Apakah Hiu Boleh Dimakan? Ini Dampaknya Bagi Kesehatan

Untuk menjawab pertanyaan apakah hiu boleh dimakan, mari pertimbangkan dari segi kehalalan dan dampaknya bagi kesehatan manusia

0
174
apakah hiu boleh dimakan
(Gambar: Detik.com)

Belum lama ini, dunia kesehatan dihebohkan dengan menu MBG berupa daging ikan hiu. Apakah hiu boleh dimakan? Pertanyaan ini tentu memicu perdebatan cukup serius dalam kasus menu daging ikan hiu pada menu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Telah terjadi keracunan massal yang menimpa ratusan siswa sekolah dasar di Ketapang, Kalimantan Barat. Penyebab keracunan massal itu karena penggunaan daging ikan hiu sebagai lauk di menu MBG.

Untuk mengetahui jumlah siswa yang mengalami keracunan, baca artikel berikut ini: Kasus Keracunan MBG Tembus 6.452 Anak, Ramai Desakan Program Dihentikan

Mengutip dari National Geographic, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang mengatakan kalau daging ikan hiu goreng yang ada di menu MBG Ketapang termasuk menu kearifan lokal. Mari ulas dari segi kehalalan, manfaat hingga pro kontra lainnya tentang mengonsumsi daging ikan hiu.

Halalkah Makan Daging Ikan Hiu?

Dari Abu Hurairah, Ia berkata bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda: “Setiap binatang buas yang bertaring, maka memakannya adalah haram,” (HR. Muslim).

Sedangkan dari Abi Tsa’labah berkata bahwa, “Rasulullah SAW melarang memakan setiap hewan buas yang bertaring,” (HR. Bukhari dan Muslim). 

Melanjutkan dari pemahaman tersebut, dari Ibnu ‘Abbas, Ia berkata, “Rasulullah SAW melarang memakan setiap binatang buas yang bertaring dan setiap jenis burung yang mempunyai kuku untuk mencengkeram,” (HR. Muslim).

Akan tetapi, hadits di atas hanya berlaku untuk binatang darat saja, tidak termasuk binatang air atau binatang laut. Secara spesifik tertulis dalam surat Al-Ma’idah ayat 96 yang artinya:

“Dihalalkan bagi kamu hewan buruan laut dan makanan (yang berasal dari) laut sebagai kesenangan bagimu, dan bagi orang-orang yang dalam perjalanan; dan diharamkan atasmu (menangkap) hewan buruan darat selama kamu dalam keadaan ihram. Bertakwalah kepada Allah yang hanya kepada-Nya kamu akan dikumpulkan,” (QS. Al-Ma’idah : 96).

Sementara itu, dalam laman resmi LPPOM Halal MUI bahwa binatang laut halal dikonsumsi bila merujuk dari dalil di atas. Meski masih ada perbedaan pendapat terkait beberapa binatang laut seperti babi laut atau anjing laut, akan tetapi perbedaannya relatif tidak terlalu signifikan.

Oleh sebab itu, para ulama sepakat kalau seluruh jenis ikan laut halal untuk dikonsumsi selama tidak menimbulkan mudhorot atau berbahaya untuk manusia, terutama dari segi kesehatan.

Benarkah Daging Hiu Bermanfaat untuk Kesehatan?

Seperti yang tertulis pada Halodoc, di zaman Dinasti Ming, Cina, sekitar tahun 1368-1644, mengonsumsi daging ikan hiu memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh. Pada erat tersebut, daging ikan hiu dijadikan salah satu hidangan khas kerajaan dan jamuan wajib pertemuan kenegaraan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) 2009 menyebutkan kalau kandungan merkuri di dalam ikan hiu sangat tinggi. Bila dibandingkan dengan jenis ikan lainnya, kandungan merkurinya masih sangat tinggi yakni 14 ppm. 

Bersumber dari KlikDokter, berikut ini dampak konsumsi ikan hiu bagi kesehatan.

1. Gangguan Kesehatan Saraf

Kandungan merkuri berbentuk neurotoksin di dalam daging ikan hiu cukup kuat dan memicu permasalahan kesehatan pada sel saraf. Dampaknya yakni memicu permasalahan saraf dari tingkat ringan sampai berat, yaitu:

  • Kesemutan atau kaki dan tangan seperti ditusuk jarum.
  • Kesemutan juga di sekitar mulut.
  • Kelemahan otot.
  • Gangguan pendengaran.
  • Gangguan bicara.
  • Gangguan berjalan.
  • Gangguan kesadaran.

2. Gangguan Kesehatan Kulit

Dari segi kesehatan kulit, kandungan merkuri ini juga menimbulkan ruam merah dan potensi dermatitis alias peradangan kulit.

3. Gangguan Kesehatan Ginjal

Dampak lainnya yakni mengganggu kesehatan ginjal. Dampaknya meningkatnya jumlah protein yang terkandung di dalam urin (proteinuria) sampai peluang gagal ginjal.

4. Penyakit Degeneratif Otak

Kemudian kandungan neurotoksin asam amino b-methylamino-L-alanine (BMAA) di dalam jaringan ikan hiu meningkatkan potensi risiko penyakit neurodegeneratif. Misalnya penyakit Parkinson dan Alzheimer.

5. Gangguan Perkembangan Janin

Bagi Ibu hamil, kandungan merkuri yang terkandung di dalam daging dan sirip ikan hiu berbahaya untuk perkembangan otak janin dan sistem sarafnya. Masalah lainnya seperti perkembangan kognitif, memori, kemampuan fokus, daya komunikasi dan bahasa, hingga kemampuan motoriknya pun ikut terganggu.

Apakah Hiu Boleh Dimakan?

Setelah melihat dari segi kehalalan dan manfaatnya bagi kesehatan, kamu bisa menyimpulkan sendiri apakah hiu boleh dimakan.

Hiu yang berada di puncak rantai makanan pada ekosistem laut, maka penangkapannya ini sangat merusak ekosistem laut. Di samping itu, populasi hiu secara global terancam punah sehingga termasuk klasifikasi kelompok hewan punah yang harus dilindungi.

Jadi, sebagai manusia beragama sudah sepatutnya manusia lebih bijaksana dalam memilih jenis makanan yang akan dikonsumsi. Terutama dampaknya bagi kesehatan dan lingkungan sekitar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.