SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Thursday, April 11, 2024
spot_imgspot_img
HomePropertiBenarkah Generasi Muda Sulit Membeli Rumah?

Benarkah Generasi Muda Sulit Membeli Rumah?

MediaGo – Dari sekian banyak impian masyarakat di Indonesia pasti banyak yang ingin membeli rumah sendiri. Selain bisa lebih mandiri, impian tersebut juga bisa menjadi tanda kesuksesan mereka yang sudah banting tulang bekerja dari pagi sampai malam. Biasanya rencana memiliki rumah ini sudah dibuat sejak mereka pertama kali bekerja.

Biaya untuk membeli rumah itu cukup besar. Makanya diperlukan perhitungan yang matang sejak awal. Mulai dari perhitungan biaya yang mau disiapkan hingga kapan waktu untuk membelinya. Apalagi, melihat fakta harga rumah di kawasan kota besar semakin lama semakin mahal. Bahkan di beberapa lokasi strategis Jakarta harganya sudah menyentuh angka miliaran rupiah.

Baca juga: Harga Terjangkau Di Jakarta Selatan, Remboelan Infinity Bidik Kaum Milenial

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga menyampaikan bahwa generasi muda akan makin sulit mempunyai rumah karena mahalnya harga lahan dan risiko kenaikan bunga yang menyebabkan harga rumah yang tidak sebanding dengan pendapatan.

“Generasi muda ini kemudian akan berumah tangga, kemudian mereka membutuhkan rumah. Tapi mereka cannot afford untuk mendapatkan rumah. Mereka butuh, tapi cannot afford karena purchasing power mereka dibandingkan harga rumahnya, lebih tinggi,” ujarnya pekan lalu dalam acara Securitization Summit 2022, Rabu (13/7/2022).

Baca juga: Generasi Milenial Jadi Harapan Besar Bagi Kemajuan Digitalisasi UMKM

Kalau Anda merupakan generasi muda yang ingin membeli rumah, Lifepal.co.id membagikan tips-tips membeli rumah yang cocok buat kamu jalankan. Berikut simak penjelasan lebih detail dari Co-Founder dari Lifepal.co.id Benny Fajarai:

1. Tentukan Besar Budget Beli Rumah

Harga rumah itu bervariasi, tergantung dari lokasi, luas bangunan, dan luas tanah. Lokasi yang strategis tentunya menjadi faktor pendorong mahalnya harga rumah walaupun luas bangunan dan tanahnya tidak terlalu lebar.

Dengan melakukan pertimbangan seksama, kamu dapat memastikan budget yang sesuai dengan anggaran yang kamu miliki sehingga harga rumah incaran tersebut sesuai terhadap kemampuan daya beli.  

Baca juga: Strawberry Generation, Si Kreatif Tapi Mudah Menyerah

2. Pilih KPR atau Cash

Kenaikan harga rumah yang cukup tinggi tiap tahunnya juga jadi pertimbangan bagaimana cara membeli rumah. Apalagi persentase kenaikan harga rumah itu lebih tinggi ketimbang persentase kenaikan gaji. Karena itu cara memberi rumah secara KPR ataupun cash patut dipertimbangkan. Sebab kalau kamu sampai salah memutuskan, rencana beli rumah bisa gagal.

Jika membeli dengan KPR, kelebihannya adalah kamu bisa membeli rumah dengan dicicil. Namun, KPR memiliki kekurangan, yaitu cicilan yang dibayar gak selamanya sama besarannya, tergantung pada perubahan suku bunga acuan BI. Kemudian total keseluruhan uang buat cicil rumah hingga lunas lebih besar ketimbang beli rumah secara cash.

Baca juga: Tanda Kamu Mengalami Quarter Life Crisis Dan Cara Menghadapinya

Sementara kalau membeli rumah secara cash, kelebihannya kamu tidak bakal terbebani utang. Tetapi kekurangan membeli secara cash adalah pengumpulan dananya bakal bikin kamu mengorbankan beberapa alokasi pengeluaran demi bisa mengejar waktu beli rumah sebelum nantinya naik.

3. Kelola Pengeluaran dengan Baik

Baru mulai bekerja memang banyak godaannya. Mulai dari ingin belanja kebutuhan fashion, perlengkapan bekerja, hingga skincare. Nah jika kamu ingin tujuan membeli rumah terwujud dalam waktu dekat, usahakan batasi pengeluaran gak penting dan alihkan ke tabungan. Tahan setiap godaan diskon yang ada. Jaga keuangan tetap baik meski harus ada yang dikorbankan.

4. Alokasikan 30 Persen Gaji untuk Tabungan, Investasi, dan Asuransi

Karena beli rumah membutuhkan dana yang besar, kamu harus benar-benar alokasikan besaran dananya dengan tepat. Kamu pernah dengar sebelumnya alokasi dana buat tabungan, investasi dan asuransi itu besaran idealnya 20 persen per bulan.

Namun, dalam rencana membeli rumah, ada baiknya alokasinya ditingkatkan menjadi 30 persen tiap bulan. Besaran tersebut awal-awal ditujukan buat mengumpulkan dana darurat yang besarnya sekitar 6-9 kali gaji bulanan. Dana tersebut perlu digunakan untuk asuransi seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan maupun asuransi kendaraan untuk menghindari resiko tidak terduga lainnya.

Baca juga: 5 Hobi Kekinian Yang Bisa Menghasilkan Banyak Cuan!

Benny menambahkan bahwa saat ini rumah juga dapat dilindungi melalui proteksi asuransi, meski saat ini masyarakat belum terlalu familiar dengan asuransi rumah. Tak hanya kendaraan dan kesehatan saja yang harus dilindungi, rumah juga harus mendapatkan perlindungan karena sama-sama memiliki risiko yang besar.

“Membeli rumah membutuhkan dana yang besar, tentunya juga perlu dilindungi oleh asuransi agar pemilik rumah memiliki peace of mind dan lebih nyaman saat tinggal di rumah dengan perlindungan asuransi,” ungkap Benny.

CopyAMP code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular