SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Tuesday, July 16, 2024
spot_imgspot_img
HomeKecantikanPenyebab Jerawat Punggung dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Penyebab Jerawat Punggung dan Cara Tepat untuk Mengatasinya

Memang umumnya jerawat muncul di area wajah saja, tetapi bagi sebagian orang ada yang mengalami timbulnya jerawat punggung. Lalu apa penyebab terjadinya jerawat punggung? Dan bagaimana cara tepat untuk mengatasi kondisi tersebut? Simak penjelasannya yuk.

Apa itu jerawat punggung? 

Jerawat punggung
Jerawat punggung. (Gambar: http://insubject.net)

Jerawat punggung atau bacne adalah jerawat vulgaris di punggung, biasanya terletak di punggung atas. Acne vulgaris yaitu kondisi kulit yang memengaruhi pori-pori. Pori-pori memiliki folikel rambut serta kelenjar sebaceous di bagian bawah dan lubang di bagian atas. 

Kelenjar sebaceous atau minyak disebut sebum yang kemudian mengalir ke permukaan kulit untuk melembabkan. Saat bergerak ke atas, ia membawa sel-sel kulit mati dan kotoran keluar dari pori-pori. 

Jerawat ini timbul ketika minyak, kulit mati, dan kotoran terperangkap di pori-pori, membentuk sumbatan. Pori-pori yang tersumbat juga dapat menjebak bakteri, menyebabkan peradangan.

Punggung atas adalah area dengan lebih banyak kelenjar minyak daripada kebanyakan bagian tubuh lainnya. Beberapa area tubuh lain yang sering timbul jerawat yaitu wajah, leher, dada dan bahu. 

Baca juga: Penyebab Jerawat Batu dan Cara Ampuh untuk Mengatasinya

Penyebab jerawat punggung 

Melansir penjelasan dari laman Medical News Today, ketika kadar hormon dalam darah meningkat, kelenjar memproduksi minyak berlebih. Pada saat yang sama, sel-sel kulit mati yang tidak dikeluarkan dengan benar akan menyumbat folikel. Kombinasi dari proses ini menyebabkan penumpukan minyak dan menghasilkan komedo putih dan komedo hitam.

Setiap orang memiliki bakteri propionibacterium acnes yang hidup di kulit, dan bagi banyak orang hal itu tidak menimbulkan masalah. 

Namun penumpukan minyak pada kulit yang dialami oleh orang yang rentan terhadap jerawat menciptakan lingkungan yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak. Hal ini dapat menyebabkan peradangan dan pembentukan bintik-bintik berisi nanah atau merah.

Jerawat cenderung mulai timbul pada masa pubertas, dan kebanyakan orang mengalaminya selama waktu ini sebelum sembuh sendiri di akhir remaja atau awal 20-an. Namun, bagi sebagian orang, kondisi ini dapat bertahan hingga akhir usia 20-an dan bahkan 30-an. Berikut beberapa penyebabnya:

Pakaian 

Jerawat punggung
Pakaian. (Gambar: http://pixabay.com)

Sirkulasi udara yang ada pada baju ternyata juga bisa menjadi penyebab jerawat punggung. Sirkulasi udara yang tidak baik dan terhambat, bisa memicu terjadinya penyumbatan keringat. Baju cenderung ketat dan bahan yang enggak menyerap keringat bisa memicu munculnya jerawat punggung.

Perlu kamu ketahui khususnya pada wanita bahwa gesekan yang terjadi antara kulit dan juga bra yang ketat juga bisa mengundang jerawat di punggung. Folikel rambut yang mengalami gesekan dengan kulit akan mengalami iritasi dan memicu timbulnya jerawat. 

Jarang membersihkan tempat tidur

Jerawat punggung
Kebersihan tempat tidur. (Gambar: http://pixabay.com)

Pengaruh dari lingkungan sekitar juga bisa menjadi penyebab jerawat punggung, seperti kondisi tempat tidur yang digunakan sehari-hari untuk beristirahat jarang dibersihkan. Hal tersebut tentu bisa menjadi penyebab datangnya berbagai bakteri dan kotoran.

Terlebih untuk kain sprei yang bersentuhan langsung dengan tubuh saat beristirahat. Kondisi sprei yang jarang diganti bisa menjadi sarang bakteri. Bakteri-bakteri tadi bisa menempel di area tubuh dan memicu timbulnya berbagai masalah kulit seperti jerawat punggung. 

Setelah beraktivitas tidak langsung mandi 

Jerawat punggung
Mandi setelah beraktivitas. (Gambar: http://freepik.com)

Bagi kamu yang memiliki banyak aktivitas di luar salah satunya seperti suka berolahraga, sangat disarankan untuk jangan malas membersihkan diri jika keringat sudah kering. Malas mandi atau membersihkan diri pasca olahraga bisa memicu munculnya jerawat punggung.

Keringat yang muncul di sekujur tubuh bisa bercampur dengan kotoran dan juga bakteri yang menempel di kulit. Kalau tak segera dibersihkan, hal itu bisa memicu tersumbatnya pori-pori sekaligus penumpukan sebum yang menyebabkan jerawat punggung.

Cara mengatasi jerawat punggung 

Jerawat punggung
Cara mengatasi jerawat punggung. (Gambar: http://skinkraft.com)

Krim topikal

Sebagian besar perawatan melibatkan obat topikal yang langsung dioleskan ke kulit. Obat ini biasanya pilihan pertama untuk mengobati kasus jerawat ringan sampai sedang.

Bagi orang-orang yang memiliki jerawat hanya area tertentu saja, obat-obatan yang dijual bebas bisa mengatasi masalah tersebut. American Academy of Dermatology merekomendasikan penggunaan produk yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat.

Berbagai produk tersedia untuk dibeli secara online, termasuk produk yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat.

Kamu harus mengoleskan obat ke seluruh bagian punggung yang sakit, bukan hanya bintik-bintik, biasanya sekali atau dua kali sehari. Perawatan semacam ini biasanya akan menghasilkan kulit yang bersih dalam waktu 4-8 minggu.

Pil 

Selain obat topikal, umumnya dokter juga akan meresepkan obat oral jika seseorang memiliki jerawat yang parah, termasuk kista dan jerawat nodul Beberapa obat yang dianjurkan untuk diminum seperti:

  • Antibiotik untuk membunuh bakteri dan mengurangi peradangan. Kamu perlu meminumnya selama 2 hingga 6 bulan. 
  • Pil KB dan obat-obatan lain yang memengaruhi hormon. Obat ini dapat mengurangi jumlah minyak yang diproduksi kulit tetapi membutuhkan waktu 3 hingga 4 bulan untuk mulai bekerja. 
  • Isotretinoin adalah obat kuat yang dapat bermanfaat bagi orang hingga 2 tahun setelah perawatan. Sebelum meresepkan isotretinoin, dokter biasanya akan melakukan tes darah dan terus memantau saat sedang dalam perawatan dengan obat ini. 

Dengan beberapa obat, terutama seperti isotretinoin, ada juga kekhawatiran bahwa hal itu dapat menyebabkan depresi dan perasaan ingin bunuh diri. Isotretinoin juga dapat menyebabkan kulit kering, terutama di sekitar bibir, sehingga pelembap bibir sangat dibutuhkan. Selain itu, isotretinoin dapat menyebabkan masalah nyeri sendi akibat pengeringan dan penurunan pelumasan sendi.

Perawatan kulit

Laser dan terapi cahaya lainnya dapat mengurangi tingkat jerawat pada kulit, tetapi ada bukti terbatas untuk mendukung efektivitas dalam upaya untuk mengatasi jerawat punggung. Alternatif perawatan lainnya seperti chemical peeling untuk mengobati komedo dan papula.

Drainase dan ekstraksi adalah prosedur untuk menghilangkan kista jerawat besar jika tidak berhasil dengan konsumsi obat-obatan. Cara ini akan membantu meringankan rasa sakit tetapi mungkin akan meninggalkan bekas luka pada area yang terkena jerawat. 

CopyAMP code
Arianti
Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular