You are here
Home > Kesehatan >

Bulan Imunisasi Anak Nasional di Jawa Bali Mulai Digelar 1 Agustus 2022

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengajak orangtua untuk imunisasi di Bulan Imunisasi Anak Nasional

MediaGo – Sepanjang Agustus ini, pemerintah mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Wilayah Jawa dan Bali. Pasalnya, selama dua tahun terakhir sejak 2020 dan 2021 cakupan imunisasi dasar lengkap pada bayi turun drastis akibat pandemi COVID-19.

Ada sekitar lebih dari 1,7 juta bayi yang belum mendapatkan imunisasi dasar selama periode 2019 dan 2021. Pada 2020, pemerintah menargetkan imunisasi dasar lengkap sebanyak 92%, sementara cakupan yang dicapai 84%. Pada 2021, imunisasi ditargetkan 93% namun cakupan yang dicapai 84%.

Baca juga: Vaksin COVID-19 Booster Kedua, Apa Yang Perlu Kamu Ketahui?

Dampak dari penurunan cakupan tersebut dapat terlihat dari adanya peningkatan jumlah kasus penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi atau PD3I dan terjadinya kejadian luar biasa (KLB) seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah.

“Bila kekurangan cakupan imunisasi ini tidak dikejar maka akan terjadi peningkatan kasus yang akan menjadi beban ganda di tengah pandemi,” kata Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes dr. Maxi Rein Rondonuwu.

Baca juga: 1,9 Juta Nakes Dapat Vaksinasi COVID-19 Booster Kedua

Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, SpA (K), M.Si mengatakan setiap tahun ada ancaman campak rubella dan difteri sejak tahun 2007 sampai 2022. Ia menyebut di tahun 2021 ada 25 provinsi dengan kasus rubela meningkat.

Tahun 2012 sampai 2017 ada 571 bayi dengan kasus radang otak. “Ada juga kasus radang paru atau pneumonia sejak 2012 sampai 2017 dengan jumlah 2.853 bayi dan anak yang mengalami radang paru akibat campak,” ucapnya.

Bulan Imunisasi Anak Nasional di Jawa Bali Mulai Digelar 1 Agustus 2022
Bulan Imunisasi Anak Nasional di Jawa Bali Mulai Digelar 1 Agustus 2022

Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN)

Bulan Imunisasi Anak Nasional terdiri dari dua kegiatan layanan imunisasi yakni pertama layanan imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi campak dan rubela tanpa memandang status imunisasi sebelumnya. Kedua layanan imunisasi kejar, berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi dasar maupun lanjutan bagi anak yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia.

Pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Agustus 2022 ini dilaksanakan di wilayah Jawa dan Bali. imunisasi campak rubella menyasar usia 9 sampai 59 bulan, dan imunisasi kejar diberikan pada anak usia 12 sampai 59 bulan yang tidak lengkap imunisasi OPV, IPV, dan DPT-HB-Hib.

Baca juga: Cacar Monyet Sudah Masuk Ke Indonesia?

Khusus BIAN Jawa Bali, vaksin campak dan rubella diberikan kepada anak berusia 9 bulan sampai 5 tahun yang berdomisili di provinsi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Sedangkan di Bali dan DIY Yogyakarta hanya akan dilaksanakan imunisasi kejar.

“Untuk provinsi Bali dan Yogyakarta imunisasi campak rubella tidak dilaksanakan. Karena capaian imunisasi campak rubella di sana cukup baik sejak mulai melakukan kampanye di tahun 2017,” kata Prima.

Baca juga: Disinyalir Judi, 15 Game Online Diblokir Kominfo

Sedangkan pelaksanaan imunisasi kejar dilakukan di 34 provinsi bagi anak usia 1-5 tahun yang belum lengkap imunisasi dasar lengkap, mulai dari OPV (vaksin polio tetes), IPV (vaksin polio suntik), dan DPT-HB-HIB (vaksin difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis).

Untuk mendapatkan program Bulan Imunisasi Anal Nasional tersebut, orang tua bisa membawa anaknya ke fasilitas layanan kesehatan, seperti rumah sakit atau klinik. Juga pos pelayanan imunisasi, seperti Posyandu atau program imunisasi di sekolah. Seluruh vaksin diberikan secara gratis.

Baca juga: Ini Aturan Pemasangan Bendera Merah Putih Mulai 1 Agustus 2022

Sampai saat ini sudah lebih dari 11 juta anak telah mendapatkan imunisasi campak rubela. Pada imunisasi kejar, untuk imunisasi tetes sudah sekitar 138 ribu anak, imunisasi polio suntik sekitar 140 ribu anak, dan imunisasi pentavalen hampir 160 ribu anak.

Leave a Reply

Top