU dan BI Jalin Kerja Sama Program Kampus Merdeka Bank Indonesia

4. Lomba Makan Kerupuk

lomba makan krupuk
Anak-anak begitu senang mengikuti perlombaan makan kerupuk / suara.com

Lomba kerupuk biasanya diikuti oleh anak-anak. Dalam permainan, kerupuk akan ditalikan menggunakan benang tipis dan digantungkan secara berjajar. Selain itu, kerupuk itu akan digantungkan lebih tinggi dari tinggi badan pesertanya.

Untuk bisa keluar sebagai pemenang, kamu harus bisa lebih dulu dalam menghabiskan kerupuk yang digantungkan tersebut.

Sejarah dibalik terciptanya permainan ini adalah ketika dulu negara kita dijajah oleh Belanda, nenek moyang kita sulit untuk mendapatkan pangan.

Mereka hanya bisa memakan nasi dengan kerupuk. Hingga akhirnya, dihari kemerdekaan RI masyarakatpun berinisiatif untuk menjadikan kerupuk ini ke dalam salah satu perlombaan.


Bagikan
Rizky Aditya
Seorang SEO content writter pemula yang terus belajar dalam mengasah kemampuannya

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Top