You are here
Home > Kesehatan >

7 Alasan Pentingnya Tidur Cukup Bagi Kesehatan Tubuh

Pentingnya tidur cukup bagi kesehatan tubuh

Memiliki tidur malam yang nyenyak sangat penting untuk kesehatan. Faktanya, itu sama pentingnya dengan makan sehat dan berolahraga. Sayangnya, ada banyak hal yang dapat mengganggu pola tidur alami. Sebagian orang juga ada yang waktu tidurnya lebih sedikit dan kualitas tidur pun juga menurun. Berikut ini pentingnya tidur cukup bagi kesehatan.  

Pentingnya tidur cukup bagi kesehatan tubuh

Berikut adalah 7 alasan mengapa tidur yang cukup itu penting untuk menjaga kesehatan tubuh seperti dilansir dari laman Healthline:

pentingnya tidur cukup bagi kesehatan
Alasan pentingnya tidur cukup bagi kesehatan tubuh. (Gambar: http://pexels.com)

1. Tidur yang cukup dapat memengaruhi berat badan 

Ketika kamu memiliki kualitas tidur yang buruk serta waktu yang sedikit, hal tersebut justru akan membuat berat badan meningkat. 

Orang dengan durasi tidur pendek cenderung memiliki berat badan yang jauh lebih besar daripada mereka yang cukup tidur. 

Faktanya, durasi tidur yang pendek adalah salah satu faktor risiko terjadinya obesitas pada seseorang. 

Dalam satu studi tinjauan ekstensif, anak-anak dan orang dewasa dengan durasi tidur pendek masing-masing sebanyak 89 persen dan 55 persen, memiliki kemungkinan lebih besar mengalami obesitas.

Efek tidur pada penambahan berat badan diyakini oleh banyak faktor, termasuk hormon dan motivasi untuk berolahraga. Jika kamu mencoba menurunkan berat badan, memiliki tidur berkualitas di malam hari sangat penting.

2. Orang yang tidur nyenyak cenderung makan lebih sedikit kalori

Studi menunjukkan bahwa individu yang kurang tidur memiliki nafsu makan yang lebih besar dan cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori.

Kurang tidur mengganggu fluktuasi harian hormon nafsu makan dan diyakini menyebabkan regulasi nafsu makan yang buruk. 

3. Tidur yang cukup dapat meningkatkan konsentrasi dan produktivitas

Tidur yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk berbagai aspek fungsi otak. Ini termasuk kognisi, konsentrasi, produktivitas, dan kinerja. 

Sebuah studi tentang pekerja magang dibidang medis ternyata menjadi salah satu contohnya. Pekerja magang dengan jadwal jam kerja yang diperpanjang lebih dari 24 jam membuat kesalahan medis 36 persen lebih serius daripada pekerja magang dengan jadwal yang memungkinkan lebih banyak tidur.

Tak hanya itu saja, studi lain menemukan bahwa tidur dengan waktu yang pendek dapat berdampak negatif pada beberapa aspek fungsi otak, hal itu menampilkan tingkat yang sama seperti keracunan alkohol. 

Di sisi lain, tidur yang baik telah terbukti meningkatkan keterampilan pemecahan masalah dan meningkatkan kinerja memori anak-anak serta orang dewasa. 

4. Tidur yang cukup dapat memaksimalkan kinerja atletik

Tidur telah terbukti meningkatkan kinerja atletik. Dalam sebuah penelitian pada pemain bola basket, tidur lebih lama terbukti secara signifikan meningkatkan kecepatan, akurasi, waktu reaksi, dan kesehatan mental.

Durasi tidur yang lebih sedikit juga dikaitkan dengan kinerja olahraga yang buruk dan keterbatasan fungsional pada wanita yang lebih tua.

5. Kurang tidur meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke

Kualitas dan durasi tidur dapat memiliki pengaruh besar pada banyak faktor risiko kesehatan. Ini adalah faktor-faktor yang diyakini mendorong penyakit kronis, termasuk penyakit jantung. 

Sebuah tinjauan dari 15 penelitian menemukan bahwa orang yang tidak cukup tidur memiliki risiko penyakit jantung atau stroke yang jauh lebih besar daripada mereka yang tidur 7-8 jam per malam. 

6. Tidur memengaruhi metabolisme glukosa dan risiko diabetes tipe 2

Kurang tidur mempengaruhi gula darah dan mengurangi sensitivitas insulin. Dalam sebuah penelitian pada pria muda dengan kondisi tubuh yang sehat, membatasi tidur hingga 4 jam per malam selama 6 malam berturut-turut menyebabkan gejala pradiabetes. 

Namun, gejala-gejala ini bisa teratasi setelah satu minggu meningkatkan durasi tidur. Kebiasaan tidur yang buruk juga sangat berdampak  buruk pada gula darah. 

Mereka yang tidur kurang dari 6 jam per malam telah berulang kali terbukti memiliki peningkatan risiko diabetes tipe 2. 

7. Tidur yang cukup juga dapat membantu kamu menghindari depresi

Masalah kesehatan mental, seperti depresi, sangat terkait dengan kualitas tidur yang buruk dan gangguan tidur.

Diperkirakan 90 persen orang dengan depresi mengeluh tentang kualitas tidur. Kurang tidur bahkan dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian karena bunuh diri. 

Mereka yang memiliki gangguan tidur seperti insomnia atau apnea tidur obstruktif juga dilaporkan bisa mengalami depresi yang jauh lebih tinggi.

Itulah beberapa alasan pentingnya tidur cukup bagi kesehatan tubuh. Jadi pastikan kamu memiliki tidur yang cukup serta nyenyak saat di malam hari, ya. Jika mengalami gangguan tidur, tak ada salahnya untuk melakukan konsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: 5 Cara Ampuh Agar Bisa Tidur Cepat, Hanya Dalam Hitungan Detik!

Arianti
I am content writer who has an interest in lifestyle news.

Leave a Reply

Top