SDH Lippo Harapan Sekolah Dian Harapan Display Ad
Sunday, July 14, 2024
spot_imgspot_img
HomeNews10 Tradisi Unik Menyambut Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia

10 Tradisi Unik Menyambut Ramadan dari Berbagai Daerah di Indonesia

MediaGo – Meleburnya budaya dan ajaran Agama Islam membuat Indonesia memiliki tradisi unik dalam setiap perayaan keagamaan.

Tradisi saat menyambut bulan Ramadan adalah salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Setiap daerah memiliki tradisinya sendiri-sendiri.

Baca juga: 8 Ide Menu Takjil untuk Buka Puasa Ramadan

Berikut ini, 10 tradisi unik menyambut Ramadan yang ada di berbagai daerah di indonesia!

10 Tradisi Unik Menyambut Ramadan di Indonesia

1. Munggahan (Sunda, Jawa Barat)

Munggahan (Sunda, Jawa Barat) tradisi unik menyambut ramadan

Munggahan adalah tradisional masyarakat Islam suku Sunda Jawa Barat untuk menyambut datangnya bulan Ramadan yang dilakukan pada akhir bulan Sya’ban.

Bentuk pelaksanaannya berbeda-beda. Umumnya berkumpul besama keluarga dan kerabat, makan bersama, saling bermaafan, dan berdoa bersama.

Baca juga: 5 Hal Wajib Dipersiapkan untuk Menyambut Puasa Bulan Ramadan

2. Nyorog (Betawi, Jakarta)

Nyorog adalah tradisi unik menyambut Ramadan masyarakat Betawi yang dilakukan dalam rangka menyambut bulan penuh berkah. Selain itu, tradisi ini juga dilakukan saat ada pernikahan adat Betawi.

Menjelang Ramadan, Nyorog dilakukan dengan membagikan berbagai bingkisan seperti sembako, ikan bandeng, dan daging kerbau kepada sanak keluarga.

3. Megengan (Surabaya, Jawa Timur)

Kata megengan diambil dari bahasa Jawa yang berarti menahan. Acara ini digelar untuk mengingatkan masyarakat akan datangnya bulan suci Ramadan dan merupakan tradisi unik menyambut Ramadan.

Seluruh umat Islam diwajibkan untuk melaksanakan ibadah puasa. Dalam menjalankannya, umat Islam diminta untuk menahan segala bentuk perbuatan yang dapat menggugurkan ibadah puasa.

Baca juga: 10 Ucapan Menyambut Ramadan 2023 yang Menyentuh Hati

4. Dugderan (Semarang, Jawa Tengah)

Dugderan adalah tradisi perayaan menyambut bulan suci Ramadan yang dilakukan oleh umat Islam di daerah Semarang, Jawa Tengah.

Tradisi ini juga menjadi pesta rakyat tahunan bagi masyarakat Semarang. Digelarnya tradisi dugderan awalnya sebagai upaya pemerintah untuk menyamakan awal puasa dan hari raya.

Baca Juga : 5 Cara Mengajarkan Puasa pada Anak Sejak Usia Dini

5. Meugang (Nangroe Aceh Darussalam)

Makmeugang atau disebut juga dengan meugang bukan lagi hal yang asing dikalangan masyarakat Aceh. Makmeugang merupakan tradisi memasak daging dan menikmati bersama kelurga.

Banyak ragam masakan yang diolah menggunakan bahan daging pada suasana meugang. Makmeugang diawali dengan pemotongan sapi, kerbau atau kambing, sebagian masyarakat juga ada yang membeli daging untuk mengolah dalam memenuhi tradisi makmeugang ini.

Baca juga: Hati-hati! Marak Modus Penipuan Online Saat Ramadan

6. Malamang (Sumatera Barat)

Malamang (Sumatera Barat) tradisi unik menyambut ramadan

Malamang adalah tradisi unik menyambut Ramadan sejak nenek moyang masyarakat Sumatera Barat yang dilakukan oleh kaum ibu-ibu. Malamang dipastikan tidak ada hubungan dengan adat Minangkabau. Ini murni berkaitan dengan ajaran Syekh Burhanuddin.

7. Pacu Jalur (Kuantan Singingi, Riau)

Tradisi Pacu jalur adalah tradisi yang sudah turun temurun bagi masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi Riau. Tradisi ini disaksikan mayoritas masyarakat KabupatenKuantan Singingi.

Perahu ini dipacukan di kampung sepanjang Rantau Kuantan. Tradisi ini diselenggarakan untuk merayakan hari-hari besar Islam seperti  sebelum menjelang Ramadhan, Maulid Nabi, Idul Fitri, dan 1 Muharram.

Baca juga: 3 Wisata Eropa Ini Miliki Jejak Islam dan Jadi Destinasi Ramadan Favorit

8. Padusan (Boyolali, Klaten, Salatiga, dan Yogyakarta)

Padusan (Boyolali, Klaten, Salatiga, dan Yogyakarta)

Padusan berasal dari bahasa Jawa adus yang berarti mandi. Makna padusan bagi masyarakat adalah menyucikan diri dan membersihkan jiwa raga dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Tradisi unik menyambut Ramadan turun temurun ini dilakukan dengan cara berendam atau mandi di sumur-sumur atau sumber mata air lainnya. Biasanya, padusan dilakukan sehari sebelum menjalani ibadah puasa Ramadan.

9. Dandangan (Kudus, Jawa Tengah)

Dhandhangan atau banyak ditulis dandangan merupakan festival yang diadakan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah untuk menandai dimulainya ibadah puasa di bulan Ramadan.

Masjid Kudus biasanya menjadi pusat dari keramaian acara dandangan ini. Nama dandangan ini diambil dari suara beduk Masjid Kudus saat ditabuh untuk menandai awal bulan puasa.

Awalnya, dandangan adalah tradisi berkumpulnya para santri di depan Masjid Menara Kudus setiap menjelang Ramadan untuk menunggu pengumuman dari Sunan Kudus tentang penentuan awal puasa.

Kesempatan ini juga dimanfaatkan para pedagang untuk berjualan di sekitar masjid sehingga akhirnya kini dikenal masyarakat sebagai pasar malam yang ada setiap menjelang Ramadan.

Baca juga: 5 Anggaran yang Harus Kamu Siapkan Selama Ramadan

10. Sadranan (Boyolali, Jawa Tengah)

Sadranan (Boyolali, Jawa Tengah) tradisi unik menyambut ramadan di Indonesia

Nyadran atau Sadranan adalah tradisi unik menyambut Ramadan masyarakat Jawa yang dilakukan di bulan Sya’ban atau Ruwah untuk mengucapkan rasa syukur dengan mengunjungi makam leluhur yang ada di suatu kelurahan atau desa.

Pelaksanaan tradisi Nyadran ditujukan untuk mendoakan leluhur yang sudah meninggalkan dunia dan untuk mengingatkan diri bahwa semua manusia pada akhirnya akan mengalami kematian.

Nyadran juga dijadikan sebagai sarana guna melestarikan budaya gotong royong sekaligus upaya untuk menjaga keharmonisan masyarakat melalui kegiatan kembul bujono (makan bersama).

Itulah 10 tradisi unik menyambut bulan suci Ramadan dari berbagai daerah di Indonesia. Bagaimana dengan daerah kamu, apakah ada tradisi unik menyambut Ramadan juga?

CopyAMP code

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisment -spot_img

Most Popular